mulutmu mencubit di mulutku

dan untuk pertama kalinya aku menyesap aroma cinta

manis dan tajam, legit dan busuk

membelai dan menampar

kamu lengah untuk sekejap

andai bisa kucekik saat itu

setelah berbagi tentang aroma cinta yang kau hisap dari mulutku

andai bisa kucekik saat itu

dan hanya meninggalkan manis legitnya aroma cinta

membelaiku

mulutmu mencubit di mulutku

merampas aroma kehidupanku

menyisakan hati yang berdarah.

~

(Surabaya, 23 Januari 2008, 08:12am)

*Inspired by Chairil Anwar dalam puisi beliau yang berjudul sama, 12 Juli 1943*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: