i am legend

sedang tidak banyak kerjaan kah?

sedang banyak waktu senggang kah?

sedang bad mood mungkin?

sedang gag ada ide mau ngapain ya?

kalau gitu, tongton pilem ini

I AM LEGEND

yada, yada… telat reviewnya πŸ™‚ .

biarlah, bukankah orang bijak berkata bahwa lebih baik terlambat dari pada tidak pernah?! πŸ˜€

pilemnya…er… bagus!

dibintangi oleh Will Smith as Robert Neville, ilmuwan yang sekaligus seorang petinggi di angkatan bersenjata. yang karena kekebalan yang dimilikinya, hanya dialah yang selamat dalam serangan virus maut yang pada awalnya diprediksi sebagai obat kanker yang ternyata adalah satu virus yang mengubah korban yang terinfeksi menjadi makhluk karnivora yang tidak tahan terhadap sinar matahari (sepertinya berubah menjadi sepupunya vampire πŸ˜› ).

secara emosional, pilem laga ini menyentuh sekali. terutama ketika scene di mana si mistah ini berlindung ketika gelap tiba dengan satu-satunya makhluk yang menemaninya, anjing bernama Samantha, dalam bath tub di rumahnya yang semua dindingnya telah tersegel baja. dan si mistah hanya memeluk si anjing, diam, dan waspada. saat scene itu, rasanya dada perih sekali karena pesan moral bahwa “being alone itu gag wow!”, bahwa “being alone is the most saddest thing in life.”

kemudian ketika si mistah berkelana saat siang untuk memenuhi bekal hidupnya dan memasuki supermarket yang telah tidak dihuni, si mistah ternyata telah menata beberapa manequin di dalamnya untuk memberi kesan bahwa supermarket itu masih hidup dengan adanya beberapa banyak “orang” tersebut. si mistah juga menata beberapa manequin di beberapa sudut kota sesuai kebiasaan beberapa penduduk sebenernya dan setiap si mistah berpapasan dengan para manequin, dia menyapa “orang” tersebut dengan penuh keakraban. pesan moral yang bener-bener tertangkap adalah being alone is suck. and sad.

bagaimanapun kebaikan selalu menang melawan kejahatan, bagaimanapun jawaban dan solusi selalu ada dalam akhir perjalanan. dan ya, meskipun tidak bisa dikatakan happily ever after tapi juga tidak bisa disimpulkan sebagai pilem yang having a sad ending.

judulnya “i am legend” tentunya tertebak bagaimana nasib si mistah dan ending pilem tersebut, bukan?

dan apalagi yang bisa dilakukan untuk meresponds si bintang utama a.k.a Will Smith selain acungan beribu-ribu ibu jari atas kepiawaiannya untuk mengangkat sisi emosional dan tetap menampakkan kesan macho sebagai mana lazimnya suatu pilem laga. bener-bener jago bikin emosi teraduk dan air mata menetes (uh oh, btw highly recommended, a very super duper mega ultra highly recommended buanget adalah pilem beliau yang berjudul “pursuit of happiness”, super wajib tongtong banget! πŸ™‚ ).

satu lagi yang disuka dari pilem ini adalah make over para kanibalnya, tuob!

lalu yang bikin hati semakin miris…

My name is Robert Neville.
I am a survivor living in New York City. I can provide food.
I can provide shelter. I can provide security.
If there is anybody out there. Please. You are not alone
I will be at the South Street Seaport every day at midday
when the sun is highest in the sky.

so? tongton!

sudah gag diputer di bioskop 21?

eh, dikira aku ini nongton di mana coba? dvd di rumah kok, yee…

secara gag bisa atur waktu untuk bezuk ke bioskop twenty one selama periode putar pilem ini πŸ˜› .

kelemahannya pilem ini? ya tentu adalah! tapi… um… kalo lebih fokus ke hal yang bikin pilem ini jadi positif aja gimana? setuju, bukan? *wink*

masih gag yakin buat pinjam or beli (even better πŸ˜€ ) DVD pilem ini?

coba tongton trailernya ini πŸ™‚

so? what are you waiting for anymore?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: