yeah, we will.

Heart, we will forget him,
You and I, tonight!
You must forget the warmth he gave,
I will forget the light.

When you have done pray tell me,
Then I, my thoughts, will dim.
Haste! ‘lest while you’re lagging
I may remember him!

(Heart, We will Forget Him by Emily Dickinson)

~~

dari suara si mas, rasanya dia sedikit kaget dan berbumbu marah atas pengakuanku semalam.

walopun di akhir diskusi dan obrolan, dia tau untuk menempatkan diri sebagai sosok yang using his logic instead of heart because that would be me who’s using heart instead of brain. dan dia bilang, “waktu itu gag akan lama, kan? dan kamu akan datang ke aku? sekarang cuma fase seperti yang kamu bilang untuk menyelesaikan urusanmu tersebut?”

dan dia juga bilang, “rasanya malam ini aku paham atas konsep unconditional love. ketika aku merasa sudah cukup mengenalmu dan karenanya ketika sekarang kamu bilang butuh waktu untuk dealing dengan masa lalumu tersebut aku tahu aku tidak perlu memberikan porsi berlebihan di otak dan hatiku untuk merasa ketakutan akan kehilangan kamu, ditinggalkan oleh kamu, ataupun menderita karena kamu. i believe in you, so it’s ok.”

pada awalnya, suaranya berasa agak bergetar, ada emosi yang ditahan tapi ketika dia membicarakan konsepnya tentang unconditional love tersebut, suaranya luar biasa tenang dan tidak menuntut apapun.

so sweet…

i promise, mas… i promise.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: