Archive for May 9th, 2008

beberapa satu hal

in contrary with last week, it’s been a bloody he*l week for me *ketawa norak*.

ha!

yah, walopun ada banyaaak hal menyenangkan, seru, dan indah yang come and go but all in all it’s been a h*ll.

haha!

bersentuhan dengan some old manuscript which is surely written in a prehistoric-nasty-language (ya, ya, ya, inggris! nah, i’ve said it!), tidak membuatku menjadi semakin pintar dan memahaminya tapi malah otak semakin terdegradasi dan unsur lemot-ajaib-setiap-gag-tune-in-terhadap-satu-hal menjadi semakin terasah.

seperti, “doing everything by halves.”

3 menit… er…

2 menit… um…

1 menit… *kerutan di kening sudah bertambah sepuluh, bibir maju 10 senti, mata tetep juling membaca kalimat di atas*

5 detik… ok, what halves is?!

huwaa… parah!

help me!

yah, seperti itulah contoh kasus selama seminggu penuh ini.

dont know what to do lah…

satu hal bagus yang kentara terjadi adalah bahwa terlepas dari kutukan abjad J. dengan semua kegemaran selama berminggu-minggu yang lalu untuk HANYA mendengarkan lagu dari mereka yang namanya berawalan huruf J. Joss Stone, John Mayer, Jamie Scoot, Jamie Cullum, Johny Iskandar, James Blunt, James Morrison. untuk HANYA mendengarkan, menyenandungkan, memahami makna lagu dari lirik, menginternalisasikan lirik tersebut ke pengalaman pribadi, menganalogikan hidup dengan lagu-lagu mereka, first thing in mind setiap ada kejadian baru adalah selalu “kejadian ini kira-kira bisa aku beri soundtrack dari lagunya group J yang mana yak?”, hihihihihihihi…

bagus, bukan?

hanya saja, lepas dari kutukan huruf J masuk ke kutukan huruf F. ergh… karena sekarang hanya fokus ke pemusik yang namanya berawalan F. dan sayangnya hanya mengenal 2 pemusik saja, Feist dan Frou Frou (plus imogen heap-nya), d’oh… *ketok-ketok meja*

satu hal aneh laennya, terkait dengan minggu lalu di mana dapat rejeki siluman dengan adanya uang yang masuk ke rekening BCA-ku dan pertanda yang aku terima adalah dengan berkedutnya mata kiri atasku, dan hari ini sudah tepat hari ketiga di mana mata kiri atasku (lagi-lagi) berkedut dengan rajinnya.

ada uang siluman lagi? horee!

mungkin memang menemukan uang 1 milyar er… 1 trilyun deyh, adalah bukan sekedar impian muluk bagiku yak? hokiku gedhe? AMEN! hihihihihihihihi……

satu hal baik laennya, adalah kejadian hari senin kemaren. setidaknya one step closer to ‘i dont know what it is”. yah, setidaknya 1 langkah maju telah dilakukan, tidak diam, stagnant, ‘nggantung’, bingung, dan gag jelas walopun satu langkah maju itu entah akan membawaku ke garis finish yang mana aku tidak ngerti. dan yeah, walopun efek dari kejadian tersebut masih sangat berasa dan somehow makin lama makin menyedihkan (uh, oh blame on me! pathetic me 😛 ), but it’s okay, dari awal ketika merencanakan aktifitas senin tersebut pun sudah sadar dan tahu bahwa resikonya bisa seperti ini. so, it’s okay walopun sering berasa su*k! 😛 .

satu hal yang tidak jelas adalah seminggu ini dipenuhi aroma kebencian terhadap segala jenis motor cowok, tiger, megapro, dan para sepupunya. hihihihi…

walopun 99% itu terjadi karena jiwa kekanak-kanakanku tapi seru aja menghayati perasaan ini dan menertawakan diri sendiri 😛 . anehnya lagi, semakin aku tidak menyukai, membenci, dan berniat untuk tidak bersinggungan mata dengan apa yang aku tidak sukai ini, justru semakin sering aku melihatnya. hehehehehehe…

funny though, jika biasanya dalam sehari frekuensi mengenali motor ini bisa dihitung dengan hanya satu tangan, tapi seminggu ini harus aku hitung dengan meminjam kedua tangan para pengguna angkot, semuanya. entah apa yang terjadi dengan para cowok di Surabaya. kenapa jadi semakin banyak pengendara motor cowok ini? kemana aja mereka selama ini? karena aku merasa i’m a street observer 😀 , yang suka suka suka sekali bengong dan ngeliat kendaraan di jalan maka dari itu aku bisa menyimpulkan bahwa motor cowok di minggu ini frekuensi beredarnya lebih banyak dibanding minggu-minggu sebelumnya!

untuk contohnya, bajaj pulsar, dalam beberapa minggu yang lalu, untuk satu minggu aja maksimal aku hanya melihat 1 kali saja (dan ini sudah beruntung sekali karena bisa melihatnya). minggu ini? dua hari berturut-turut melihat 2 bajaj pulsar hitam dan merah dan itu semua 4 motor yang berbeda di lokasi yang berbeda pula padahal jam beredarku sama dengan sebelumnya 😀 .

and it suc*s karena tidak menginginkan untuk melihatnya tapi malah semakin sering bersinggungan dengannya 😛 . but again, it’s okay. what can i do tokh? 🙂

satu hal yang masih terasa berat dan masih blom yakin akan solusi yang terpikir adalah tentang tanggung jawab yang mendadak dibebankan ke aku. half on me. when it should be one third on him, one third on her, and one third on me (ridiculous! one third is waaaayy bigger and heavier than i should take! 😦 ) just because THEY think i’m the most WARAS mature person among them (ergh…). however i know that it is a part of my responsibility but hey, who am i? need all of us to unite and DO SOMETHING not only i, as a single fighter, rite?!

but okay, i see, feel, and think that everyone need time to position themselves correctly on this matter. we need to calm down and see this matter on a bigger picture from every sides and every points and it could not happen if we still have an emotion here. so, i keep smiling and silent nowadays in front of them and their pressure 😐 . oh, in case you want to know, I’M ALRIGHT! I’M F.I.N.E! 😐

oiya, kursus parle perancis-nya sudah selesai tapi kok blom PD blast buat sedikit-sedikit parle prancis yak? mau ngelanjutin tapi……… 😀

er… dua kejadian yang sama, me versus orang-hidup-laennya, satu baru terjadi akhir-akhir ini, yang satunya sudah terjadi beberapa waktu yang lampau sekali. outputnya beda jauh sekali! jauh dan jauh dan jauh sekali (tapi output ini blom tiba di garis finish ya 🙂 ) sedangkan dari pihak aku, input dari aku, preparation, sikap, harapan, dan semuanya dari sisi aku adalah sama pleg dan bener-bener sama antara kemaren dan yang lampau tersebut. ya, ya, karena lawanku adalah 2 individu yang beda jadi outputnya pun jelas beda. tapi fokusnya bukan itu, fokusnya adalah aku jadi semakin jernih melihat bahwa that’s not totally my fault (ya iyalah!), well…considering to my own feeling dan kecenderunganku untuk selalu menyalahkan diri sendiri sebanyak 90% dari totally kesalahan yang telah terjadi 🙂 .

yah, sutralah.

kesimpulan minggu ini, “duwh bow, cape yah belajar mulu? seminggu ini sudah belajar beberapa banyak hal, berkali-kali juga dahi ini kejedot palang pintu kereta api, berulang-ulang kali juga terperosok ke lubang gegara gag terlalu ati-ati dan awas dalam melangkah, dan sepertinya kapan hari juga salah posisi pas berhenti, dan rasanya juga pernah nabrak puun asem yang gedhe itu, pokoknya lumayan ancur-ancuran deyh tapi kira-kira bisa lolos kenaikan tingkat gag siyh?” *melirik ke langit-langit*

pesan moralnya: jangan jelalatan! hihihihihihihihihihihi…

pesan amoralnya: ya jelalatan sajalah! huehehehehehhehe……

aduh, another sindrom merasa-lucu-padahal-tidak-lucu! 😛

currently reading: planning kerjaan minggu depan.

currently listening: satu album penuh dari imogen heap, “Speak for yourself”

eh, sedikit penutup:

secakep apapun, sebesar apapun kelebihan seseorang ternyata tetap ada saat-saat di mana rasa PD itu menguap dari diri kan?

seperti dua individu yang pernah aku kenal (dan rasanya juga masih aku kenal dan masih mengenalku, semoga siyh 😛 ), they have nothing untuk merasa tidak PD. they got the look, they got the brain, they got the money, they got the world famous (dalam skala kehidupanku dan mereka siyh).

tapi…

OKNUM A:

situasi: jalan bareng ke mall.

scene: melewati kaca gelap dari satu butik yang sepi pengunjung.

take: 001

*berjalan super pelan sembari menoleh ke arah kaca gelap*

*tangan terangkat ke atas*

*berhenti mendadak*

*tangan bergerak membenahi rambut yang tidak rapi jali-efek-satu-galon-minyak-rambut tapi masih bisa dibilang cukup rapi dan mempesonah*

*grumbled alone dan terdengar*

“aduh, rambut ini kok nyibak ke belakang banget sih! jadi keliatan dan merasa jelek!

Peran pembantu:

*bengong memandangi OKNUM A*

*melongo mendengar ocehan lirik OKNUM A*

*mata perlahan memindai sisi depan kepala si OKNUM A*

*mendadak ada bohlam terang menyala dan terdengar suara…”TRIING!”*

*senyam-senyum gag jelas mendengar suara hati, “oh, botak ternyata bisa mendegradasi tingkat ke-PD-anmu dari 112 menjadi 12 dalam skala 1-100 yak?”*

scene selanjutnya: window shopping

take: 001

OKNUM A:

“i’m a A superstar wannabe”

you know B (just rename it with any actor name that world famous and handsome banget dah!)? dont you think i and him have something in common? just compare our face? mirip yeuh?”

Peran pembantu:

“yea, rite!”

scene selanjutnya selanjutnya: melintas di depan counter parfume yang terlihat mahal dari layoutnya dan dari jejeran parfume ber-merk yang didisplay doang siyh.

take: 100006

OKNUM A:

*muka pucat pasi*

*melirik ke si pemeran pembantu berulang kali*

SUTRADARA:

“cut! cut!”

“langsung masuk aja. dan biasa. jangan berkesan takut. kamu di sini kan konglomerat.”

take: 200034

OKNUM A:

“bergeser dan beringsut ke belakang si pemeran pembantu*

*mendadak memegang ujung kemeja bagian belakang si pemeran pembantu*

“kamu masuk dulu gih!”

Peran pembantu:

*bertampang bingung*

*melirik ke OKNUM A dan memandang ke SUTRADARA*

SUTRADARA:

cut! cut! cut! cuuuuut!! hadooohh… tinggal masuk langsung! kenapa lagi ini!”

*gebrak-gebrak meja*

OKNUM A:

*gemeteran melihat ke SUTRADARA dan berulang kali menoleh ke counter mahal tersebut*

“tapi saya gag PD masuk ke counter semahal ini, Bang.”

*tampang memelas*

~fin~

OKNUM B:

situasi: jalan bareng ke mall.

scene: melewati kaca gelap dari satu butik yang sepi pengunjung.

*tetap jalan lurus sambil kepala sedikit mendongak dan tak lupa dengan aktifitas menoleh ke kiri dan ke kanan karena judul pilemnya juga “Window Shopping”!*

*musik latar*

“i’ve got the look, i’ve got the brain, i’ve got the money, i’ve got everything that i need in my life, hidup PD! PD jaya!”

Peran pembantu:

*memandang takjub ke OKNUM B*

*berkali-kali melindungi mata karena OKNUM B terlihat silau sekali tapi mata tidak ingin mengalihkan pandangan darinya*

*mengangguk-angguk takjub mendengar kata hati, “wow! memang Brad Pitt beneran! hebat!”*

SUTRADARA:

“cut! you rock, guys!”

scene selanjutnya: melintas di depan counter parfume yang terlihat mahal dari layoutnya dan dari jejeran parfume ber-merk yang didisplay doang siyh.

take: 001

OKNUM B:

*melangkah pasti memasuki counter*

*melihat-lihat dan bertanya-tanya*

*menunjuk parfume termahal, memegang, testing, mengembalikan, menunjuk parfume mahal laennya*

*tersenyum, say thanks, keluar dari counter dengan senyum manis dan diiringi dadah byubye dari pramuniaganya, dan jalan dengan tetap sedikit mendongak*

Peran pembantu:

*gemeteran di luar counter memandang takjub ke arah OKNUM B*

*mengangguk-angguk semakin yakin atas kata hati, “emang titisannya Brad Pitt beneran yak?!”*

(rasanya ada yang salah dengan kalimat di atas ya?)

~fin~

intinya? er… harus yak?

hihihihihi……

beuh! closing yang gag penting banget yak?

hyuuk!