when the ego ready to fly and (will) return.

*senyum kecil*

i see what i wanna see.

i hear what i wanna hear.

walopun mata, telinga, dan kulit menyerap dan menghisap semua yang diberikan dan dihantarkan oleh hidup tetap saja otak tidak pernah berhenti barang sekejap pun untuk mempekerjakan filter canggihnya untuk memilah dan memilih serta mengurutkan semuanya berdasarkan skala prioritas dengan parameter “what i want”.

sound so selfish kah? aren’t we all?

tidak peduli betapapun besar rasa tidak suka saya terhadap satu hal, justru setiap tubuh ini terbuka dan menerima hidup justru pada saat itulah semakin didekatkan dan diingatkan kepada satu hal yang saya tidak sukai tersebut.

begitu pula ketika ketiban bulan dan merasakan jatuh cinta yang amat mendalam. tidak peduli waktu itu sedang masa marahan dan perang dunia kesekian ribu kalinya dengan dia ataupun justru pada saat sedang merasa kangen yang sekangen kangennya atau malah pada saat blank mengenai ingatan bahwa sedang terikat hubungan dengan dia. pada saat itupun filter tercanggih itu tetap bekerja dan hanya menghantarkan bungkusan kado dalam kemasan kertas pembungkus kado yang bertema “what i want”.

and sometimes, er… most of the time siyh 😛 , ego dalam bentuk seperti itu adalah buruk dan salah besar, no matter what.

bukan satu hal yang baik, bukan ketika setiap detik gegara filter canggih bertangan seribu tersebut menarik kita lagi dan lagi untuk kembali ke titik yang sama hanya gegara bungkusan kado “what i want” tersebut.

ketika seolah inisial namanya menjadi inisial nama apotik yang berada tepat di seberang tempat kita menunggu angkutan kota. ketika kota kelahirannya mendadak dibicarakan oleh 2 orang asing yang berdiri tepat di samping kita. ketika mendadak berkenalan dengan satu sosok yang secara tidak sengaja menyebutkan kota besar tujuan berikutnya setelah pertemuan tidak sengaja tersebut.

pada saat seperti itu, gamang rasanya untuk mencari kambing hitam.

apakah memang filter ini yang terlalu canggih dan sangat jahatnya sehingga malah mendekatkan kepada hal yang seharusnya dijauhi ataukah memang alam sedang bercanda.

atau…

seperti biasanya itu semua hanyalah karena perasaan dan ego saja?

apapun itu…besar harapan kami bahwa filter canggih tersebut dapat diterapkan di sisi otak yang lain dan juga diterapkan di komputer kerja ini dengan parameter yang berbeda, yang lebih masuk akal dan lebih membumi.

sekian. terima kasih.

aduuh saya meng-kriuk ya?

*terpana melihat list kerjaan yang semakin panjang*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: