finally i cry.

sore ini banyak meringis (kalo tidak mau dibilang cenderung berkaca-kaca 😛 ). gegara menemukan jurnal orang (yang bener2 totally asing bagiku) akibat searching hal-hal tentang Pembangkitan dan karena aku impulsive, aku menuruti kata hatiku untuk membaca jurnal tersebut dari postingan awalnya yang mana adalah dari bulan maret 2006.

she’s nice.

dan membaca beberapa banyak postingan awalnya, tentang kesulitannya di kantor, problemnya dalam urusan hati, dan masih banyak hal lain lagi membuat aku meringis gag jelas karena rasanya i’ve been there, done that.

bukan bermaksud untuk berkhayal menepuk lembut punggung si mba tersebut dan berucap, “tenang, you will get over it, you just need time like i do.”, bukan begitu tapi rasanya semua fase yang si mba itu tulis di jurnalnya membuat fase-fase yang dulu juga aku alami terputar ulang di benakku dan aku teringat betapa saat itu semua kejadian tersebut terasa sangat menyakitkan and at the same time it’s sweet (at that time).

dan rasanya sedih, karena semua yang manis dan mengharu biru aku ingat lagi.

teringat bahwa in the end memang ini yang terbaik, meskipun itu berarti jawabannya adalah a BIG NO!

duwh, i cry… finally…

rasanya teringat…

i’ve been in that position, being in that situation, having the same problems, doing the same action, getting a same responds, coming with a decision which was it hurt, but i’m okay now. it just that remembering those old days, i know and i still can imagine how bad it hurt me, how terrible i was.

and i can imagine how terrible she was when having those problem. i feel sorry for you…

meskipun aku bilang bahwa aku sudah melangkah, berjalan, dan berlari serta sudah memaafkan dan melupakan tetap saja selama ini perjalanan itu terjadi dengan aku menggenggam luka. luka yang sudah mengering tapi berbekas dan bekas selamanya tidak akan hilang, hanyalah perspektif dalam melihat dan memaknai bekas dan luka tersebut bergeser dan berubah.

but however the scars remain.

dan sungguh suatu hal yang wajar dan tidak patut dibesar-besarkan jika ada kalanya menangis atas kejadian yang lampau tidak peduli seberapapun kencang teriakan, “i’m okay!”-ku.

finally i cry setelah beberapa periode berhasil menahan diri untuk memakai topeng wajah dingin.

thanks to you.

thanks for reminding me that it is okay for crying.

it is okay for admitting that i’ve been hurt.

it is okay.

and i’m okay.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: