Archive for June 6th, 2008

selamat datang bulan juni :)

selamat datang bulan juni… 🙂

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

humm… telat ya? maaf 😛 .

selamat berulang tahun, semoga panjang umur, sehat selalu, tetap bergandengan erat dengan sang bahagia, masih dalam dekapan erat dan perlindunganNYA, masih terhangatkan oleh kasihNYA, tetap berhobi menarik garis lengkung di bibir ke arah atas… ya, bon anniversaire, joyeux anniversaire, tanjoubi omedetou, happy birthday, alles gute zum geburtstag, wilujeng milang kala, selamat berulang tahun 🙂

karena bulan juni ini di agendaku penuh oleh daftar mereka yang berulang tahun. para temans, sodaras, keponakans, sepupus yang beraneka ragam 🙂 .

rasanya akan menjadi bulan yang menyenangkan entah karena apa tapi setidaknya diawali dengan semangat tinggi dan penuh optimisme meskipun keadaan sedang lagi banyak kekacauan dan sering berdarah 😀 .

trus kenapa soundtracknya musikalisasi puisi “hujan bulan juni”? mellow kan?

karena memang bulan ini merencanakan untuk membunuh seseorang, haha… hanya pembunuhan karakter aja siyh tapi tetep aja rencana dibuat sematang dan se-fix mungkin untuk meminimalisir kemungkinan gagal 😀 . dan rasanya juga tidak akan disiarkan secara langsung motif, cerita dan kronologis pembunuhan karakter tersebut 😛 .

hm… minggu yang sedikit agak menyedihkan karena asumsi, pikiran buruk, prasangka yang dengan susah payah berusaha dibunuh, dimatikan, dilupakan, diubah menjadi sisi positif ternyata malah mendapatkan bukti akan betapa benarnya asumsi dan prasangka tersebut. dan itu membuat keinginan untuk tetap berpikir positif, memandang dunia (dalam lingkup aku dan oknum itu) dengan warna-warna indah karena diisi oleh kepercayaan dan kejujuran, gagal total.

sebagai orang yang mempunyai pemahaman, dan kelebihan dalam sifat, sikap, otak, rasa, emosi, tanggung jawab, dan segala kelebihan lainnya, tentu beban lebih banyak berada di pundakku tapi ketika bukti yang disodorkan adalah justru berlawanan dan membuat apa yang kutanggung menjadi lebih berat, membuat harapan terpatahkan, aku memutuskan untuk menyerah.

yoih, aku menyerah.

kalah? hm… itukah istilahnya?

kalo aku melihatnya lebih ke arah, “tidak peduli”.

sebenernya aku lebih salah lagi kalau bersikap tidak peduli tapi (here we go! defensif lagi!) susah kalau keinginan dan kemauan untuk menjadi lebih baik dan berubah bukan berasal dari yang bersangkutan, kalau datang dari outsider seperti aku, gag ngefek kali kalo aku sampai jungkir balik berusaha memperbaikinya.

selain itu, ada yang lebih berwenang menanggung beban dan tanggung jawab tersebut dan pihak tersebut tidak kalang kabut maupun tidak berkesan ingin SEGERA memperbaikinya. kalau aku mau kejump, aku malah sudah menyimpulkan bahwa pihak tersebut tidak menganggap ada satu hal yang salah.

so, why me?

why bother trying to fix it?

they dont care gitu lhoh.

haha… walopun seolah aku benar-benar tidak peduli, walopun seolah aku berteriak “pihak yang lebih bersangkutan aja tenang-tenang aja, kenapa aku bingung?!” tapi tetep aja di otak dan hatiku hal ini bener-bener dipikir dan membebaniku.

well, i’m deep thinker, life observer, and a caring person.

jadi ini semua adalah kutukan sepanjang aku hidup 😛 .

anyway, sekarang tahapan membaca “Cirque du freak” sudah sampai di buku 6, setelah beberapa saat sempat jeda untuk fokus ke hal lain yang lebih lebih penting. ya, baru saja tamat membaca buku 6.

ada pesan moral dalam buku enam yang aku pikir pas sekali kalau diterapkan pada saat ini.

ketika vampir*) dan vampaneze**) mulai bersinggungan lagi. ada vampir yang mempunyai ide dan pikiran yang berbeda mengenai perpecahan, permusuhan, dan pertentangan antara vampir dan vampaneze, serta penyikapan yang berbeda sekali terhadap ramalan dari Mr. Tiny, Desmond Tiny a.k.a Mr. Destiny.

dan karena pemikiran dan idenya tersebut membuat adanya kontak antara vampir dan vampaneze. ya, kedua golongan tersebut berperang, masih dalam taraf kecil.

dan karena Master Darren Shan adalah tokoh yang memergoki keberadaan vampaneze di lingkungan vampir, karena Master Darren Shan adalah tokoh yang beride jenius untuk menyergap dan mengalahkan 38 vamapneze yang sedang bersembunyi tersebut. dan karena pihak vampir menanggapinya dengan membabi buta tanpa cekbeibicek terlebih dahulu dengan pihak vampaneze maupun dengan sang pengkhianat, maka 38 vampaneze tersebut terbasmi, perang kecil tersebut dimenangkan oleh pihak vampire.

tapi… what’s good about war?

kenapa harus langsung menyerang dan menyergap vamapneze dengan membabi buta seperti itu? kenapa membunuh vampaneze berkesan menyenangkan? kenapa para vampir tertawa gembira setiap berhasil menikap vampaneze? kenapa tidak mencoba berbicara dan menanyakan apa mau mereka terlebih dahulu sebelum menyerang vampaneze?

that’s what Master Darren Shan asked.

dan ketika semua pihak vampaneze serta sang pengkhianat diinterogasi, terbukalah alasan mereka.

bahwa mereka hanya berpikir untuk merebut batu darah supaya mereka bisa mencegah kelahiran penguasa vampaneze (yang sayangnya mereka sudah yakin 100% bahwa dia sudah bangkit) bukan untuk tujuan membasmi habis pihak vampire seperti yang selama ini mereka takutkan.

so? pesan moralnya apa?

bahwa kekerasan tidak harus dihadapi dengan kekerasan.

bahwa tubuh ini dikaruniai semua hal hebat untuk menyelesaikan permasalahan. just listen, hear, ask, see, talk, watch and you will never need to do some violence.

all we need is sit and talk. talk and listen. listen and talk. and that will solve a lot of problem.

tidak harus dengan baku hantam, tinju, senjata, hantaman.

there is always a story behind everything.

buku enam masih dalam tingkat ketegangan dan adukan emosi yang masih tetap bagus.

so now i’m heading to 7, “hunters of the dusk”.

di rental buku tersedia hingga buku 10, tapi katanya belum tamat? *pingsan*

so folks, have a hardrocking weekend! 🙂

bon courage!

catatan:

*) menurut wiki adalah: mythological or folkloric revenants, who subsist by feeding on the blood of the living. dan vampire di cerita ini adalah bisa dianalogikan sebagai masyarakat umum, manusia pada umumnya. adalah vampire yang baik (ergh…ambigu yak? 😛 )

**) adalah vampire jahat (euh… 😀 )