kamu. bahagia. kebahagiaan. aku.

hai kamu,

apa kabar? kuharap baik-baik saja.

kamu, bisa duduk di sebelahku sebentar? aku ingin bertanya padamu. bolehkah?

aku bingung bagaimana memulainya. semua berkelebatan di otakku tanpa memberikan kesempatan padaku untuk menangkap inti sarinya. semuanya berasa penting dan tidak mungkin aku lepaskan tetapi aku tidak bisa menangkapnya. aku bingung.

tentang kebahagiaan. penilaian. individu. hidupku.

kamu, kurasa aku bahagia. kamu tahu itu, bukan? ada saat di mana aku selalu menangis dan seolah duniaku tidak ada yang benar. tapi ada saat juga aku tertawa dan tersenyum. senang. menurut kamu, aku bahagia, bukan?

tapi apa itu bahagia? kebahagiaan. kenapa aku tidak bisa menjelaskannya? kenapa aku tidak bisa menuliskannya? aku tertawa. aku tersenyum. tertawa terpingkal-pingkal. itukah bahagia? hanya dengan beberapa kalimat pendek itukah aku bisa melukiskan bahagiaku?

semudah itukah?

kebahagiaan apakah mengenai pencapaian? aku yang sekarang sudah bekerja dan mandiri secara ekonomi, apakah ini kebahagiaan? aku yang tidak ambil pusing untuk membeli apapun yang aku mau, buku, buku, baju, buku, apakah itu juga yang disebut bahagia?

kalo senang? iya aku senang dengan semua pencapaianku ini. tapi bahagia?

kurasa kebahagiaan tidak bisa aku artikan sedangkal sebagai “pencapaian”. kurasa kebahagiaan lebih dari hanya sekedar “pencapaian”.

jadi apa dan bagaimana kebahagiaan itu?

senang in english is “happy”.

kebahagiaan in english is “happiness”.

so?

are they the same two equal words? no, rite?

ah kamu, aku bingung…

kebahagiaan bukan hanya rasa senang, tertawa, tergelak saja. tapi aku bisa merasa lebih dari senang meskipun i’m in trouble deep ketika aku berkumpul dengan para sahabat dan kami tidak melakukan apapun hanya saling mencela dan saling menertawakan. pada saat itu aku lebih dari senang, kurasa aku bahagia.

kebahagiaan… satu hal absurb yang tercecer di mana-mana tidak peduli apapun yang aku alami. satu hal absurb yang tercecer, tergeletak, melayang tak beraturan dan hanya menunggu untuk aku ambil.

tapi kenapa ya, bagiku susah untuk melukiskan dan berkata-kata tentang kebahagiaan.

mungkin aquarians memang tidak bersahabat dekat dengan kebahagiaan sehingga kami tidak menemukan satu kata kunci untuk menjabarkan secara gamblang hubungan kami.

kamu setuju denganku?

kamu, jangan beranjak dulu. bersabarlah sebentar lagi. aku belum selesai tapi aku harus meninggalkanmu untuk sejenak. tunggulah sebentar lagi karena sepotong cheese roll, opera dan secangkir kopi hitam pahit akan segera tersaji dan lalu kamu akan mendengarkan kicauanku lagi. tentang penilaian.

sebentar, aku tinggalkan kamu dulu. tunggulah tetap di tempatmu. jangan beranjak.

demi aku.

demi persahabatan kita.

Advertisements

One response to this post.

  1. […] “kurasa kebahagiaan tidak bisa aku artikan sedangkal sebagai~pencapaian~. Kurasa kebahagiaan l… […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: