Archive for December 19th, 2007

gosh! what a day!

wohaa…kantor ke terminal bis bungurasih yang normalnya aku tempuh selama 10 menit, gara-gara macet akibat kecelakaan jadinya kali ini aku tempuh selama satu jam!

phew…

sudah cukup? itu saja? tunggu dulu!

satu jam itu tidak jarak tempuh dari pintu gerbang kantor hingga pintu masuk terminal, oh tentu tidak!

aku masih perlu jalan 300m dan ‘menari balet’ diantara sepeda motor dan mobil yang secara kompak memutuskan untuk menjadikan jalan sebagai tempat parkir massal! puhliis deyh…
seolah belum cukup, ada di dalam terminal adalah sekian banyak banyak manusia! tanpa bis!

halaaah…

gara-gara macet rusak jadwal mudik sekian banyak orang!

*sigh*

ah, sutralah…cerita lengkap menyusul, cukup nun saja yang bisa menertawakan acara mudik kali ini 😀

hey, afterall…mataku jadi semakin sehat dan seger 😛

ergh… *ketok ketok meja*

iya!

ngarti!

paham!

bahwa aku cuman bisa berencana saja dan tetap Tuhan yang memutuskan apa yang terbaik untuk aku jalani.

apakah rencanaku tersebut. atau ada jalan lain yang lebih baik!

*sigh*

tapi Tuhan, perkara ini masih belum bisa membuat aku berhenti dan tidak bisa membuat aku memutuskan untuk berbalik arah.

i have decided.

then be it!

eugh! not now, please…

yup, benar perkiraanku. rintangan pertama baru saja menyapaku dan it sucks! tapi yaa… mau bagaimana lagi?!

OK, sekarang mematangkan plan B!

Tuhan, Kamu tahu bahwa perlu lebih dari sekedar kilat/gempa/banjir/ular untuk membuatku mundur, bukan? perlu lebih dari sekedar Gunung Kelud meletus/dikerubuti cicak untuk membuat aku mengubah rencanaku, bukan?

Kamu juga tahu bahwa aku bisa sangat keras kepala jika aku sudah memutuskan menjalani satu hal, bukan?

dan Kamu pun sangat mengenalku untuk tahu bahwa aku sering sudah prepare rencana backup, bukan?

tapi listrik mati seperti sekarang ini rasanya menyebalkan! *bengong memandang awan hitam bin gelap*

semoga semua yang terjadi hanyalah sekedar kerikil dan rencana utama bisa tetap aku jalankan, amien.

hujan dan mendung selalu sukses memundurkan waktu bagiku…

sepertinya *mengamati “perubahan cuaca”*

er… kok tanda-tandanya, sepertinya semua planningku bakal berantakan yak? *mencoba tetep berpositif thinking*

ayoo… cepatlah jam 5 sore tanpa ada kejadian apapun, amien…

tenang siyh, gag gugup bin nervous.

cuman masih mengotak-atik plan B jika plan utama gagal dan membuat semua rencana ke jakarta jadi kacau.

er… sepertinya siyh bakal jalan di plan B…

er… *tetep positif thinking*

ayoo… jam 5 sore segeralah datang tanpa ada kejadian penting, amien…

yang jelas, perut aneh… gag sakit tapi dari tadi pagi udah pingin mumun gini.

ceka… yaa… salah siapa pola makan gag diatur?!

ayoo… jam 5 sore, segeralah menyapaku tanpa kejadian penting, amien…

baidewei, tuhan… gag jadi aku cium yak pan udah gagal!

enak aja tetep minta cium 😛

er…*berpositif thinking*

“so listen up, this sun hasn’t set” 

anyway, hehe… a funny way to wake me up, God and to make me realize what’s been going on in my heart, again… and again… and again…

thank you so very much 🙂

*duduk manis di depan Tuhan*

*kedipin Tuhan*

boleh ngobrol bentar yak? pingin bertanya sedikit siyh…

tapi… excuze moi, sumimasen… yang aku tahu pertanyaanku berikut ini adalah benar-benar tidak pantas untuk dipertanyakan, dan mau sekeukeuh apapun aku bertanya, pertanyaan berikut ini adalah bener-bener gag penting dan gag perlu banget…

tapi maaf, excuze moi, sumimasen… i’m just a normal human being who knows and aware akan konsep 5W+1H.

jadi?

maaf Tuhan, Kenapa ya rasa yang ada di hatiku ini demikian dalam dan besar padanya?

sangat dalam sehingga bisa membuat aku seperti sekarang ini.

bisa membuat aku rapuh dan kuat pada saat yang bersamaan.

bisa membuat aku jatuh dan bangun seperti sekarang.

bisa membuat aku berpikir sepositif ini.

bisa membuat aku melihat satu sosok sebagai satu sosok yang baik (tanpa berlebihan) pada waktu yang lama tanpa tendensi apapun.

bisa membuat aku melihat sisi buruknya tanpa mengubah aku menjadi tidak respect pada satu sosok tersebut.

bisa membuat aku demikian peduli, respect, perhatian, sayang pada sosok itu.

bisa membuat aku sekokoh ini dan juga selemah itu.

bisa membuat aku optimis pada satu hal dan pesimis pada satu hal yang sama.

bisa membuat aku belajar banyak.

bisa membuat aku berbeda sekali dengan aku yang tiga tahun yang lalu.

bisa membuat aku menjadi sebaik ini.

bisa membuat aku semakin tau sosokku.

bisa membuat aku setulus dan seikhlas ini.

kenapa Engkau sebagai Penguasa Hati diam saja dan membiarkan aku tetap berkutat di satu rasa ini padahal it is not worth it tokh?

tidak, tidak, aku tidak bermaksud menuntut Engkau mengubah takdir  yang sudah Kamu tetapkan atas hidupku, aku hanya tidak mengerti kenapa “kekeraskepalaan dan kekeukeuhanku” demikian mantab berdiri di satu rasa ini.

kadang hal ini menakutkan aku dan karena ketakutan ini, aku jadi semakin takut bahwa aku akan salah menyikapinya.

begitulah Tuhan.

oh, tunggu… jangan Kamu jawab dulu, kurasa aku tau jawabannya.

Kamu membiarkan aku berkutat di masalah ini, membiarkan aku memutuskan penyelesaian rasa ini terletak di tanganku sendiri supaya aku bisa menjadi sebaik aku yang sekarang ini, iya kan?

dan juga supaya aku benar-benar bisa belajar mengenai seluk beluk rasa ini.

benar begitukah?

ah, so…

kalo iya, mm… apakah apapun keputusanku untuk mengambil sikap apapun itu terhadap dia dan aku serta hatiku, maka akan selalu Kau benarkan?

katanya, menyakiti diri sendiri adalah salah… jadi bagaimana donk?

karena yang terlihat di mataku sekarang ini, semua solusi, semua sikap yang bisa aku ambil selalu beresiko menyakiti diriku terutama hatiku.

hehe… i’m not a good and clever student yah?

Tuhan… yang sabar dalam menghadapi aku yah? pan Tuhan Maha Penyabar 😀

*tetap duduk manis di depan Tuhan*