kutitipkan sejumput mimpi padamu.

pada padang kutitipkan sejuta kesal di dada.

pada gunung kutaruh berjuta dendam di hati.

pada langit, kuterakan setipis senyum penyemangat hari.

dan pada angin kugantungkan mimpi untuk selalu menyelimuti duniaku dengan kehangatan.

padamu, hanya sejumput mimpi yang kubebankan di pundak kananmu.

itupun tidak bisa kamu jaga.

lebih baik, aku mempercayai angin, bukan?

~

“hai darling, apa kabar? gimana? udah ada setitik pelita di sudut hatimu kah?”

demikian sapaan penuh keceriaan dari seorang sahabat hati semalem ketika aku sedang dalam keadaan terkapar parah.

dan lalu akibat jawaban pendekku, sahabat hati itu bergegas meneleponku untuk setidaknya menularkan aroma positifnya ke padaku.

thanks ya bu… dan obrolan semalem berlanjut ke chat pagi ini.

she said, “celah kecil itu blom terlihatkah? kamu tidak mencarinya? atau kegelapan semakin pekat di duniamu?”

“semakin pekat. ada saat di mana aku bisa menikmatinya dengan penuh keoptimisan bahwa celah kecil itu ada, di suatu tempat dalam kegelapan ini. tapi untuk malam ini, kegelapan pekat benar-benar menelanku. dan aku merasa sesak.”

“darling, ambil cuti gih dan ke tempatku buat berlibur. mau bercerita hal yang sama lagi, hehehehe…”

“bu, iya… maaf yah kalo merepotkan banget dan membosankan sekali semua keluh kesahku ini. you did a great job to me. thank you banget dan aku harus bercerita apa lagi. still the same dengan tingkat kegelapan yang semakin pekat. that’s all.”

“darling, apakah kamu masih kecewa akan hasilnya?”

“hah, kecewa akan hasilnya? yaolo ibu… pan dari awal juga aku udah bilang kalo ketika aku memutuskan untuk melangkah, aku udah siap dengan apapun takdir dan hasil akhirnya tersebut. aku tidak menyesali hasilnya karena semua usaha, ikhtiar dan doaku udah maksimal untuk meraih hasil yang kuinginkan dan walopun hasilnya gag sesuai, berarti emang bukan rejekiku. that simple tokh, jeung? dan dari awal dulu aku udah paham banget atas konsep ini. dan aku tidak menyesali hasil akhirnya.”

“i was wondering…trus kenapa darlingku sorang ini tenggelam dalam kesedihannya jika tidak menyesali hasil akhirnya itu? kenapa coba?”

“yah, akyu tenggelam dalam kegelapan ini bukan hanya karena satu masalah itu aja kan bu. i have told you in a very long email tokh kapan dulu itu. about hal yang kita bicarakan semalam tentang mimpi yang tidak terjaga dan membuat aku kecewa, aku kecewa… kenapa kecewa?hmm… ibu, untuk menumbuhkan satu pohon, ada banyak unsur yang terkait dan saling bekerja sama dan mendukung. misal tanah dan air. air sudah berusaha maksimal dengan tidak membiarkan si tanaman itu kekeringan pun tidak membiarkan tanaman itu tenggelam berkubang air tapi si tanah berlaku tidak seperti air. dan itu yang membuat kadang emosiku menjadi gelap karena aku merasa seperti ditusuk dari belakang oleh orang yang sangat aku percayai. yah begitulah…”

“deu… jeung… lagi merasa dikhianati yak? πŸ˜€ yah, kalo emang kegelapan ini bukan karenaΒ  kecewa atas hasil akhir yang mana adalah hal yang paling salah jika sampai merasa begono πŸ™‚ jadi lega deyh eike… kupikir jij sudah tersesat πŸ˜€ , hihihihi…”

“haiyah, tersesat ke hongkong?! enggak kok, aku gag kecewa dengan hasil akhirnya, aku pun merasa udah berbuat sangat maksimal jadi tidak ada alasan untuk menyesali hasil akhirnya tapi aku tidak bisa berhenti berpikir dan merasa bahwa aku pernah ditusuk dari belakang dan itu membuat aku susah untuk percaya lagi ke orang lain bahkan ke hatiku sendiri πŸ˜› . yah begonolah…”

“hun, kata orang ikatan paling kuat adalah ikatan darah. tapi bagiku, ikatan paling kuat justru kutemukan dari orang yang tidak terhubung oleh darah sama sekali denganku πŸ™‚ . darling, jij boleh merasa untuk susah percaya, tapi tetep yah… jangan dipendam semua sendirian, kasian kamu… bukan karena kamu bukan tipikal cewek kuat, tapi masalah itu untuk diselesaikan dan ditendang bukan untuk dipendam sendiri. u know what i mean yah jeung… πŸ™‚ “

“hai, mademoiselle… πŸ˜€ . and thank you, anyway πŸ™‚ . miss you πŸ™‚ ”

“yup, miss u too… dah, balik kerja sana! *tendang imas keluar dari kamar gelapnya!* πŸ˜› . semangat! πŸ™‚ “

hihihihihi… ibuuuu… *jejeritan gag jelas* tengkyu yaaa… udah menemani akyu untuk beberapa saat dan mendengarkan racauan serta kicauan penuh emosiku yang gag enak baik buat didenger πŸ˜› .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: