Archive for January 25th, 2008

retour a vega

lagu penutup untuk weekend ini… 🙂

~

ca y est c’est reparti
je me divise en deux
je suis tout a la fois
l’acteur et le decor
je ne sais ou je vais
ou je vais, le saurais-je?
je vais nulle part mais a toute vitesse

l’haleine des camions
le soleil alienant
sur le toit du bancroft building a montreal
les filles a moitie nues
je pense a toi souvent
les filles completement nues
ca me fait toujours mal

et puis je reste la
les gens me semblent heureux
si tu savais suffrir
je m’en porterais mieux
tu recevras ma lettre
dechirante et dechiree
les larmes de non-retour
de la chienne crevee

ca y est c’est reparti
je me divise en deux
je suis tout a la fois l’acteur et le decor
je ne sais ou je vais
ou je vais, le saurais-je?
je vais nulle part mais a toute vitesse

~

yang italic, means liriknya lumayan nonjok hatiku.

yang bold, means liriknya bener-bener menampar dan menghajar hatiku tanpa belas kasihan.

dan kepada siapa aku harus berterima kasih?

haha! you know the answer tokh? 😐

have a great weekend guys…

bon courage!

mari bertarung!

rentang galah lebih pendek

dari jangkauan tanganku

tinggi gunung hanyalah perlu kulompati saja

samudra itu, luas

tapi mataku bisa melihat ujungnya

jadi, apalagi yang aku takutkan?

jika tidak ada yang menghalangiku lagi.

tapi benarkah? bahwa tidak ada yang bisa menghalangiku lagi?

DIA?

bukankah DIA menyayangiku? dan mengasihiku?

jadi DIA akan mendukungku!

pastinya!

~

semut menggigit pojok kanan hatiku

lalu meninggalkannya terluka

beriringan menjelajahi hatiku hanya untuk berpindah ke pojok kiriku

“hatinya tidak manis! pahit dan getir di semua sudutnya!”

demikian jeritan semut.

para teman semut menganggukan kepalanya menyetujui sang semut.

“jadi buat apa kalian bertahan hidup di hatiku? tinggalkanlah jika tidak ada madu memabukkan di situ!”

demikian pembelaanku.

“kami melakukan tugas kami.”

aku terpana,

“tugas apa? menyakiti diri kalian masing-masing?”

bala semut semakin banyak berdatangan dan berkumpul di hatiku.

“bukan. kami bertugas membuat lubang-lubang di hatimu supaya madu memabukkan itu bisa tercipta dalam hatimu dan hatimu akan bersinar indah.”

begitukah?

“tapi sakit!”

semut tertawa terbahak-bahak.

“dari sakit akan tercipta aroma madu yang memabukkan tersebut. sekarang, tinggalkan kami untuk bekerja dan nikmatilah semuanya ini!”

~

*meracaugajelasdiweekendsorehariygserudgnbertemansegudangkomikbaru*

😛

btw, emang yah kalo udah di depanNYA gag akan bisa lagi berkutik. no excuses, no… nothing 🙂 .

karena seminggu ini bener2 harus berjuang untuk tetep tegak berdiri tanpa dendam dan mungkin seru kali yaa buat mencoba mengetest kemampuan dan kekuatan hatiku jadi aku yang merasa ditampar bolak-balik oleh berbagai kejadian.

jadinya seolah lagi diajak bercanda dan diajak bertaruh olehNYA.

seolah denger DIA berkata, “IMAS, KUAT BENERAN GAG SIYH LOE INI?!”

jawabanku tentu serupa dan sama kencangnya dengan teriakanNYA donk *gag mau kalah 😛 *.

aku jawab, “YA IYALAH KUAT! PAN ADA ENGKAU!”

🙂

benar bukan , sodara semuanya?

walopun iya siyh, tamparanNYA itu bener-bener tipikal tamparan yang bikin aku sampai menoleh ke kiri dan ke kanan, bikin mataku berkunang-kunang, bikin pipiku merah darah dan bahkan sampai aku menangis tapi yaa… mo begimana lagi 😛 .

Menahun eh menahan

aduh, perut sakit melilit. semua isi perut juga rasanya udah antri untuk melihat indahnya dunia dan mereka berbaris rapi dengan tidak sabar di jalur lambung-kerongkongan.

sementara perut melilit sakit setengah hidup.

mau pup? tapi gag bisa. karena lagi di jalan.

kepingin buang gas? tapi gag enak hati. karena lagi di mobil ber-AC dengan para bos dari bos super kecil hingga bos super besar. i’m the only woman dan satu-satunya kacung yang boleh ikut dan resmi ditasbihkan sebagai sasaran olok-olokan gag mutu dan gag jelas.

aku harus bagaimana?

gag mungkin meminta privilage supaya mobil dihentikan dan aku memuaskan nafsuku sendirian sementara para bos punya beban dunia yang lebih besar yang harus segera dituntaskan.

aduh, aku harus bagaimana?

bertahan? perjalanan masih kurang sekitar 2 jam lagi. tahankah aku?

untuk tidak muntah.

untuk tidak buang gas dan membuat para bos mabok kepayang atas kecantikanku (eh, salah yak? 😛 )

mukaku sudah pucat pasi dan dudukku sama sekali tidak tenang. aku pun tidak membawa batu kerikil untuk aku lumatkan alih-alih memikirkan keterbatasan ini.

bisakah aku?

tahankah aku?

sanggupkah aku?

bertahan selama setidaknya (paling cepat) 2 jam ke depan?

*sakaw toilet bersih*

jika ditahan lebih lama lagi…

membatu…

sakit…

dan jadi penyakit…

begitu pula rasanya sekarang ini ketika ada satu topik yang pingin sekali aku postingkan di sini tapi semua radar atas nama “kebaikan hatiku” dan “kewarasanku” berkata dan menyuruhku untuk tidak melakukan dan tidak mengetikkan apapun tentang satu hal tersebut.

rasanya…

sesak…

empet…

sakit…

but all in all, i’m ok.