*duduk manis di depan Tuhan*

*kedipin Tuhan*

boleh ngobrol bentar yak? pingin bertanya sedikit siyh…

tapi… excuze moi, sumimasen… yang aku tahu pertanyaanku berikut ini adalah benar-benar tidak pantas untuk dipertanyakan, dan mau sekeukeuh apapun aku bertanya, pertanyaan berikut ini adalah bener-bener gag penting dan gag perlu banget…

tapi maaf, excuze moi, sumimasen… i’m just a normal human being who knows and aware akan konsep 5W+1H.

jadi?

maaf Tuhan, Kenapa ya rasa yang ada di hatiku ini demikian dalam dan besar padanya?

sangat dalam sehingga bisa membuat aku seperti sekarang ini.

bisa membuat aku rapuh dan kuat pada saat yang bersamaan.

bisa membuat aku jatuh dan bangun seperti sekarang.

bisa membuat aku berpikir sepositif ini.

bisa membuat aku melihat satu sosok sebagai satu sosok yang baik (tanpa berlebihan) pada waktu yang lama tanpa tendensi apapun.

bisa membuat aku melihat sisi buruknya tanpa mengubah aku menjadi tidak respect pada satu sosok tersebut.

bisa membuat aku demikian peduli, respect, perhatian, sayang pada sosok itu.

bisa membuat aku sekokoh ini dan juga selemah itu.

bisa membuat aku optimis pada satu hal dan pesimis pada satu hal yang sama.

bisa membuat aku belajar banyak.

bisa membuat aku berbeda sekali dengan aku yang tiga tahun yang lalu.

bisa membuat aku menjadi sebaik ini.

bisa membuat aku semakin tau sosokku.

bisa membuat aku setulus dan seikhlas ini.

kenapa Engkau sebagai Penguasa Hati diam saja dan membiarkan aku tetap berkutat di satu rasa ini padahal it is not worth it tokh?

tidak, tidak, aku tidak bermaksud menuntut Engkau mengubah takdir  yang sudah Kamu tetapkan atas hidupku, aku hanya tidak mengerti kenapa “kekeraskepalaan dan kekeukeuhanku” demikian mantab berdiri di satu rasa ini.

kadang hal ini menakutkan aku dan karena ketakutan ini, aku jadi semakin takut bahwa aku akan salah menyikapinya.

begitulah Tuhan.

oh, tunggu… jangan Kamu jawab dulu, kurasa aku tau jawabannya.

Kamu membiarkan aku berkutat di masalah ini, membiarkan aku memutuskan penyelesaian rasa ini terletak di tanganku sendiri supaya aku bisa menjadi sebaik aku yang sekarang ini, iya kan?

dan juga supaya aku benar-benar bisa belajar mengenai seluk beluk rasa ini.

benar begitukah?

ah, so…

kalo iya, mm… apakah apapun keputusanku untuk mengambil sikap apapun itu terhadap dia dan aku serta hatiku, maka akan selalu Kau benarkan?

katanya, menyakiti diri sendiri adalah salah… jadi bagaimana donk?

karena yang terlihat di mataku sekarang ini, semua solusi, semua sikap yang bisa aku ambil selalu beresiko menyakiti diriku terutama hatiku.

hehe… i’m not a good and clever student yah?

Tuhan… yang sabar dalam menghadapi aku yah? pan Tuhan Maha Penyabar 😀

*tetap duduk manis di depan Tuhan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: