Archive for May, 2008

sudah weekend! selamat beristirahat :)

oke temans, waktunya pulang sebentar lagi.

sudah wiken! 🙂

dan yap, deadline minggu ini tidak terpenuhi secara keseluruhan. setidaknya satu terpenuhi sedangkan 3 yang lain tidak terpenuhi. tapi…ketidakterpenuhan itu rasanya bukan mutlak kesalahanku. entah kenapa seminggu ini tidak berjodoh dengan tpun dan mengejar orang *huks!*

iya, tidak berjodoh! mau sehari tpun 6 kali, sehari tpun 8 kali, gag ketemu sama sekali sama 3 sumber untuk memfollow up kerjaan. buntutnya aku jadi tidak bersemangat mengejar lagi karena jadi merasa tidak enak untuk meninggalkan identitas sewaktu mencari mereka tersebut. eh plis deyh, sehari sampai 8 kali tpun gag ketemu sama sekali, yang ada juga yang aku cari jadi gemeteran dan ketakutan atas semangatku mengejar mereka, bukan? berasa dikejar debt collector kan?

jadi hari terakhir ini cuman tpun sebanyak 3 kali ke masing-masing mereka dan ya, gag ketemu!

sebaaall…

ada apa dengan imas dan telepon?! (sudah mirip pilem, bukan? 😛 )

ya stralah, selamat ber-wiken ria…

selamat beristirahat…

selamat melepas beban untuk 2 hari mendatang…

selamat menghapus rutinitas 5 harian…

selamat tercerahkan…

selamat mempersiapkan diri untuk the next fighting on next week…

selamat…selamat… dan selamat…

semoga masih bisa berjumpa lagi

😀

amien!

um… dikasih PR ya? apa siyh Hidup itu?

hidup itu perbuatan, ada yang berkampanye begono siyh 😀

menurutmu?

bon weekend!

cirque du freak – darren shan

ehm, sedang sangat mengikuti buku “cirque du freak” dari darren shan.

baguskah?

um… bagaimana ya?

jangan percaya review dan tulisan berikut ini karena aku masih baca buku ini hingga buku ke-3-nya saja.

cirque du freak buku ini bercerita tentang vampire dengan tokohnya yang masih anak-anak dan di awal cerita sudah ditekankan bahwa cerita tersebut mungkin saja nyata apalagi dengan cara bercerita si darren yang memakai dirinya sendiri sebagai tokoh utama.

menegangkan? banget! intensitas tegangnya mungkin mengalahkan Harry Potter. karena hello?! we’re talking about vampire yang mana lebih mendekati kenyataan dibanding dunia sihir, bukan? apalagi dalam buku cirque du freak ini mengambil setting suasana sirkus sehingga keanehan semacam vampir, manusia serigala, dan lainnya adalah hal yang “sewajarnya” dan diharapkan ada dalam dunia per-sirkus-an. oleh karena itulah, sisi tegangnya lebih dapat dibanding Harry Potter (eh, Harry Potter is a great book lhoh! dan aku pun memujanya. *halah!*)

sisi emosionalnya juga dapat karena darren bercerita dari sisi “aku”. dan lebih berasa emosional lagi karena kita aku diarahkan dan diposisikan untuk berada di sepatu seorang anak kecil yang terpaksa menjadi vampire dan permasalahannya tidak menyangkut kehidupan dan kelanggengan alam semesta, it’s just about his little world. kalau si Harry, dia diplot as a hero, dan keberadaan dunia ini menjadi tanggung jawabnya dan itu bagiku membuat sisi emosionalnya berkurang karena bagaimanapun dia bertanggung jawab terhadap dunia sementara di cirque du freak ini si darren hanya dealing as a wampire dalam dunia kecilnya saja (sampai buku 3 siyh ya 😀 ).

jadi karena membaca cirque du freak ini tidak perlu memikirkan dan memposisikan diri sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap dunia, bukan sebagai orang yang bertempur melawan musuh dunia, dan hanya membayangkan dan mempedulikan dunia kecil darren shan as a person, semua hal tentang sisi emosional, ketegangan, daya imajinasi juga aku rasa menjadi lebih ringan dan lebih asyik.

apalagi buku ini bercerita tentang vampire yang dikarenakan didikan kotak-kecil-ajaib-berwarna-hitam-bernama-televisi membuat aku membayangkan sosok vampire yang dianugerahi kualitas as a seducer *wink*. vampire di-image-kan sebagai sosok yang selalu membuat wanita drooling, bukan? baik atas karismanya maupun atas kemampuan magicnya untuk menghipnotis.

selain itu juga karena setiap mendengar vampire maka yang terbayang adalah

Lestat de Lioncourt dalam Interview with vampire

lestat de lioncourt

Angel dalam Buffy the Vampire Slayer

angel

Gabriel van helsing dalam Van Helsing

van helsing

dan um… satu mas cakep ini juga

Leo Wyatt dalam Charmed!

leo wyatt

nah, coba… drooling kan? iya kan? iya kan?

hihihihihi… vampire emang cake up! 😛

jadi intinya?

mereka cake up! =))

seriously, buku ini (cirque du freak) bagus, lebih berasa nyata dibanding HP dan lebih menyentuh.

kalau dipilemkan, kira-kira yang memerankan vampire-nya siapa ya? uuuhh… cant wait.

*teuteub* 😛

padhang mbulan

yo prokonco dolanan ning njobo
padhang mbulan, padhangé koyo rino
rembulané é, sing awé awé
ngilingaké ojo podho turu soré

~~

kangen euy balik ke masa-masa di mana masih dimaklumi dan dianggap lutju jika menyanyikan lagi itu.

pas malam ba’dha isya’, di halaman depan rumah, di bawah puun jambu air*, dengan minimal 3 anak, ditontoni sama bapak ibu dan para mbaks yang duduk santai di teras, siaran drama radio mak lampir yang kemrosak terdengar dari radio di ruang tengah, bintang gemintang yang tidak mengenal rasa malu (kalau tidak mau dibilang over PD dan bantji tampil), lampu petromak yang mengintip malu-malu dari arah ruang tamu…

kangen…

masa-masa damai itu…

masa-masa menyenangkan…

jadul yah? but i miss it so much! the atmosphere, circumstance, the play, friends, the air… semuanya!

memikirkan hal ini dan membayangkan 10 tahun kedepan, jangan-jangan di masa 10 tahun ke depan PS sudah dianggap jadul seperti halnya lagu di atas sudah dianggap jadul oleh anak-anak jaman sekarang padahal bagiku sekarang ini PS adalah hal ter-ter-ter-ter-termodern! yang pernah ada dan aku kenal… wah, blaén kii…

dulu, kalau tanggal 15 kalender jawa, saat di mana bulan purnama dan berserii banget bisa diibaratkan masa liburan karena jam bermain di halaman rumah waktu malam jadi diperpanjang.

enggak ada rasa takut sama sekali, meskipun rumah sebelah kosong, meskipun halaman belakang rimbun sekali, meskipun pemilik puun mangga manis di rumah sebelah kiri sedang PMS dan galak-galaknya, main ya main!

meskipun ada kunang-kunang lewat, meskipun tetangga belakang rumah baru saja meninggal, main dan bercanda dengan bulan tanpa bantuan listrik, tanpa bantuan komputer, hanya main dan berkeringat.

sempat membuat panggung-panggungan, dari untaian sedotan plastik warna-warni yang disambung satu persatu hingga memanjang lalu digantung dan ditata sedemikian rupa untuk menyemarakkan satu spot yang kita akui sebagai panggung. lalu bernyanyi. gag peduli gaya nyanyi ancur-ancuran. atau berpuisi dan berdeklamasi.

si mba dengan puisi andalannya, “Sabira hela miganda…” (hahahaha! jangan tanya apa artinya, karena mba pun tidak mau mengakui apa artinya jika ditanya, bahkan hingga sekarang 😀 )

sedang aku? lebih tertarik sebagai penata gaya dan penyiksa para temans  untuk maju dan menyanyi di panggung dan menjadi korban cela-celaan dari para tetangga 😛 (ah, sekarang aku tau asal muasal hobi menyiksaku 😀 ).

aahh… kangen!

dan tak lupa lagu satu ini…

Cublak-cublak suweng
Suwengé ting gelèndhèr
Mambu ketundung gudhèl
Pak jempol léda ledé
Sapa nggawa ndelikaké
Sir…sirpong dhelé gosong sir
Sirpong dhelè gosong

~~

permainan dan lagu yang SELALU ada ketika bertemu dan bermain dengan teman.

tidak peduli tempat, tidak peduli kondisi, tidak peduli situasi, dimanapun dan kapanpun.

ugh… kangen…

dan rasanya, tidak mungkin untuk memberikan kenangan indah dengan dua lagu dan permainan di atas untuk anak di 10 tahun mendatang. karena melihat keponakans sekarang yang bengong gag ngerti dan bengong gag minat setiap dikenalkan ke permainan-permainan jadul ini *sigh*.

beda jaman bow!

mereka rugi ya?

hihi… subjektif sekali 😛

yang jelas, kangen!

moi non plus

huwa! cape! punggung dan bahu rasanya kaku dan kaku.

here we go! grumbled and complained! 😛

tadi pagi, pas di angkot dan menunggu angkot penuh, ada pemandangan yang menarik. oh, tidak, tidak… bukan pemandangan tipikal mas-mas cakep yang kissable atau towel-able atau cubit-able, bukan! tapi hanya pemandangan simple dengan tokoh seorang bapak usia 40-an dan anaknya usia 5 tahunan.

oke, diluruskan dulu yak karena kalimat di atas kebanyakan berasal dari asumsiku.

usia bapak 40-an, aku liat dari penampakannya siyh, tipikal penampakan bapak-bapak usia 40 lebih dan lalu melihat penampakan istrinya juga. dari mereka berdua rasanya kalo aku berasumsi mereka pasangan yang berusia 40-an, tidak bisa disalahkan.

anak si bapak usia 5 tahunan. kenapa aku yakin berasumsi bahwa si balita tersebut adalah anak si bapak tersebut? karena si ibu menyerahkan si anak tersebut ke si bapak dan si ibu sepertinya berkepentingan ke pasar melihat bawaan si ibu tersebut, sehingga si anak tersebut ditinggalkan di bawah pengawasan si bapak sedangkan si bapak asik ngeroko, ngupi, sembari baca koran lamer dan si anak asyik dengan mainan sepeda roda empatnya.

oke, got the point? bisa berasumsi dan membayangkan hal yang sama denganku?

setting kejadiannya adalah di pinggir jalan rame, si bapak bersantai duduk di dipan bambu di bawah pohon rindang tepat di pojok pertigaan rame dengan 3 senjata kenyamanannya yaitu adalah roko, kupi, dan koran lamer, sedangkan si anak asyik bermain di bawah si bapaknya.

dipan bambu itu posisinya tinggi ya kalo untuk anak balita, apalagi bawahnya adalah aspal bukan tanah basah macam di desa.

menit-menit pertama siyh gag ada yang aneh, cuman pemandangan bikin iri karena sepertinya dunia ini indah sekali kalo melihat si bapak yang bertelanjang dada, ngeroko, minum kupi sembari menikmati koran lamer yang isinya ya begitu itu.

sampai saat di mana sepertinya si anak itu bosan bermain sendirian dan berniat mengganggu bapaknya. maka si anak pun mencoba untuk naik ke dipan bambu which is unfortunately lumayan tinggi dan menyusahkan bagi si anak tersebut. dan yang terjadi adalah si bapak masih menikmati kenyamanannya meskipun si balita keukeuh berusaha menggapai si bapak.

dan bisa ditebak bahwa akhirnya si balita terjatuh dengan (sepertinya) kepala membentur tanah aspal. mungkin enggak keras siyh. but still it’s a child, what do you expect?

dan bukannya si bapak menenangkan si balita tapi si bapak malah menyikapinya dengan muka tegang dan memukuli pantat si balita.

phew! apaan coba? sebel!

lagi-lagi cerita seperti ini 😐

well, iya siyh, menyebalkan sekali jika kenyamanan itu terusik tapi emang si balita tersebut salah?! dan kenapa menyikapinya seperti itu?

jadi ya itu lah, aku marah-marah dan nyinyir di pagi hari ini 😛 .

gag habis pikir juga, masih ada ya orang seperti itu walopun kalo mau peduli sebenernya gag perlu orang asing untuk memberi bukti bahwa hal tersebut memang ada dan nyata.

and anyway…

ne le detestez-vous pas ??

(eh, bener ga ya? er…cuek ah 😛 )

sudah, balik fokus ke dokumen lagi dan kerja! 🙂

i close today with a pray.

sudah sore. hari yang melelahkan. deadline kerjaan yang tidak terpenuhi (oh my God, i need my 1 hour extra in a day!). masih di racauan yang sama. mood yang bagus. kekacauan yang masih bertahan. ego yang tetap tinggi. orang-orang yang menyebalkan.

dulu aku pernah bertanya, maukah kamu aku beri beribu kenangan jika berarti akan ada perpisahan abadi?

phew…

seharusnya itu bukan suatu pertanyaan, bukan? tidak ada seorangpun yang mau ditanyai hal tersebut. dan bahkan tidak ada pilihan terdapat di belakangnya, bukan?

rasanya aku akan setuju jika ada yang menyimpulkan bahwa ingatan itu kutukan abadi. kutukan yang akan melekat selama kita hidup dan akan selalu membayangi semua langkah.

apalagi bagi seorang aku yang mengidap kelainan nomor lima puluh satu ini. ingatan adalah kutukan terkejam bagi seorang aku, bukan? mungkin setara dengan avada kedavra, mungkin…

dalam seminggu ini, begitu banyak point penting yang saya lupakan tanpa sengaja dan malah memilih untuk mengingat berbagai point gag penting.

dalam seminggu ini pula, semakin banyak bertingkah seperti orang linglung. kecelakaan-kecelakaan kecil yang terjadi hanya karena “lupa” bahwa ada batu sandungan di tempat tersebut. lagi dan lagi, saya tersandung. haha… bukan suatu hal yang patut dibanggakan ya?

mengalami beberapa deja vu gag penting tapi lumayan membebani otak dan hati. dan bahkan hingga sekarang pun masih sering bingung apakah sekedar deja vu atau…

oh iya, rute pulang dari kantor yang berbeda, tidak lebih irit dan tidak lebih cepat, tapi sangat menyenangkan karena melihat pemandangan yang totally berbeda, duduk bersebelahan dengan orang yang bener-bener baru, bau-bauan khas yang juga sangat tidak familiar, sayangnya blum ada pemandangan yang menyenangkan mata dan hati.

walopun buntutnya, rute baru tersebut sedikit membawa ingatan jahanam yang seharusnya tidak muncul kembali dan muncul di saat yang sangat tidak tepat (ingat kelainan nomor lima puluh satu?). untungnya mood dan semangat sedang positif sehingga bisa menerima ingatan tersebut dengan tersenyum lebar sembari bergumam “aya-aya wae buw!”

adanya dorongan impulsive lagi untuk membikin puisi dan cerpen (ide sudah ada) tapi timingnya merasa blom tepat selain juga masih ada prioritas deadline kerjaan untuk minggu ini (kenapa semakin pesimis bisa menepati deadline kerjaan di minggu ini ya? melihat kemajuan dari senin hingga kamis adalah 0% *sigh*).

besok berencana mudik. doakan bisa kuat, untuk tidak berbuat dan bersuara macam-macam sewaktu di kampuang. amien!

yah, kesimpulannya 4 hari yang amat melelahkan padahal 4 hari ini justru sedang sendirian di kantor dan malah seharusnya bisa bebas sebebas-bebasnya doing everything that i like tapi kok gag bisa ya? bahkan janji dan utang ke nunz pun harus ditangguhkan dulu untuk sementara *sigh*.

sudahlah, waktunya prepare buat pulang.

senang rasanya karena akan menjalani rute baru, setidaknya untuk 2 jam kedepan.

sore ini, kira-kira ada pemandangan indah apa ya? akan ada cerita menarik apa di bis ya?

can’t wait!

yosh!

mari mengutuk diri sendiri :P

beeuuuhh… melow sekali?!

dramatis sekali?!

um… DRAMAQUEEN sekali?!

hihihihihihihihihihi…

yah, marilah mengutuk diri sendiri untuk berubah menjadi peri baik hati dan tidak sombong serta rajin membantu, of kors cantik tidak perlu dijadikan embel-embel tokh? karena sudah ada dari sononya 😛 .

bejitulah, walopun mo teriak kuenceng kalo udah gag mau being a phathetic dramaqueen namun jatuhnya tetep aja super duper mega ultra miss dramaqueen banget tokh? secara PMS 😀 *yay! blame on PMS! 😛 *

salah langkah kan? pas PMS justru nemu jurnal si mba yang kok ya kebeneran sekali jalan cerita yang dishare oleh beliau adalah bener-bener sama plek plek plek dengan jalan ceritaku 🙂 .

anyway, sudah tamat bacanya hingga postingan beliau yang paling baru dan hal yang paling bikin aku penasaran ternyata juga blom nemu titik terangnya (sama! *toss sama si mba yang di jakarta itu 🙂 *)

salut ke dia karena si mba punya keberanian untuk mencaci maki, menghujat, memarahi orang yang menyakiti dia. berani memberikan predikat “manusia bedjat” (salah satu amazing predikat yang dianugerahkannya) sementara aku memilih untuk diam, duduk tenang, menghela nafas panjang, dan berujar “ya stralah!” sambil menangis sendirian.

sedangkan si mba dengan lugasnya bisa bilang ke manusia bedjat (menyitir ucapan beliau aja lhoh), “YOU HURT ME! HOW COULD YOU?!”

salut karena sampai detik ini si mba tersebut masih sangat kuat berdiri padahal kalo dilihat dari satu aspek laen, si mba ini justru punya pressure yang lebih berat dibanding aku walopun permasalahan kami berada di kotak yang sama.

tapi bete juga siyh gegara semua tulisannya, aku jadi down gini! hihihihihi 😛 tapi seneng siyh karena bisa menangis hingga lega 🙂

however mba… tetep be strong ya! seperti di headshot jurnalnya yang kesannya perempuan kuat, ceria, tangguh, nyaman, PD, smart karena i’m sure you really are… 🙂

big bear hugs aja buat mba dan semoga segera diketemukan dengan jawabannya (the same praying for me too 🙂 ). dan sementara waktu ini berjalan, aku merasa gag ada yang salah dengan keputusan yang diambil mba dan juga dengan keputusanku selama ini.

eventough it sucks 😛 .

gag ada yang salah (mutlak) jika berurusan dengan hati, bukan?

oiya, hidup impulsive! we are on a same level, rite? highest level of impulsive sepertinya? 😛

YOSH!

sekarang saya mau membersihkan, beberes meja, dan membuang segala rasa mellow yellow like J.Lo yang 2 hari ini menyerang gegara membaca tulisan-tulisan mba yak 😛

dan mari merencanakan kegiatan yang seru dan menyenangkan untuk besok! er…tapi kerjaan masih blom beres 😐

pelangi

pada pelangi yang dipinjamkan oleh para bidadari untuk sejenak kita nikmati

apa yang kamu harapkan?

setelah menelusuri dan mengagumi jalinan rona warna indahnya, untuk akhirnya tiba di ujungnya…

apa yang kamu harapkan akan kamu temukan di ujung pelangi tersebut?

apa yang kamu harapkan untuk menyambutmu?