this week

jiwaku melayang

susah sekali menjejak tanah

meskipun beribu ton batu mengikat jiwa tapi sang jiwa tidak mau menjejak tanah

dia berkemauan kuat untuk tetap melayang

tidak peduli seberat apapun batu tersebut memberatinya

jiwa ini sakit

sakit atas merindunya terhadap langit, pucuk gunung, ujung daun di pepohonan

jiwa ini berkeinginan untuk terbang

melayang

menjauh dari bumi

ada kalanya jiwaku melihat bumi sangat hijau

tergoda menapak dan menjejakkan langkahnya di tanah

tapi bumi ini sering terlihat merekah dan berdarah

siap menelan siapapun yang berani menjejakkan langkah di atasnya

melukainya

jiwa ini capek

dia tahu harus segera bersinggah

kemana? jiwa sedang mencarinya

bumi? tidak bisa, jiwa takut untuk terluka

jiwa takut untuk tertelan

dan lalu, hilanglah makna dari jiwa

jika tertelan dan terluka maka jiwa hanyalah sewujud jiwa

tanpa sayap

tanpa cahaya yang selalu berpendar

jiwaku sekarang terlena

demi setitik tempat untuk berlabuh

tanpa disadari, kabut menelannya

awan membutakannya

langitpun menyembunyikannya

hilang.

~~

kamu pikir mudah? semudah membalik telapak tanganmu?

dan kamu pikir masih mudah? jika kamu tau dan melihat kalau kedua tanganku terikat!

jadi, kamu masih berpikir hal ini mudah bagiku?

you stupid! idiot! moron!

huh!

~~

bintang di langit memang berpendar ceria malam ini

sebagaimana bintang di matamu

apakah kamu dan bintang di langit sedang jatuh cinta?

kamu!

jatuh cinta pada siapa?

jika jiwamu kosong.

katamu, pada putri yang berdiam di bulan?

baik kah dia?

anggun kah dia?

cantikkah?

dan kamu menggeleng

tapi aku jatuh cinta pada sang putri di bulan

kenapa? kenapa dia? sang putri yang kamu tidak mengenalnya

kamu terdiam sesaat

lalu dalam bisikmu, kamu berkata…

angin, hujan, tanah, cahaya…semesta…

semua menyuruhku untuk jatuh cinta pada sang putri di bulan

supaya sang putri menemukan jalannya untuk pulang ke bumi

tapi kamu bukan bulan!

kamu bukan bintang!

kamu juga bukan matahari!

bagaimana mungkin kamu menuntun sang putri untuk pulang jika cahaya redup saja tidak kamu miliki!

kamu tersenyum dan melihatku lalu berbisik

berbisik serupa suara angin

aku

hanya

percaya

~~

5 langkah ke belakang.

3 langkah ke arah kanan

1 langkah kamu harus maju

6 langkah kamu geser ke kanan lagi

lalu mundur 12 langkah

geserlah lagi sebanyak 3 langkah ke arah kanan

belum, kamu harus terus, jangan berhenti di titik itu.

majulah 2 langkah

lalu bergeser lagi ke kanan 1 langkah.

dan berlarilah sebanyak 50 langkah kecilmu

and there you are!

di bawah pohon kehidupanmu.

selamat berpesta!

~~

rasanya inilah garis akhir

ketika ujung di depan mata

sementara pangkal telah lama sekali kita tinggalkan

tapi…

kenapa garis finish itu masih belum terjamah oleh tangan kita?

benarkah kita sudah tiba di garis akhir?

~~

weekend selalu membawa aura gelap akhir akhir ini…

kenapa ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: