pagiku

pagi. panas menyengat. sedikit tamparan. di depan komputer. terpaku menatap layar. segelas air putih. demam yang masih setia menemani. bingung.

*sigh*

sedikit tamparan tetapi sangat berbekas. dan pasti akan menyilaukanku untuk  24 jam kedepan, paling pendek.

kesintingan yang tidak aku mengerti. bukan karena mayoritas versus minoritas. tapi hanyalah tindakan baik yang tidak kumengerti di mana letak kebaikannya.  kebaikan bagi siapa? untuk sisi kebaikan yang mana? dalam bentuk kebaikan apa?

kurungan emas.

dingin. AC versus demam. keadaan versus niat.

pulang?

ke mana?

rumah?

rumah siapa?

i have no home rite now.

homeless?

oh, tidak. i have no home tapi aku punya tempat untuk tidur dan berteduh. tidak lebih dari itu.

masih pagi. tumpukan kerjaan di sisi kiri dan kanan. notes deadline di frame layar kompi. musik menghentak penyemangat jiwa. jiwa yang melayang entah kemana.

sekarang aku mengerti bagaimana rasanya menjadi burung piaraan.

sekarang aku bisa bersimpati terhadap burung piaraan yang memiliki sepasang sayap indah yang sangat kuat dalam dunia kecilnya yang sangat sempit. dunianya yang sangat jauh jaraknya dengan langit. dunia yang hanya selebar rentangan sayap-sayapnya. dengan sayap yang bisa dikepakkan untuk mencapai puncak mahameru. puncak mahameru yang jauh berada di balik dunia kecilnya.

tidak lebih.

kasihan sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: