fleksibel aja tokh?

lega!

pernah berada di kondisi di mana siklus biologi sudah tak tertahankan lagi tapi kondisi dan situasi tidak memungkinkan untuk memenuhinya? dan ketika akhirnya siklus tersebut terpenuhi? apa yang akan terjadi?

lega!

banget!

🙂

kata satu teman, “terserah tentang konsep dosa, tapi hal yg bodoh, dg tetap berjalan di pinggir bibir jurang yang lapuk dan dia tahu bakal terperosok.”

kata teman yang lainnya, “ini urusannya sudah gag lagi tentang silaturahim, soalnya yang disebut imas -temen- bukan temen dalam artian sesungguhnya. imas malah wajib meninggalkan teman seperti itu takutnya imas nanti yang salah arah.”

*noted: setidaknya 2 teman ini punya kemampuan dan kapasitas lebih di atas aku untuk hal-hal yang aku bicarakan dengan mereka.*

setelah beberapa hari berusaha memecahkan masalah tersebut sendirian dan bukan buntu yang aku temukan, tapi gag pasti aja.

bagaimanapun tidak ada seorangpun yang berniat secara sadar untuk berbuat dan menambah dosa, bukan?

sebagaimana aku tidak ingin menambah dosa dengan memutuskan tali silaturahim.

so there i was, talking this matter to both of my luvly friend.

ya, ya aku hanya mencari pembenaran atas keputusanku/tindakanku dan prinsipku tanpa meminta mereka untuk mempertimbangkan pihak lawanku.

but hey, do i care?

yang pasti kupikir memang benar memutuskan tali silaturahim adalah dosa tapi mendzalimi diri sendiri/menempatkan diri sendiri dalam bahaya/merugikan diri sendiri  adalah dosa juga. dan kupikir ini sudah bukan tali silaturahim antar teman lagi karena seorang teman tidak akan pernah melakukan apa-apa yang pernah dia lakukan ke aku.

jadi ya… semoga aku tidak berdosa dengan memutuskan untuk memintanya untuk tidak menghubungiku lagi dengan cara apapun dan juga selamanya.

karena seorang teman akan saling menjaga dan tidak akan memanfaatkan temannya secara kejump dan bahkan seorang teman tidak akan menusuk punggung temannya dari belakang.

dan sekarang aku terbebaskan dari beban pikiran atas dosa sebagaimana yang selalu dijadikan alasannya untuk membuatku tidak bisa menjauhinya.

buat kamu… hmm… aku mau berucap sesuatu ke kamu. ah, bukan berucap tapi sedikit bercerita.

beberapa malam yang lalu, ada satu session di radio di mana broadcasternya sedang membicarakan tentang cinta dalam rangka menjelang valentine dan ini tentang cinta secara universal.

si broadcaster bilang, “kirim sms ke kami dan kasih tau kami apa yang telah cinta berikan ke kamu.”

here’s what i think…”makasih cinta karena ngasih tau bahwa orang jahat itu ada & they are really exist karena ini hidup & it’s ok with it.”

jangan salah sangka, aku tidak bilang bahwa kamu jahat.

tidak, aku tetap meyakini bahwa semua orang itu pada dasarnya baik. tapi berdekatan denganmu dulu ternyata sekarang mengajariku bahwa sebaik apapun orang tetap ada sisi jahatnya dan inilah hidup tempat di mana 2 sisi yang bertentangan harus saling mengisi dan bersejajar.

dan yah, aku tidak peduli kamu akan berpikir, berasumsi, beranggapan apa tentang aku. karena aku sudah peduli lagi dan dari dulu pun aku tidak pernah berniat tampil selalu baik di depanmu. aku juga, seperti yang aku bilang, “i dont have any control to your mind and heart.”

jadi kamu… terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: