termentahkan

dahulu kala, saat di mana momentum itu masih bener-bener berada di dunia antah berantah nun jauh di awang-awang sana, benakku justru sudah menciptakan satu konsep ideal dan aku yakin bakal mempesonah semua orang.

dress codenya apa? mengenai tema? susunan acara? hal A hingga hal ZZZ, pilihan puisi-puisi yang bakal aku cantumkan (tentunya “aku ingin” dari Bapak Sapardi donk, atau “the gardener”-nya Rabindranath Tagore, atau “soneta XVII”-nya Pablo Neruda?)

semua hal itu sudah terkonsep jelas, ada blue print-nya di benakku.

tidak bisa ditawar lagi, dan harus aku wujudkan. once in my life time.

tapi untuk sekarang, semua hal itu rasanya menjadi tidak penting lagi.

di benakku hanya ada garis besar, “Apa siyh esensi acara ini?”

dan garis besar tersebut membuat semua details yang jauh hari sebelumnya sudah aku pikirkan matang2, hasil dari pengamatan beberapa peristiwa yang menyerupainya, hasil dari pembelajaran untuk acara2 yang sama, semua jadi termentahkan.

tidak, aku tidak menyesalinya pun tidak terkecewakan.

aku hanya merasa dulu itu aku salah jalan banget, dan alhamdulillah sekarang insyaALLAH sudah balik ke jalan yang bener, hihihihihihi…

tapi untuk sampai ke titik itu rasanya masih jauh, masih ada jeda waktu beberapa saat lagi. doakeun saya selamat sampai tujuan tersebut, amien.

haha… yah inilah penyakit gila yang ke nomor sekian :D

harap dimaklumi aja :P

Respond to this post