Archive for November 26th, 2007

hujan.rindu.sendiri

To: mr. xx

      0813xxxxxxxx

Surabaya hujan. Abu-abu dan makin menggelap. akhirnya, hidungku menyapa bau tanah basah lagi.

*unsent*

andai aku bisa mengirimkannya. tapi tidak. aku tidak akan mengacaukan hariku, hatiku, harimu dan hatimu.

hujan kali ini antara abu-abu dah hitam gelap. seandainya aku mampu mengabarkannya kepada semua orang, pasti kamu yang akan pertama kali aku kasih tahu. tapi tidak, aku tidak mampu.

biar aku meresapi hujan ini sendirian dan memaknai rinduku padamu yang semakin menghujam.

sendiri.

gila atau berani beda?

in a way…

i do believe bahwa tidak seorangpun di dunia ini yang waras. tidak seorangpun!

yang ada adalah mayoritas dan minoritas. mereka yang mayoritas berkata bahwa mereka waras dan mereka yang minoritas adalah gila.

sedangkan mereka yang minoritas juga akan berkata bahwa mereka waras dan mereka yang mayoritas adalah gila.

semua, kembali pada di manakah posisi kita sewaktu menilai.

me?

bagiku menjadi gila itu asyik. karena jadi banyak permakluman untuk semua tindakan kita yang aneh.

“sudahlah, dia kan gila.”

do i admit myself as a crazy person?

hm… bukankah kaum minoritas juga mengaku bahwa diri mereka waras dan kaum mayoritaslah yang tidak waras? begitu pula denganku.

semua kembali kepada kalian yang menilai aku.

sayangnya, semua penilaian ini… gila atau waras… tidak membuat aku takut bertingkah dan menyuarakan perbedaanku. bukankah selama ini kita diajari tentang konsep perbedaan?

bahwa perbedaan itu indah? bahwa hidup menjadi lebih berwarna karena adanya perbedaan-perbedaan tersebut?

dan bagaimanakah dengan konsep bhinneka tunggal ika?

meng-amin-i perbedaan juga, bukan?

jadi, aku tidak takut untuk berbeda.

meskipun itu berarti dianggap tidak waras dan dikotakkan dalam golongan minoritas oleh sebagian banyak orang.

aku hanya tidak takut.

dan berterima kasihlah kalian kepada mereka yang kalian anggap gila. tanpa mereka, kalian pun bisa disebut gila.

karena hidup menuntut dua sisi.

hidup yang kita bentuk menuntut adanya perbandingan.

selamanya.

Keputusan.

baik atau buruknya bagi kita adalah hanya sebatas bagaimana kita melihat efek/resiko/konsekwensi dari keputusan yang kita ambil tersebut.

bukan begitu?

and today, when i have already decided a thing and a step forward with a full spirit and hope and suddenly… BANG!!… God shows me HIS power again.

power to remind me untuk lebih bersabar.

bersabar? bersabar terhadap apa? bersabar menanti apa?

dan jika aku lebih bersabar, akankah harapanku padaMU akan KAMU kabulkan?

Tuhan, aku sedang belajar ignore harapan tersebut. dan aku tau aku bisa dan kuat untuk melakukannya.

ataukah…

kekuatan hati ini masih KAMU pertanyakan sehingga masih perlu untuk KAMU coba dan coba lagi?

i’m ready for it’s consequences…

let it be…

berapa lagi?

hmm…

i wonder…

perlu berapa blog ya, supaya egoku bisa turun?

perlu berapa blog lagi ya supaya aku mau nurut?

perlu berapa kerja keras lagi supaya aku tidak menganggap berlebihan terhadap apapun yang disodorkan olehNYA padaku…

perlu berapa lagi?

hai… i’m back!

*membuat kehebohan*

hihi… yah, secara sudah meng-amin-i bahwa i’m mentally ill jadi bakal lebih sakit lagi kalo apa yang ada di otak dan hati tidak dituangkan secara berkala.

so, here i am…

mencoba memenuhi kotak maya ini dengan sampah-sampah yang laen 🙂 .