Archive for May 28th, 2008

mari mengutuk diri sendiri :P

beeuuuhh… melow sekali?!

dramatis sekali?!

um… DRAMAQUEEN sekali?!

hihihihihihihihihihi…

yah, marilah mengutuk diri sendiri untuk berubah menjadi peri baik hati dan tidak sombong serta rajin membantu, of kors cantik tidak perlu dijadikan embel-embel tokh? karena sudah ada dari sononya πŸ˜› .

bejitulah, walopun mo teriak kuenceng kalo udah gag mau being a phathetic dramaqueen namun jatuhnya tetep aja super duper mega ultra miss dramaqueen banget tokh? secara PMS πŸ˜€ *yay! blame on PMS! πŸ˜› *

salah langkah kan? pas PMS justru nemu jurnal si mba yang kok ya kebeneran sekali jalan cerita yang dishare oleh beliau adalah bener-bener sama plek plek plek dengan jalan ceritaku πŸ™‚ .

anyway, sudah tamat bacanya hingga postingan beliau yang paling baru dan hal yang paling bikin aku penasaran ternyata juga blom nemu titik terangnya (sama! *toss sama si mba yang di jakarta itu πŸ™‚ *)

salut ke dia karena si mba punya keberanian untuk mencaci maki, menghujat, memarahi orang yang menyakiti dia. berani memberikan predikat “manusia bedjat” (salah satu amazing predikat yang dianugerahkannya) sementara aku memilih untuk diam, duduk tenang, menghela nafas panjang, dan berujar “ya stralah!” sambil menangis sendirian.

sedangkan si mba dengan lugasnya bisa bilang ke manusia bedjat (menyitir ucapan beliau aja lhoh), “YOU HURT ME! HOW COULD YOU?!”

salut karena sampai detik ini si mba tersebut masih sangat kuat berdiri padahal kalo dilihat dari satu aspek laen, si mba ini justru punya pressure yang lebih berat dibanding aku walopun permasalahan kami berada di kotak yang sama.

tapi bete juga siyh gegara semua tulisannya, aku jadi down gini! hihihihihi πŸ˜› tapi seneng siyh karena bisa menangis hingga lega πŸ™‚

however mba… tetep be strong ya! seperti di headshot jurnalnya yang kesannya perempuan kuat, ceria, tangguh, nyaman, PD, smart karena i’m sure you really are… πŸ™‚

big bear hugs aja buat mba dan semoga segera diketemukan dengan jawabannya (the same praying for me too πŸ™‚ ). dan sementara waktu ini berjalan, aku merasa gag ada yang salah dengan keputusan yang diambil mba dan juga dengan keputusanku selama ini.

eventough it sucks πŸ˜› .

gag ada yang salah (mutlak) jika berurusan dengan hati, bukan?

oiya, hidup impulsive! we are on a same level, rite? highest level of impulsive sepertinya? πŸ˜›

YOSH!

sekarang saya mau membersihkan, beberes meja, dan membuang segala rasa mellow yellow like J.Lo yang 2 hari ini menyerang gegara membaca tulisan-tulisan mba yak πŸ˜›

dan mari merencanakan kegiatan yang seru dan menyenangkan untuk besok! er…tapi kerjaan masih blom beres 😐

pelangi

pada pelangi yang dipinjamkan oleh para bidadari untuk sejenak kita nikmati

apa yang kamu harapkan?

setelah menelusuri dan mengagumi jalinan rona warna indahnya, untuk akhirnya tiba di ujungnya…

apa yang kamu harapkan akan kamu temukan di ujung pelangi tersebut?

apa yang kamu harapkan untuk menyambutmu?

yeah, we will.

Heart, we will forget him,
You and I, tonight!
You must forget the warmth he gave,
I will forget the light.

When you have done pray tell me,
Then I, my thoughts, will dim.
Haste! β€˜lest while you’re lagging
I may remember him!

(Heart, We will Forget Him by Emily Dickinson)

~~

dari suara si mas, rasanya dia sedikit kaget dan berbumbu marah atas pengakuanku semalam.

walopun di akhir diskusi dan obrolan, dia tau untuk menempatkan diri sebagai sosok yang using his logic instead of heart because that would be me who’s using heart instead of brain. dan dia bilang, “waktu itu gag akan lama, kan? dan kamu akan datang ke aku? sekarang cuma fase seperti yang kamu bilang untuk menyelesaikan urusanmu tersebut?”

dan dia juga bilang, “rasanya malam ini aku paham atas konsep unconditional love. ketika aku merasa sudah cukup mengenalmu dan karenanya ketika sekarang kamu bilang butuh waktu untuk dealing dengan masa lalumu tersebut aku tahu aku tidak perlu memberikan porsi berlebihan di otak dan hatiku untuk merasa ketakutan akan kehilangan kamu, ditinggalkan oleh kamu, ataupun menderita karena kamu. i believe in you, so it’s ok.”

pada awalnya, suaranya berasa agak bergetar, ada emosi yang ditahan tapi ketika dia membicarakan konsepnya tentang unconditional love tersebut, suaranya luar biasa tenang dan tidak menuntut apapun.

so sweet…

i promise, mas… i promise.

sementara – float

phew! salah juga deyh kalo denger lagu ini karena sekarang malah lebih kenceng nangisnya πŸ˜›

sementara teduhlah hatiku
tidak lagi jauh
belum saatnya kau jatuh
sementara ingat lagi mimpi
juga janji janji
jangan kau ingkari lagi

percayalah hati lebih dari ini
pernah kita lalui
jangan henti disini

sementara lupakanlah rindu
sadarlah hatiku hanya ada kau dan aku
dan sementara akan kukarang cerita
tentang mimpi jadi nyata
untuk asa kita ber dua

percayalah hati lebih dari ini
pernah kita lalui
takkan lagi kita mesti jauh melangkah
nikmatilah lara
jangan henti disini

~~

iya, iya, ini sedang menikmati lara. it’s okay. bukankah ini hanya fase saja?! *hore! getting wiser, huh?! πŸ˜› *

anyway…

– kamu, seperti bintang yang dijatuhkanNYA tepat di depanku ketika aku sedang berdoa padaNYA, PLUK! dan tetap bersinar maka dari itu, aku merasa harus memperlakukanmu dengan hati-hati dan itu menakutkan bagiku. takut bahwa aku tidak bisa being who i really am tanpa sadar. kasih aku waktu ya?

+ hah?! jatuh di depanmu? sakit dong? makanya kok agak benjol kpalaku ini. kasih waktu? ya, tapi enggak lama kan? jangan ya? πŸ™‚

– *tajong si Mas* serius ngegombal nee! πŸ˜› …iya, makasih ya πŸ™‚ .

+ tapi jujur ya, rasanya who you really are sampai detik ini pun ok aja, walopun banyak melakukan kekerasan domestik ke aku, suka manyun, cengeng, rapuh, seperti kaca, suka sok, kutu buku, bandel, tapi i love it πŸ™‚

– eeeehhh…… rasanya ada yang bilang love ke akyuuu… *girang* hihihihihi……

+ arghghgh…… not again! πŸ˜›

yah, begitulah…time to take a break and cooling down πŸ™‚

eh, eh btw…sedikit pikiran negatif di aku, kalau mencermati cerita di jurnal ini dan mengetahui episode apa yang sedang aku jalani sekarang ini dan lalu menyimpulkan bahwa i’m alright which i really am now…itu akan memberikan alasan bagimu untuk merasa terbebaskan dan merasa tidak bersalah begitu?

oo… begitu tokh?

jadi ceritanya nyadar diri kalo bersalah neee… baguslah.

ok, i cry.

aaangg……bete!

aku salah ya karena menemukan blog si mba itu?!

aku salah juga ya karena curious dan membaca blog tersebut dari awal sehingga tahu lika-liku kehidupan si mba tersebut?!

karena rasanya bercermin dan i can’t turn it back. aku pun tidak bisa berpaling.

sedih karena semua kejadian yang sudah sukses aku kotakkan sekarang harus terbuka, dan aku hadapi lagi. sedih ketika tersadar bahwa aku punya bekas luka di situ.

sedih karena ternyata waktu yang kuperlukan untuk sembuh adalah lebih lama lagi.

padahal selama ini aku berpikir bahwa luka itu sudah mengering, kalopun berbekas memang sudah sewajarnya, tapi sudah mengering dan hari ini serta kemaren ketika membaca blog si mba tersebut (dan aku tidak ingin berhenti membacanya) luka itu berasa perih dan nyeri lagi.

dan blog si mba tersebut, benar-benar seperti cerminan banyak hal yang selama ini sudah terjadi di aku. cara dia menyikapi, cara dia berpikir, jenis luka, orang yang melukai, penyebab luka, cara luka itu terjadi, bagaimana posisi, letak, tingkat berkarat dari pisau yang menusuk punggungnya… semuanya sama.

rasanya semua yang terjadi itu adalah baru saja aku hadapi dan semua masih segar dalam ingatanku.

semua pertemuan dan perpisahan.

tawa dan igauan.

sinar mata dan garis senyum.

obrolan dan cacian.

semua hal tersebut mendadak dalam 2 hari ini menjelma secara jelas dan pasti di ingatanku. dan terbayang setiap saat. dan menyadarkan diri bahwa luka itu dalam, dalam sekali.

oh my God, i cry…

semua juga berasa lebih berat karena aku tidak bisa dan tidak mau menceritakan apa yang sudah aku alami dan sudah terjadi pada orang lain, pada sahabat hati, pada keluarga, ataupun pada orang yang tidak aku kenal. semua aku pendam sendiri. bahkan di jurnal ini, yang sebenarnya adalah tempat sampah, aku pun tidak menceritakannya secara lugas, jelas, dan apa adanya.

sementara di jurnal si mba tersebut, dia menceritakan semua kejadian dengan apa adanya dan jujur dari A hingga ZZZZ-nya, semua! dan oleh karena itulah, semua hal yang sudah aku simpan di lemari arsip kenanganku dan sudah aku tumpuk dan tutupi dengan beribu kenangan laennya jadi muncul kembali.

gosh, i cry…

i even cant tell him. dan bagaimana bisa aku berbohong terhadap orang yang darinya aku menuntut kejujuran 1500% sementara aku tidak bisa memberikan kejujuran yang hanya 10% ini.

aku egois.

dan ya, PMS attack!

sudahlah, it’s ok with crying. dan sekarang aku mau menuntaskan bacaan tersebut karena bagaimanapun semua ini hanyalah fase. i’m looking forward for something bright from her journal, a star maybe…and finally, she lived happily ever after.