still in a quarter life crisis?

oke, oke, i’m the queen of drama queen, in fact, i’m the queen of queen of drama queen.

segala apa yang aku dengar, lihat, rasakan, alami selalu aku bayangkan, cerna, identifikasi, internalisasikan lagi dan lagi dan lagi serta lagi, aku masukkan ke hati, hati, otak, hati, otak, terus dan terus dan terus.

what could be worst than that?

and now i’m the queen of queen of………of drama queen!

what i dont like from being a superb drama queen is about my “fantastic” dream. i think i’m in the phase of sick of dreaming rite now. hey, i have a lotta dreams on the line, could not put another one on it 😛 .

how i wish everything stop at that moment without any further dream to rise from my habit to be a drama queen whose always membayangkan, mencerna, mengidentifikasikan, menginternalisasikan lagi dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi tanpa henti dan tanpa batasan waktu yang pasti.

oh, come on! wake up, imas! wake up! sadar diri donk!

always about how ’bout this, how ’bout that, if like this, if like that dengan penuh aroma sok tahu, sok ngerti dan sok berani yang in the end kebanyakan cuma berujung pada satu kekonyolan yang parah dan memalukan.

sadar donk!

no matter how hard i already learned and concluded bahwa harapan berbanding lurus dengan kekecewaan. tapi bandel untuk tetep berharap dan bermimpi dan sok berani dan pongah menantang kekecewaan. ugh!

i haven’t let go my self from a quarter life crisis yak? karena sok tau tentang apa yang terbaik dan apa yang kuinginkan, sok tau tentang apa yang akan aku peroleh, sok berani menantang semua resiko dalam hidup tanpa melihat kekuatan diri sendiri.

walopun sampai detik ini pun masih akan dengan yakinnya bilang, “aku berhak untuk sok tahu dan sok berani seperti ini. it’s my life.”

stop imagining this thing! dont make your life getting harder! be patient!

ahaha! i could not resist gini siyh untuk berharap lebih dari apa yang telah terjadi, untuk tetap memegang apa yang sudah terjadi dan menjadikan tumpuan untuk my next target padahal blom tentu juga ini yang terbaik bagiku. gosh…

kok rasanya sekarang aku sudah di taraf kekonyolan yang akut padahal ini masih jauh dari garis finish. sekonyol apa diriku nanti ketika tiba di garis finish?

dan kenapa aku keukeuh berharap seperti ini meskipun dengan sadar dirinya aku tau bahwa reasons behindku ini adalah hal salah, buruk, konyol, gag dewasa banget! keukeuhnya ini lhoo… menyebalkan!

hmm… need time kali yak? untuk mematikan atau meneruskan harapan dengan alasan yang lebih baik, masuk akal, dewasa lagi. sementara itu, sepertinya bisa diisi dengan dzikir, “sadar donk! sadar donk! sadar donk!”

rite?

si*l, kenapa sekonyol ini efeknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: