yang terlupakan.

dan aku berhasil.

lupa.

tentang satu rasa terlarang.

tapi sekarang aku merindukannya.

bukan untuk mengulang rasa yang SAMA.

tapi hanya untuk sekedar menyinggungkan garis kehidupan saja.

bersinggungan selintas lepas,

hanya satu periode singkat dalam kehidupanku ini.

sebentar, selintas dan sekejap saja aku berharap bisa,

untuk bertanya dan menuntut jawabnya.

bukan untuk mengubah segala yang sudah terjadi.

tapi untuk memurnikan rasa.

kepada bayang matahari.

mungkin nanti, aku akan menyapanya,

melalui keajaiban tangan manusia

dan berucap…

“hai, lelaki. apa kabarmu?”

nanti…

suatu saat nanti, pasti!

aku akan menarik garis edarmu kembali, untuk menjawab sapaku.

sekali lagi, bukan untuk kembali merasa rasa yang SAMA.

tapi untuk melihat ke depan

dan benar-benar menjadikannya sebagai bayang matahari.

(Surabaya, 18 Januari 2008)

~

berjalan ke masa lalu melewati lorong yang sudah terang, lorong-lorong waktu tahun 2004-2005 dan aku merindukannya. bukan rindu atas rasa, hanya rindu untuk menyapa 🙂 .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: