TONIGHT, WE DINE IN HELL!!

judul filmnya 300.

diambil dari jumlah pasukan yang diceritakan dalam film tersebut.

pada awal cerita, sedikit underestimate siyh karena adalah bukan seleraku banget buat film yang hanya sekedar bak bik buk, darah… darah… darah… dan luka di mana mana. jadi hal pertama, setidaknya dalam 5 menit pertama, yang terpikir adalah “ouch, pilem yang ngebosenin!”

diawali dengan cerita yang fokus pada tradisi keras dari bangsa Sparta. betapa dari semenjak kecil pun sudah ditanamkan sisi “keras” dan kegemaran atas bertarung, berperang, kehormatan, tunduk pada raja.

menit-menit awal terlihat cerita heroic dari sosok sang raja, Leonidas, betapa blio bisa survive dalam tradisi penuh kekerasan dan bahkan blio menjadi legenda karena berhasil membunuh seekor serigala buas yang besar di suatu musim dingin sewaktu dia masih remaja.

lalu cerita berlanjut ke kedatangan utusan raja persia, Xerxes, pada saat Leonidas sedang mengajarkan teknik bertarung tangan kosong pada anaknya dengan disaksikan sang ratu, Queen Gorgo (cantik! dan karismatik! serta kuat! 🙂 ). barulah di chapter ini aku melihat bahwa film ini tidak sekedar hanya tentang kekerasan dan perang tanpa otak. aku melihat ada sisi manusiawi, sisi kelembutan yang juga diselipkan secara nyata dalam film ini.

lalu terjadi percakapan antara Leonidas dan utusan persia tersebut dengan sang ratu berdiri di samping sang raja. ternyata persia menginginkan sparta untuk takluk. dan sang ratu pun ikut bicara yang mana hal tersebut mengejutkan si utusan dan membuat si utusan tersinggung, “What makes this woman think she can speak among men? “ (more or less yak 😀 )

daaaan… di point ini kerasa banget karisma seorang ratu bisa diangkat oleh Lena Hayden (sang ratu) ini, kerasa sekali betapa sang ratu tidak bisa diremehkan! Queen Gordo bilang, “Because only spartan women give birth to real men.”

aku suka adegan tersebut! kena banget!

power as a queennya itu kerasa dan dapat banget!

sementara King Leonidasnya menunjukkan sikap gag masalah dengan kuasa sang istri tersebut.

parfait!

bagus!

and then bla..bla…bla… si utusan bilang, “leonidas, pilih kata-katamu dengan bijaksana. itu mungkin kata katamu yang terakhir… sebagai raja.”

sampai point ini, semakin kerasa bahwa pilem ini bukan hanya sekedar pilem bak bik buk saja.

so… i keep continue watching this movie 😀 .

setelah Sparta dengan tegas menyatakan perangnya terhadap Persia (dengan membunuh seluruh utusan Persia tersebut) ada adegan di mana Leonidas bimbang atas keputusan berperangnya tersebut. karena tim dewa penasihat yang ternyata telah disuap Persia (tanpa setahu Leonidas) menolak merestui keputusan berperang tersebut sementara keputusan tim dewa penasihat (Ephors dan Oracle) adalah mutlak dalam hukum Sparta.

dan Leonidas bertanya pada Queen Gordo, “what a king must do to save this world when the very laws that he swore to protect forced him to do nothing?!”

dan Queen Gordo menjawab, “it is not a question of a spartan to do nor a husband nor a king, instead ask yourself my dear love, what should a free man do?”

waaa… aku suka kata-katanya! it’s beautiful…indeed, it’s very beautiful 🙂 *tersentuh*

dan juga karena adegan tersebut settingnya di kamar tidur siyh dan seingatku, hanya satu adegan ini saja yang “BO” 😛 .

pokoknya pas adegan ini terharu banget, sampai 3x nonton! weits… karena kata-kata di atas bukan karena di kamar tidur 🙂 .

in the end, sang raja memutuskan untuk berperang tidak dengan kekuatan penuh karena tanpa restu oracle dan ephors tersebut.

sewaktu berpisah dengan istri dan anaknya… *menangis lagi nee… 😛 *

sang ratu bilang, come back with your shield, or on it (sembari nyerahin kalung jimat ke leonidas).”

aduuhh… adegan ini bener-bener menguatkan bahwa pilem satu ini bukan hanya sekedar pilem penuh adu otot tanpa otak dan tanpa perasaan, hiks…

ada satu adegan yang bikin aku senyum simpul, adalah ketika 300 pasukan tersebut berkumpul dan dewan kota (statesmen men) datang bersama theron (pengkhianatnya) dan mereka mengingatkan Leonidas atas keputusan ephors dan oracle yang tidak merestui peperangan tersebut.

statesmen bertanya pada Theron, “what should we do?”

Theron bertanya pada Leonidas, “What can we do?”

respons Leonidas, “What can you do?! Sparta will need sons.”

yang bikin lucu adalah ekspresi dari masing-masing ntu 😀 , huehehehehehe…

dan akhirnya pun berperang…

peperangannya bagus!

darah di mana-mana…

efek darah, efek kepala terpenggal, efek tangan putus… bagus! tapii.., tidak se-spektakuler efek pilem di spiderman dkk siyh tapi bagus!

peperangan tersebut tidak sekedar menggunakan senjata dan otot tapi strateginya pintar. dan teknik berkelahi serta berperang dari Spartan juga bagus.

Spartan benar-benar dididik menjadi tentara andal secara alami.

semangatnya terasa.

optimismenya sangat terasa juga.

karena 300 orang melawan pasukan persia yang amaaat sangaaaat banyakkk sekali!

Spartan berperang dan menuntut kesempurnaan dalam teknik individual dari masing-masing spartan. mereka harus melindungi diri mereka sendiri dan melindungi orang di samping kiri dan kanan mereka. dan itu mutlak!

Xerxes pun dibuat bete, marah dan jengkel karena pasukannya tidak bisa mengalahkan 300 pasukan spartan, hanya 300 orang.

bahkan pasukan immortalnya pun ternyata terbukti tidak immortal.

hingga ada satu pengkhianat, ephilates.

seorang bongkok yang sakit hati karena tidak diterima sebagai tentara sparta meskipun dia orang sparta. karena dia cacat dan kecacatannya tersebut tidak memungkinkan dia untuk bertarung dalam formasi melindungi diri sendiri dan orang disamping kiri dan kanannya.

ketika Xerxes tahu jalan rahasia untuk mengalahkan pasukan spartan. maka Leonidas tahu bahwa akhir peperangan sudah tiba. tapi tetep sebagai spartan, dia tetap menunjukkan semangat dan optimisme tinggi.

yang ada hanyalah menang atau mati.

dan untuk membakar semangat pasukannya yang tinggal beberapa ratus orang, Leonidas berteriak…

Spartans! Ready your breakfast and eat hearty… For TONIGHT, WE DINE IN HELL!!

oh my God! tahu gag siyh, aku yang hanya sekedar melihat, kebawa emosi dan semangat tempurnya!

TONIGHT, WE DINE IN HELL!

gosh… Leonidas (Gery Butler, si bapak ini teh cakeup yak 😀 ) tuob!!!

everything dari pilem ini adalah PERFECT!

make upnya yah, spartan woman simple sekali tapi terlihat tangguh, apalagi sang ratunya. tidak ribet dan memakai mahkota ataupun berlagak angkuh dan jaim as a queen tapi simple dan seperti wanita sparta lainnya tapi aura ratunya itu kerasa sekali.

leonidas… mantab juragan! gag bisa dikomentari lagi! seksi boo… 😀

xerxes… hihihihi… tokoh antagonis siyh tapi keren juga! make-up-nya pas! terlihat kejam dan tinggi hati serta berlebihan sekali karena dia menganggap dirinya sebaga God King. dengan perhiasan di sana sini, piercing ini itu… pas! sebagai antagonis… i love him.

gag ada bedanya kostum antara raja (Leonidas) dengan spartan men lainnya, simple tapi waa… keren… slurph… hihihihihihi…

kesimpulannya?

wajib tongton! dan kalo memungkinkan malah wajib koleksi DVDnya!

9 stars deyh dari 10 stars 🙂

iya, aku tau… telat sekali baru sekarang melihat pilem ini, biarin! 😛

Advertisements

2 responses to this post.

  1. Posted by Godfrey II on February 8, 2008 at 9:10 pm

    aku jg suka ok…

    ku liat berkali kali

    N Pas mengharukan dimana di mati dihujani jutaan anak panah sendirian….

    Dia jg bilang”Aku berjanji,aku yakin bahwa hari ini seorang dewa pun akan merasakan sakit!”

  2. emang pilem bagus yak… 😀
    hehe.. makasih udah berkunjung 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: