ok, i cry.

aaangg……bete!

aku salah ya karena menemukan blog si mba itu?!

aku salah juga ya karena curious dan membaca blog tersebut dari awal sehingga tahu lika-liku kehidupan si mba tersebut?!

karena rasanya bercermin dan i can’t turn it back. aku pun tidak bisa berpaling.

sedih karena semua kejadian yang sudah sukses aku kotakkan sekarang harus terbuka, dan aku hadapi lagi. sedih ketika tersadar bahwa aku punya bekas luka di situ.

sedih karena ternyata waktu yang kuperlukan untuk sembuh adalah lebih lama lagi.

padahal selama ini aku berpikir bahwa luka itu sudah mengering, kalopun berbekas memang sudah sewajarnya, tapi sudah mengering dan hari ini serta kemaren ketika membaca blog si mba tersebut (dan aku tidak ingin berhenti membacanya) luka itu berasa perih dan nyeri lagi.

dan blog si mba tersebut, benar-benar seperti cerminan banyak hal yang selama ini sudah terjadi di aku. cara dia menyikapi, cara dia berpikir, jenis luka, orang yang melukai, penyebab luka, cara luka itu terjadi, bagaimana posisi, letak, tingkat berkarat dari pisau yang menusuk punggungnya… semuanya sama.

rasanya semua yang terjadi itu adalah baru saja aku hadapi dan semua masih segar dalam ingatanku.

semua pertemuan dan perpisahan.

tawa dan igauan.

sinar mata dan garis senyum.

obrolan dan cacian.

semua hal tersebut mendadak dalam 2 hari ini menjelma secara jelas dan pasti di ingatanku. dan terbayang setiap saat. dan menyadarkan diri bahwa luka itu dalam, dalam sekali.

oh my God, i cry…

semua juga berasa lebih berat karena aku tidak bisa dan tidak mau menceritakan apa yang sudah aku alami dan sudah terjadi pada orang lain, pada sahabat hati, pada keluarga, ataupun pada orang yang tidak aku kenal. semua aku pendam sendiri. bahkan di jurnal ini, yang sebenarnya adalah tempat sampah, aku pun tidak menceritakannya secara lugas, jelas, dan apa adanya.

sementara di jurnal si mba tersebut, dia menceritakan semua kejadian dengan apa adanya dan jujur dari A hingga ZZZZ-nya, semua! dan oleh karena itulah, semua hal yang sudah aku simpan di lemari arsip kenanganku dan sudah aku tumpuk dan tutupi dengan beribu kenangan laennya jadi muncul kembali.

gosh, i cry…

i even cant tell him. dan bagaimana bisa aku berbohong terhadap orang yang darinya aku menuntut kejujuran 1500% sementara aku tidak bisa memberikan kejujuran yang hanya 10% ini.

aku egois.

dan ya, PMS attack!

sudahlah, it’s ok with crying. dan sekarang aku mau menuntaskan bacaan tersebut karena bagaimanapun semua ini hanyalah fase. i’m looking forward for something bright from her journal, a star maybe…and finally, she lived happily ever after.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: