Archive for December 18th, 2007

beginikah?

hehe…Tuhan, kalo sampai aku tertidur nanti dan berlanjut hingga besok sehari penuh lalu lusa sehari penuh juga tetap dengan kondisi begini maka Tuhan, aku akan menciumMU 😀 huehehehe…

walopun bukan ini yang aku inginkan but we need to move forward, it is i who need to move forward.

dan aku memilih sakit di jalan ini daripada diam tanpa upaya.

bagiku, lebih bike sakit tapi ada perubahan daripada sakit tapi stagnan.

buat kamu, maafin aku telah menjadi seegois ini tapi kamu sudah punya tempat istimewa lain dan sudah tidak pada tempatku lagi untuk khawatir dan memperhatikan kamu, iya kan?

kuharap kamu paham dan bisa memaafkan keegoisanku ini.

terima kasih

TONIGHT, WE DINE IN HELL!!

judul filmnya 300.

diambil dari jumlah pasukan yang diceritakan dalam film tersebut.

pada awal cerita, sedikit underestimate siyh karena adalah bukan seleraku banget buat film yang hanya sekedar bak bik buk, darah… darah… darah… dan luka di mana mana. jadi hal pertama, setidaknya dalam 5 menit pertama, yang terpikir adalah “ouch, pilem yang ngebosenin!”

diawali dengan cerita yang fokus pada tradisi keras dari bangsa Sparta. betapa dari semenjak kecil pun sudah ditanamkan sisi “keras” dan kegemaran atas bertarung, berperang, kehormatan, tunduk pada raja.

menit-menit awal terlihat cerita heroic dari sosok sang raja, Leonidas, betapa blio bisa survive dalam tradisi penuh kekerasan dan bahkan blio menjadi legenda karena berhasil membunuh seekor serigala buas yang besar di suatu musim dingin sewaktu dia masih remaja.

lalu cerita berlanjut ke kedatangan utusan raja persia, Xerxes, pada saat Leonidas sedang mengajarkan teknik bertarung tangan kosong pada anaknya dengan disaksikan sang ratu, Queen Gorgo (cantik! dan karismatik! serta kuat! 🙂 ). barulah di chapter ini aku melihat bahwa film ini tidak sekedar hanya tentang kekerasan dan perang tanpa otak. aku melihat ada sisi manusiawi, sisi kelembutan yang juga diselipkan secara nyata dalam film ini.

lalu terjadi percakapan antara Leonidas dan utusan persia tersebut dengan sang ratu berdiri di samping sang raja. ternyata persia menginginkan sparta untuk takluk. dan sang ratu pun ikut bicara yang mana hal tersebut mengejutkan si utusan dan membuat si utusan tersinggung, “What makes this woman think she can speak among men? “ (more or less yak 😀 )

daaaan… di point ini kerasa banget karisma seorang ratu bisa diangkat oleh Lena Hayden (sang ratu) ini, kerasa sekali betapa sang ratu tidak bisa diremehkan! Queen Gordo bilang, “Because only spartan women give birth to real men.”

aku suka adegan tersebut! kena banget!

power as a queennya itu kerasa dan dapat banget!

sementara King Leonidasnya menunjukkan sikap gag masalah dengan kuasa sang istri tersebut.

parfait!

bagus!

and then bla..bla…bla… si utusan bilang, “leonidas, pilih kata-katamu dengan bijaksana. itu mungkin kata katamu yang terakhir… sebagai raja.”

sampai point ini, semakin kerasa bahwa pilem ini bukan hanya sekedar pilem bak bik buk saja.

so… i keep continue watching this movie 😀 .

setelah Sparta dengan tegas menyatakan perangnya terhadap Persia (dengan membunuh seluruh utusan Persia tersebut) ada adegan di mana Leonidas bimbang atas keputusan berperangnya tersebut. karena tim dewa penasihat yang ternyata telah disuap Persia (tanpa setahu Leonidas) menolak merestui keputusan berperang tersebut sementara keputusan tim dewa penasihat (Ephors dan Oracle) adalah mutlak dalam hukum Sparta.

dan Leonidas bertanya pada Queen Gordo, “what a king must do to save this world when the very laws that he swore to protect forced him to do nothing?!”

dan Queen Gordo menjawab, “it is not a question of a spartan to do nor a husband nor a king, instead ask yourself my dear love, what should a free man do?”

waaa… aku suka kata-katanya! it’s beautiful…indeed, it’s very beautiful 🙂 *tersentuh*

dan juga karena adegan tersebut settingnya di kamar tidur siyh dan seingatku, hanya satu adegan ini saja yang “BO” 😛 .

pokoknya pas adegan ini terharu banget, sampai 3x nonton! weits… karena kata-kata di atas bukan karena di kamar tidur 🙂 .

in the end, sang raja memutuskan untuk berperang tidak dengan kekuatan penuh karena tanpa restu oracle dan ephors tersebut.

sewaktu berpisah dengan istri dan anaknya… *menangis lagi nee… 😛 *

sang ratu bilang, come back with your shield, or on it (sembari nyerahin kalung jimat ke leonidas).”

aduuhh… adegan ini bener-bener menguatkan bahwa pilem satu ini bukan hanya sekedar pilem penuh adu otot tanpa otak dan tanpa perasaan, hiks…

ada satu adegan yang bikin aku senyum simpul, adalah ketika 300 pasukan tersebut berkumpul dan dewan kota (statesmen men) datang bersama theron (pengkhianatnya) dan mereka mengingatkan Leonidas atas keputusan ephors dan oracle yang tidak merestui peperangan tersebut.

statesmen bertanya pada Theron, “what should we do?”

Theron bertanya pada Leonidas, “What can we do?”

respons Leonidas, “What can you do?! Sparta will need sons.”

yang bikin lucu adalah ekspresi dari masing-masing ntu 😀 , huehehehehehe…

dan akhirnya pun berperang…

peperangannya bagus!

darah di mana-mana…

efek darah, efek kepala terpenggal, efek tangan putus… bagus! tapii.., tidak se-spektakuler efek pilem di spiderman dkk siyh tapi bagus!

peperangan tersebut tidak sekedar menggunakan senjata dan otot tapi strateginya pintar. dan teknik berkelahi serta berperang dari Spartan juga bagus.

Spartan benar-benar dididik menjadi tentara andal secara alami.

semangatnya terasa.

optimismenya sangat terasa juga.

karena 300 orang melawan pasukan persia yang amaaat sangaaaat banyakkk sekali!

Spartan berperang dan menuntut kesempurnaan dalam teknik individual dari masing-masing spartan. mereka harus melindungi diri mereka sendiri dan melindungi orang di samping kiri dan kanan mereka. dan itu mutlak!

Xerxes pun dibuat bete, marah dan jengkel karena pasukannya tidak bisa mengalahkan 300 pasukan spartan, hanya 300 orang.

bahkan pasukan immortalnya pun ternyata terbukti tidak immortal.

hingga ada satu pengkhianat, ephilates.

seorang bongkok yang sakit hati karena tidak diterima sebagai tentara sparta meskipun dia orang sparta. karena dia cacat dan kecacatannya tersebut tidak memungkinkan dia untuk bertarung dalam formasi melindungi diri sendiri dan orang disamping kiri dan kanannya.

ketika Xerxes tahu jalan rahasia untuk mengalahkan pasukan spartan. maka Leonidas tahu bahwa akhir peperangan sudah tiba. tapi tetep sebagai spartan, dia tetap menunjukkan semangat dan optimisme tinggi.

yang ada hanyalah menang atau mati.

dan untuk membakar semangat pasukannya yang tinggal beberapa ratus orang, Leonidas berteriak…

Spartans! Ready your breakfast and eat hearty… For TONIGHT, WE DINE IN HELL!!

oh my God! tahu gag siyh, aku yang hanya sekedar melihat, kebawa emosi dan semangat tempurnya!

TONIGHT, WE DINE IN HELL!

gosh… Leonidas (Gery Butler, si bapak ini teh cakeup yak 😀 ) tuob!!!

everything dari pilem ini adalah PERFECT!

make upnya yah, spartan woman simple sekali tapi terlihat tangguh, apalagi sang ratunya. tidak ribet dan memakai mahkota ataupun berlagak angkuh dan jaim as a queen tapi simple dan seperti wanita sparta lainnya tapi aura ratunya itu kerasa sekali.

leonidas… mantab juragan! gag bisa dikomentari lagi! seksi boo… 😀

xerxes… hihihihi… tokoh antagonis siyh tapi keren juga! make-up-nya pas! terlihat kejam dan tinggi hati serta berlebihan sekali karena dia menganggap dirinya sebaga God King. dengan perhiasan di sana sini, piercing ini itu… pas! sebagai antagonis… i love him.

gag ada bedanya kostum antara raja (Leonidas) dengan spartan men lainnya, simple tapi waa… keren… slurph… hihihihihihi…

kesimpulannya?

wajib tongton! dan kalo memungkinkan malah wajib koleksi DVDnya!

9 stars deyh dari 10 stars 🙂

iya, aku tau… telat sekali baru sekarang melihat pilem ini, biarin! 😛

aku harus bilang apa?

phew… leganya setelah muntah di postingan sebelum ini.

dan hujan deras. bener-bener deras.

tapi tetep harus mampir toko buku dulu sebelum pulang, karena mau belanja keperluan buat test sementara besok harus mudik jadi my last chance ya malam ini.

doakan saya.

doakan supaya perjalanan saya baik, menyenangkan, nyaman dan tenang karena rutenya adalah rute yang menyakitkan 😐

semoga emosi stabil dan terkendali serta tidak ngelantur ke mana-mana, amien…

aduuuhh… aku takut! dan gag yakin bahwa emosionalku bakal baik-baik saja selama perjalanan tersebut *sigh*, dipikir sebagai uji nyali aja kali ya… 😐

yah, semua ada waktunya dan mungkin perjalanan tersebut tidak akan semellow yang aku bayangkan bahkan mungkin justru menguatkan aku kali ya…

yang jelas aku tau diriku, dan aku sedikit yakin perjalanan tersebut tidak akan bisa seringan yang aku inginkan.

yah, doakan saya…

supaya tenang.

supaya nyaman.

supaya tidak emosional dan kalopun emosional bisa “lari” ke hal-hal positif, bikin puisi lagi mungkin.

supaya bisa elegant menghadapi semua ini.

supaya bisa segera sembuh.

amien.

tengkyu ya untuk ketulusannya dalam mendoakan aku 🙂

here we go…

kupikir pengalamanmu yang lebih kelam, lebih menyakitkan, lebih buruk bisa membuat kamu mengerti semua permintaanku tanpa aku perlu menjelaskannya.

kupikir kamu bisa menyikapinya dengan lebih baik, lebih dewasa dan lebih bisa mengerti.

tapi tidak.

kamu seolah melupakan semua pengalaman burukmu tersebut dan memperlakukanku seperti halnya para cewek yang lain.

tidak, aku tidak menginginkan perlakuan istimewa darimu. karena aku bukan, tidak pernah dan tidak akan menjadi seseorang yang istimewa bagimu, aku tau dan sadar hal tersebut.

then don’t! jangan memperlakukanku seperti ini.

kenapa kamu tidak belajar dari pengalamanmu sehingga bisa menyikapi semua cerita kita ini dengan lebih baik?

kenapa kamu tidak memposisikan aku sebagai kamu ketika kamu dulu sedang bermasalah hal yang buruk tersebut? betapa dulu kamu merasa terganggu dan tersakiti, tidakkah kamu berpikir aku sekarang merasakan apa yang kamu rasakan dulu itu?

apa karena kamu pikir selama ini aku tidak pernah bersikap dan menganggap serius apa yang telah terjadi? sehingga kamu beranggapan apa yang aku rasa terhadapmu tidak akan sesakit dan sedalam apa yang dulu kamu rasakan padanya?

oh mistah, you are totally wrong! kamu tidak tahu betapa seorang aquarius bisa sangat serius menganggap hal ini.

jangan karena kamu bermain-main maka kamu menganggap aku juga bermain-main.

never!

it so obviously, betapa semua kata-kataku, semua pemikiranku, semua prinsipku tidak pernah kamu dengarkan dan tidak pernah kamu pikirkan yang bisa membuat kamu berdiri di sepatuku dan memposisikan dirimu sebagai aku.

dan siapa kamu sehingga seolah lebih tahu tentang aku? siapa kamu sehingga protes dan menentang caraku untuk sembuh?

bahkan aku sendiri tidak yakin mengenali diriku dengan baik dan benar tapi kamu.. iya, kamu! dengan penuh pengertianmu, kamu menolak dan menentang caraku untuk sembuh.

bukankah masih baik aku menyembuhkan diriku dengan memilih untuk tidak membencimu, memilih untuk tetap berpositif thinking padamu tapi aku minta waktu…

jangan membuat aku membenci orang.

jangan membuat aku membenci dirimu.

jangan membuat aku marah kepada diriku sendiri.

jangan membuat aku sulit memaafkan diriku sendiri.

jangan membuat aku berkeinginan menghapus semua pelajaran dari pengalaman ini.

jangan membuat aku mengambil beberapa keputusan ngawur hanya supaya bisa sesegera mungkin bisa sembuh.

ah sutralah…

aku tidak mau tergantung padamu. bahkan untuk perkara “kesembuhanku” ini.

bukankah dari dulu pun aku sebisa mungkin tidak tergantung padamu?

jadi…

kamu, iya kamu!

tidak peduli seberapa dalam rasaku untukmu. tidak peduli seberapa besar rasa hormat, respect dan peduliku untukmu. tidak peduli seberapa dalam rasa sayang yang aku rasa untukmu.

kumohon tetaplah di situ. jangan mendekatiku. jangan tersenyum padaku. jangan menyapaku.

biar aku berurusan denganNYA untuk masalah semua rasa ini.

dan semua perlakuan baikku padamu, semua yang kamu bilang “perhatian”ku padamu… sudah, lupakan saja, anggap aku tidak pernah melakukan hal-hal baik padamu.

jangan jadikan semua kebaikan itu sebagai alasan bagimu untuk membalas berbuat baik dan manis padaku.

aku berbuat baik tidak bertujuan apapun, semuanya mengalir dan tulus ikhlas kulakukan.

tidak juga untuk membeli sikap baikmu. tidak pula untuk memperoleh sikap ramahmu dan terutama tidak juga untuk membujukmu supaya memperhatikan aku.

tidak! terima kasih.

aku tidak mau ketidaktulusan tersebut (bukan berarti kamu tidak tulus).

tolong, aku sedang berusaha keras membekukan hatiku.

“so i hold it in, till my heart can mend and be brave enough to love again”

jangan mempersulitnya. aku cuman minta itu… jangan mempersulit langkah dan niatku ini.

you’re a good person kok.

very nice too.

ya, i love you and still now… but yes, you deserve a better one, absolutely.

selamat yah.

take care.

sukses.

dan salam buat keluarga dan belahan jiwamu.

me, signing off from your life.

ps: oh ya, ini full of emotion. so what?

Tuhan, bantu aku…

*klik publish*

*spicles melihat ke langit*

Siyal!

Kupikir hari ini pun akan berjalan dengan aman, tenang, damai dan tidak ada sapaan serta gangguan sama sekali seperti beberapa hari yang telah berlalu ini setidaknya jadi semakin mantab.

Tapi tidak, TUHAN tidak berniat mempermudah jalan hidupku.

 

TUHAN, YOU know what… tidak lucu! Amat sangat teramat super duper mega ultra tidak lucu sekali banget.

oo, aku ketahuan… :P

seorang teman bertanya melalui yahoo messenger,

“baca jurnal loe, loe lagi-lagi sedang diverting dan lari dari masalah hati lagi yak?”

huehehehehehehehehe…

sepertinya kemampuanku untuk berpura-pura dan menutupi sesuatu sudah mulai menurun drastis 😛

*berniat bertapa brata di gunung kawi lagi*

segitu parahnya yak?

sudah ok!

horee… aku bisa berjalan-jalan ke masa lalu tanpa terkapar!

*seneng 😛 *

eh, sumpah gag penting! bener bener gag penting deyh! 😀

*cuek*

tapi seneng lhoh, karena bisa dan mampu berjalan-jalan ke belakang tanpa muatan emosi berlebih dan tanpa terkapar 🙂

honestly ok!

i just want to feel safe in my own skin
i just want to be happy again
i just want to feel deep in my own world
but im so lonely i dont even want to be with myself anymore
on a different day
if i was safe in my own skin
then i wouldn’t feel lost and so frightened
but this is today and im lost in my own skin
and im so lonely i dont even want to be with myself anymore
i just want to feel safe in my own skin
i just want to be happy again

honestly OK! – Dido

semoga memang sudah ok untuk seterusnya, amien… 🙂