mari bertarung!

rentang galah lebih pendek

dari jangkauan tanganku

tinggi gunung hanyalah perlu kulompati saja

samudra itu, luas

tapi mataku bisa melihat ujungnya

jadi, apalagi yang aku takutkan?

jika tidak ada yang menghalangiku lagi.

tapi benarkah? bahwa tidak ada yang bisa menghalangiku lagi?

DIA?

bukankah DIA menyayangiku? dan mengasihiku?

jadi DIA akan mendukungku!

pastinya!

~

semut menggigit pojok kanan hatiku

lalu meninggalkannya terluka

beriringan menjelajahi hatiku hanya untuk berpindah ke pojok kiriku

“hatinya tidak manis! pahit dan getir di semua sudutnya!”

demikian jeritan semut.

para teman semut menganggukan kepalanya menyetujui sang semut.

“jadi buat apa kalian bertahan hidup di hatiku? tinggalkanlah jika tidak ada madu memabukkan di situ!”

demikian pembelaanku.

“kami melakukan tugas kami.”

aku terpana,

“tugas apa? menyakiti diri kalian masing-masing?”

bala semut semakin banyak berdatangan dan berkumpul di hatiku.

“bukan. kami bertugas membuat lubang-lubang di hatimu supaya madu memabukkan itu bisa tercipta dalam hatimu dan hatimu akan bersinar indah.”

begitukah?

“tapi sakit!”

semut tertawa terbahak-bahak.

“dari sakit akan tercipta aroma madu yang memabukkan tersebut. sekarang, tinggalkan kami untuk bekerja dan nikmatilah semuanya ini!”

~

*meracaugajelasdiweekendsorehariygserudgnbertemansegudangkomikbaru*

😛

btw, emang yah kalo udah di depanNYA gag akan bisa lagi berkutik. no excuses, no… nothing 🙂 .

karena seminggu ini bener2 harus berjuang untuk tetep tegak berdiri tanpa dendam dan mungkin seru kali yaa buat mencoba mengetest kemampuan dan kekuatan hatiku jadi aku yang merasa ditampar bolak-balik oleh berbagai kejadian.

jadinya seolah lagi diajak bercanda dan diajak bertaruh olehNYA.

seolah denger DIA berkata, “IMAS, KUAT BENERAN GAG SIYH LOE INI?!”

jawabanku tentu serupa dan sama kencangnya dengan teriakanNYA donk *gag mau kalah 😛 *.

aku jawab, “YA IYALAH KUAT! PAN ADA ENGKAU!”

🙂

benar bukan , sodara semuanya?

walopun iya siyh, tamparanNYA itu bener-bener tipikal tamparan yang bikin aku sampai menoleh ke kiri dan ke kanan, bikin mataku berkunang-kunang, bikin pipiku merah darah dan bahkan sampai aku menangis tapi yaa… mo begimana lagi 😛 .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: