Archive for May 2nd, 2008

it’s sinkronisitas, intuition, sign, whatever…

ada yang bilang “sinkronisitas.”

some other said, it’s “intuition.”

aku menyebutnya, “bahasa semesta.”

some said, “sign.”

um… sebelum sesi curhat dan berkeluh kesah di mulai, ada baiknya i’m warning you bahwa satu postingan ini akan berada jauh sekali dari area logika dan akal sehat. (i already warning you lho ya 😛 ).

yup, intuisi mungkin lebih familiar dan lebih mudah dimengerti (walopun menurutku sikronisitas dan intuisi tidak bisa disamakan ya, mirip tapi tidak sama).

beberapa minggu terakhir ini, at least 3 minggu terakhir ini, bahasa semesta selalu kuat terasa berada di satu masa lalu. ya, ya ini tentang dia-yang-namanya-tidak-boleh-disebut-di-sini, you-know-who tokh?

namanya bertebaran di mana-mana.

kota tempat dia lahir dan domisilinya sekarang juga bertebaran di mana-mana.

mendadak ada tpun dari kota tempat domisilinya sekarang which is ternyata salah sambung (but still it’s one important point for me).

bersinggungan dengan beberapa individu baru yang selalu punya satu persamaan dengannya, persamaan-persamaan yang kadang kecil dan tak berarti tapi selalu mendadak muncul tanpa aku cari (apapun itu, you named it lah).

pergi ke satu rumah asing untuk pertama kalinya dan DANG! cucu si empunya rumah has the same name with him, itu satu. keluar rumah, berpapasan dengan tamu tuan rumah yang baru memarkir mobil dan DANG! nopol mobilnya adalah nopol daerah domisilinya sekarang.

randomly order dan bener-bener gag sengaja karena males dan blank mau ngapain, lalu mengeklik url apapun yang ada di depan mata dan DANG! ada persamaan dengan you-know-who tersebut.

dan masih banyak hal laen. hal-hal kecil dan sumpe deyh, gag berarti sama sekali tapi still it’s one thing for my broken brain 😛 .

kangen?

hm… i’m positively menyimpulkan bahwa bahasa semesta ini sama sekali tidak berkaitan dengan hati, rasa, apalagi kangen. tidak, sama sekali tidak terkait.

karena datang dan munculnya benar-benar tidak diduga (ya, ya datang tak diundang, pulang tak diantar).

rasanya seolah gag diijinkan untuk benar-benar lupa karena beberapa minggu terakhir ini justru hati bener2 bersih dan tidak ada muatan apapun.

rasanya seperti ketika bunda di rumah kangen dan kepikiran aku dan aku juga mendadak terfokus ke bunda padahal kami tidak ada omongan sebelumnya tentang hati. tiba-tiba saja semua menuntun dan menggiring untuk, “hey, ada you-know-who dalam masa lalumu. inget, bukan?”

iya, pada awalnya langsung curiga dan men-judge diri sendiri bahwa aku kangen padanya tapi…berulang kali menanyakan dan menilai hati, no, i dont feel anything to him.

dan ketika semua bahasa semesta mengiring untuk ingat pun, i act normally. tidak down, tidak drop ataupun menangis hingga habis bergalon-galon air mata. i just smile easily and think, “oh, okay…so?”

ketika bercerita pada mas lagi ngapain pun lempeng aja akunya. bercerita dengan bike dan benar, lempeng dan jujur apa adanya. tanggapannya pun tenang, “apa mau tpun to dhek? tpun aja daripada penasaran.”

er… penasaran? penasaran atas?

no, i feel nothing.

maksudku, semua bahasa semesta itu cuman melintas dan lewat saja. aku pun melihat tanpa memalingkan muka atau menghentikannya. aku hanya melihat lalu tersenyum mempersilahkannya untuk lewat. tidak ada emosi sedikitpun ketika bersinggungan dengan bahasa semesta tersebut.

bahkan ketika secara fisik aku berada dekat dengan penanda keberadaannya, semisal batik motif megamendung itu, dan sebagainya. rasanya tetap tenang, asyik dan seru-seru saja.

tapi bahasa semesta itu tetap melintas dengan rajinnya sampai sekarang ini.

asumsi si mas lagi ngapain, “mungkin you-know-who yang kangen dirimu? dan berusaha keras menyambungkan rasa kangennya padamu?”

*tampar-tampar si mas*

hehehehehehe…

hm… iya kali yak? hihihihihihihihihihi… 😛

atau karena…

i see what i wanna see, i hear what i wanna hear?

but now without doing anything?

but still, it’s a sign, rite? the question is, sign of what?

hmm…

it’s been a happy, nice, and great week :)

actually it’s been a happy, nice, and great week for me. it really is lho, bukan sekedar basa basi.

since it is too nice, too great, and too happy, i dont think that i have a story to tell. well, okay, i’d been grumbling several times, crying some times, but all in all, it’s been nice, and great. i’m happy with this weekend.

at least, i can see in a big frame that my hugest problem (at least) going to be over, done, and finished. i do take a full responsible on it. and it feels great! notifying that i am able and willing to take that big responsible with no further complain or so, meskipun dengan deskripsi yang terpapar jelas di benak bahwa setidaknya beberapa bulan ke depan bakal bertarung habis-habisan (at least with my self a.k.a mu ego) but i’m okay with it. i’ll take it! 🙂

walopun juga, banyak saat di mana aku hanya bisa menengok ke kiri dan ke kanan looking for a hand, and whispering, “oh, my God…oh, my God… oh, my God…” but meantime i do aware that i’m not alone meskipun pada awalnya it’s really hard for me to say, “hello, i need help here, desperately need one. i’m not a tough girl whom i used to be.” but surprisingly, i’m able to say that magic word, “h.e.l.p m.e”.

oh, i feel so relieve…

meskipun juga, ada satu tanggung jawab baru yang dilimpahkan dan i know it needs my other extrovert side which is i’m not quiet sure that it will do good for me if i act like that. meskipun juga aku gag yakin bahwa tanggung jawab baru ini bisa aku selesaikan sendirian. being a mediator is a big deal for me, apalagi mediator untuk hal-hal yang aku tidak punya pengalaman, tidak punya buku teori to guide me. rasanya (sekarang) pingin melimpahkan ke pihak laen yang lebih capable tapi…

yah, it’s still a nice week for me meskipun semalam ada kejadian buruk lagi.

salah untuk pertama kali adalah okay. i’ll forgive it. tapi jika ada dua kali dan dalam hal yang sama? do you think that you still deserve any apologize? i dont think so. you have brain, you know how to behave, you have belief so how come you do the same exact mistake again? it’s been twice and i’m not sure that i still have a trust on you. that should put you on a danger area tokh? but you still do that mistake 😐 . i have no words to say.

dan karenanya, i let this go. i’m not going to protect you anymore. bukan karena aku tidak sayang, bukan karena aku tidak bisa mewujudkan harapan lingkungan terhadap sikapku padamu tapi karena ternyata kamu tidak bisa disayang, tidak bisa dipercaya, tidak bisa dianggap baik. maaf.

still it’s a great week for me lhoh 🙂

for realizing how much they trust me, how they see me as a mature person and able to have that kinda responsibility.

and yes, it’s a happy week for me karena terbebaskan dan sadar bahwa tali itu sudah tidak mengikat lagi. i’m free as a bird. and it makes me able to see my vision clearly enough. i’m glad!

ah, benar-benar minggu yang indah dan menyenangkan. karena tadi ngecek di automatic teller machine and i found some strange money are already add my nominal. from whom? i have no idea.

hihihihihihihi…

the one who knows my bank account number are nunz and lina and they both said that they did not do any transferring to my account.

so, is it you?

kalo iya, mbok sekalian nransfer 1M gitu lhoh! biar bisa dipake buat jalan-jalan dan foya-foya ala kadarnya.

hihihihihihi…

now i understand why i’m able to say it’s a happy weekend meskipun masih ada beberapa masalah yang memberati langkah dan semalam juga ada kejadian buruk yang sangat mengganggu. pasti gegara uang siluman tersebut. pasti! 😛

*curious*

um… it’s been (also) a weird week, a bit, for me karena tidak merasa tercerahkan oleh novel maupun lagu yang biasanya aku alami lately, aya naon ya neng?

currently listening: bruised but not broken : Joss Stone.

currently reading: the valley of decision : Edith Wharton.