jadi ceritanya adalah…

bahkan efek dari crowded akibat cerita mudik kmaren malam masih nempel banget.

andai bisa aplot foto sekarang, udah dipamerin bukti perjuangan dapat bis di terminal semalem deyh…

da…n… er…kebetean ketika sudah duduk manis di bis patas masih berasa!

ada apakah?

jadi begini:

karena melihat kapasitas penumpang yang jauh jauh jauh banyak sekali sementara armada bis sama sekali tidak ada (sama sekali!) jadi aku berinisiatif untuk menunggu bis di pintu kedatangan dengan harapan penumpang tidak sebanyak yang ada di dalam.

ternyata, harapan tinggal harapan! banyaaak penumpang yang beride sama denganku :p
jadi aku tiba di terminal jam 7 lebih dan baru dapat bis jam 9-an, dooh…

dan datanglah bis ekonomi pertama yang sudah dipenuhi penumpang sejak dari gerbang masuk (sedangkan aku menunggu di tempat penurunan penumpang), satu bis itu keluar dari tempat penurunan penumpang dengan kondisi penuh! wusyet daah…parah pol!

*will be updated soon!*

huehehe… yuhuu…i’m back! after a short nice interuption :p .

oke…balik lagi yaa…

yah, akhirnya menyingsing lengan baju demi bisa keangkut bis ke kediri. ikut berlari menyongsong bis patas yang masih ngintip di gerbang kedatangan 😀 .

dan masuk bis ga berusaha nyari kursi nyaman tapi langsung duduk manis di kursi kosong pertama yang aku temui. yaitu adalah kursi tambahan di samping pak supir! :p

senangnya…

dan tetap dunk ah! meskipun patas tapi kapasitas penumpang adalah penuh hingga berdiri bahkan hingga ngadeprok manis di lantai di pintu masuknya.

karena aku kurus (baca:langsing) maka 1 kursi itu longgar sekali dan kulihat ada seorang ibu yang ga dapat tempat duduk. wajar kan kalo aku persilahkan untuk berbagi kursi denganku. dan beliau bersedia malahan beliau berbaik hati berbagi rejeki tersebut dengan seorang mba lain dengan menawarkan untuk memangku si mba itu.

*nanti diupdated lg*

hehe…i’m here…

ok, aku ga masalah dengan 1 kursi bertiga karena aku tetap dalam posisi nyaman dan memang keadaan tidak memungkinkan untuk mendapat lebih. yah, walopun kaki kananku harus rela jadi alas dari 1 koper yang lumayan berat :p .

yang jadi masalah adalah…

seiring waktu dan selama perjalanan tersebut topik pembicaraan mereka berdua adalah, ‘nanti naik becak atau udah dijemput?’.

ok d, aku kadang tertidur jadi ga akurat juga kejadian ini lha tapi masa’ tiap aku bangun topiknya itu itu aja 😦 .

lalu? oh tentu donk masih ada cerita yang lain.

karena merasa berhutang budi, si mba membayar karcis bis si ibu. tapi none of them yang ingat untuk membayar karcisku lho! er…huello…ini kursinya siapa yak? 😀 .

dan karenanya… yang sharing kursi sama aku adalah si mba bukan si ibu!

yaa…i cant do nothing siyh tapi lumayan terganggu sedikit siyh…

enough kah?

belum donk 😀

puncaknya adalah karena si mba hni tidak sekurus (baca:gendut) aku jadi space kursinya kurang padahal aku sendiri sudah melipat-lipat tubuhku dan puncak dari puncak kebetean inh adalah ketika si mba ini dengan juteknya bilang, ‘geser dong!’

woi! aku ini duduknya udah ga bisa bergeser lagi karena udah mentok ke dinding pembatas dengan pak sopir!

sejak itu, aku berhenti bersikap sopan dan sok mengerti ke si mba. lagian awalnya aku berniat sharing kursi dengan si ibu, weeekk..

dan aku tiba di rumah sekitar jam 12 malam 🙂

phew…what a long journey 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: