so, here we are. in the bottom of nowhere.

kadang, hanya karena respons yang berlebihan bisa menghambarkan apapun rasa di hati.

itu yang tersimpulkan. bukan karena sebelumnya aku ada rasa apapun itu di hati. bukan begitu. hanya saja, akibat respons yang berlebihan yang ada mekanisme pertahanan dan perlindungan hati terbangun automatically dan meninggi serta menguat seiring waktu yang terus berjalan. hanya untuk melindungi dan mempertahankan hati dari kehancurannya yang tidak perlu, tidak diinginkan, tidak diangankan, tidak diprediksikan, tidak direncanakan dan sama sekali tidak terbayang.

itulah pembunuhan kecil yang terjadi semenjak kemaren sore.

menyedihkan, bukan? aku berperilaku sebagai pembunuh. pembunuh dari tunas yang belum ada bahkan aku yakin tunas itu tidak akan pernah ada karena aku tidak menanam satu bijipun di ladang hatiku yang sudah berkarat.

how about that?

are you happy?

semoga. karena aku sudah capek menentangmu.

i just have this kind of feeling, that i’m in the bottom of nowhere.

menggapai apapun yang bisa kugapai. sembarangan. hanya supaya tidak semakin terbenam.

olehmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: