please tell me how to cross that kinda road?!

Tolong,

kasih tau aku cara/jurus/tips jitu supaya bisa menyeberang jalan ramai bin crowded serasa berada di lintasan F1 di mana tidak ada makhluk hidup yang akan berani nyelonong sehingga semua pemegang stir bersaing untuk dapat piala!

huh!

1. jalan tersebut terletak setelah flyover, yang merupakan pertemuan antara jalur flyover dan jalur bawah.

2. merupakan pertigaan.

3. merupakan jalur satu arah, sehingga perlu 2 periode penyeberangan.

4. tidak ada rambu lalu lintas.

5. jembatan penyeberangan? mimpi kali yee…

6. petugas kepolisian hanya ada waktu sekitar pukul 7 pagi sahaja.

7. makelar angkot/abang becak/apapun? oh, you wish!

8. zebra cross? emang ada? huh!

9. apapun alat bantu untuk menyeberang jalan? enggak adaaaaaaaaaa!

10. merupakan kawasan pabrik sehingga yang lewat pun bukan hanya sebatas mobil kotak korek api tetapi trongton dan kawan kawannya serta bejibun sepeda motor 😐 .

dan aku harus menyeberangi jalan tipikal di atas tiap sore paling cepat after 6pm.

okelah, kuncinya hanya PD dan nekat serta doa. karena bagaimanapun tidak ada seorang pengendara pun yang ingin punya list “menabrak orang” tercetak dalam CV-nya.

seminggu pertama kemaren, pasca ketiadaan sepeda motor kantor yang biasa dipakai untuk antar jemput karyawati, PD dan nekat abis seabis-abisnya dan looks! i’m safe and sound up to now, alhamdulillah.

dan walopun ide mati muda is so tempting many times tapi kan ya gag wow dan gag keren kalo mati muda hanya dengan cara kecelakaan pas menyeberang jalan begono aja?!

oke:

PD, check!

nekad, check!

doa, check!

but when i’m in the middle of it, yang ada hanya gemeteran dan rasanya i’m dead already! gag berani untuk melangkah maju tapi juga gag bisa mundur kecuali kendaraan itu semua mau memelankan kecepatannya but they wont!

jumat minggu kemaren, masih dalam kondisi PD dan nekad abis, pun gag lupa untuk berdoa lalu saat dirasa memungkinkan untuk berani melangkah maju, aku pun melangkah maju apalagi karena situasi kendaraan juga agak tidak ramai karena ada kendaraan besar yang sedang berbelok. eh tapi, tepat saat aku berada di tengah dan kurang…um… taruhlah 5 langkah lagi, mendadak semua sepeda motor berebutan maen nginjek gas! dan yang i‘m stuck in the middle begitu dengan muka pucat dan menerima segala macam umpatan dari mereka semua dan juga gebrakan “indah” dari seorang mas-mas penumpang satu mobil zebra…

i feel like i’m that close to dead *mengacungkan ibu jari dan jari telunjuk untuk ngasih liat jarak yang hanya se-inch dengan kematian*

*sigh* 

oh, oke… aku salah. karena menyeberang di saat jalur ramai (meskipun keramaian baru berasa setelah aku berada di posisi tengah satu jalur tersebut).

oh, oke… aku salah. karena menyeberang di lokasi yang tidak memungkinkan untuk diseberangi karena ketidakadaannya rambu lalu lintas yang bisa membantu penyeberang (um… apakah ini juga salahku? karena jika mencari lokasi zebra cross maka perlu berjalan kurang lebih 1km ke arah kiri dan kananku)

dan aku pun ngerti, bahwa semua pemakai kendaraan tersebut tidak salah karena mereka berada di jalur bebas.

tapi plis deyh…

GAG PERLU SAMPAI MENGUMPAT DAN MENGGEBRAK KACA MOBIL!

aku belum berniat mati dengan menabrakkan diri. aku pun tidak ingin terluka atau lecet sedikitpun. sebagaimana kalian sama-sama juga tidak ingin menabrakku kan? kenal aja enggak jadi bagaimana mungkin kalian ingin menabrakku? haa?!

sebagaimana aku paham untuk tidak maen slonong boy aja untuk menyeberang jalan tapi masih menyempatkan diri untuk menilai situasi, menunggu kondisi dan bersabar sehingga sedikit lebih aman untuk menyeberangi jalan seramai itu. tentunya pemakai kendaraan bermotor itu juga paham donk akan ketidak-support-annya fasilitas di jalan tersebut bagi para penggunanya…

oke, maaf karena bikin semua sport jantung tapi dikiranya aku gag sport jantung juga apa yak? karena setelah aku duduk manis di angkot, setelah sukses dengan selamat menyeberangi 2 jalur jalan besar tersebut, aku masih yang shaking dan megap-megap.

how ever, baik aku maupun kalian hanya ingin selamat sampai di rumah, bukan?

so behave dunk!

dan hingga hari ini, tingkat ke-PD-an dan kenekadanku berkurang drastis.

*sigh*

so, please tell me how to cross that kinda road… 😐

ugh… bertambah lagi alasanku untuk tidak menyukai kota besar seperti Surabaya ini 😐 .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: