Archive for December 28th, 2007

kenangan dalam masa lalu

kamu.

pernahkah tertawa sembari menangis? bukan karena sebuah adegan sinetron yang berlangsung dan kamu tonton dalam kehidupan nyata. tetapi atas peristiwa yang kamu alami. tertawa untuk diri sendiri seolah tubuhmu adalah bukan kerangka jiwamu.

menangis atas luka yang tercarut di jiwamu. dan kamu menertawakan tangisanmu.
kamu. pernahkah?

mohon maafkan aku jika aku berkesan menyalahkan kamu padahal tidak. aku tidak menyalahkanmu. aku hanya terlalu pengecut untuk mengakui kesalahanku, untuk menanggung beban tanggung jawabku dan aku perlu kamu untuk meringankan semua rasa ini. so i blame you.

kamu. maaf.

bahkan hingga detik ini semua berasa berat. rasa ini masih sangat kuat dan membuat aku kewalahan meskipun aku sudah menerapkan teori naik turun. semua masih berasa berat.

entah apa yang telah kamu lakukan hingga sosokmu sangat kuat menguasaiku.

kamu. terlalu kuat.

bahkan aku sudah mencoba untuk membencimu dengan mencoba mengingat hal-hal buruk yang sudah pernah kamu lakukan. tapi aku tidak bisa. bukan karena tidak ingin tapi aku tidak membiasakan diriku untuk menyimpan hal-hal buruk. bagiku, membenci orang jauh lebih sulit daripada menyakiti diri dan hatiku sendiri.

kamu. terlalu indah untuk aku benci.

aku tau bahwa semua ini akan berlalu.

aku tau kenangan ini akan berubah menjadi satu hal indah yang hanya bisa memancing senyumku, suatu hari nanti.

aku tau aku akan berhenti menyakiti diriku seperti saat ini, suatu hari nanti.

aku tau someday, aku dan kamu, di suatu sore yang indah, duduk di kursi favorit masing-masing dan senyum indah terukir di bibirku dan bibirmu ketika teringat semua imi. aku di sini dan kamu entah di mana.

aku tau itu. karena kenangan hanyalah satu hal yang lucu yang hanya pantas untuk aku tertawakan.

hanya saja, aku tidak menyangka bahwa sebuah kenangan bisa membuat aku untuk memilih menyakiti diriku sendiri sebelum aku mencapai titik balik kelucuan tersebut.

kamu. maafkan aku.