it’s not it

-. anak itu mencuri uangku, Rp.5000,-. dan dia sudah mengakui kalau dialah yang mengambil uangku tanpa seijinku.

+. ah, hanya lima ribu rupiah saja, lupakan dan maafkanlah anak kecil itu.

-. bukan masalah nominalnya tapi aku tidak suka perbuatannya.

+. iya siyh, tapi kan dia masih kecil dan uangmu yang diambil juga kecil kan? jadi sudahlah, lupakan saja. cuman lima ribu rupiah saja gitu lhoh.

-. bukan nominalnya. sama sekali bukan masalah nominalnya. dan aku tidak marah karena uangku yang lima ribu rupiah yang diambilnya. tapi aku tidak suka atas ide bahwa anak sekecil itu telah mencuri. MENCURI itu point utamanya.

~~

akhir-akhir ini sering meradang hanya gegara hal seperti di atas. bukan, bukan hal bahwa uangku dicuri sebesar lima ribu rupiah.

tapi meradang atas ide betapa beberapa orang di sekitarku (dan mungkin juga aku) masih sering salah memandang suatu hal, mengambil point intinya. dan betapa susahnya untuk membuat beberapa lawan bicaraku tersebut untuk melihat dari sisi yang lebih luas, sisi yang berbeda tersebut.

seperti kasus di atas.

aku fokus pada point “MENCURI” sementara lawan bicaraku fokus pada point “NOMINAL YANG DICURI”.

dan karenanya aku dianggap tidak berbelas kasihan dan kejam.

kasus lain.

aku fokus pada point “JANGAN MEMANJAKAN” sementara lawan bicaraku fokus pada point “KASIHAN”.

jika saja tindakan atas dasar kasihan (menurut lawan bicaraku tersebut) dilakukan baru satu atau dua kali SAJA, maka aku bisa menerima dan memaklumi serta meng-amin-i tindakan berdasar rasa kasian tersebut tetapi karena aku tahu bahwa tindakan tersebut telah berulang-ulang terjadi sebelumnya, aku sudah tidak bisa lagi melihat tindakan tersebut sebagai suatu tindakan berdasarkan rasa kasihan semata. aku sudah positive melihatnya sebagai suatu bentuk pemanjaan dan ketidakberanian untuk bertanggung jawab, ketidakberanian untuk “bermasalah”.

dan karenanya aku dianggap tidak berbelas kasihan dan kejam.

please, put your shoes on mine.

do you think that i really have no mercy at all?

do you still think that no matter how hard i behave it’s all because i hate you and it’s because i have no mercy at all for you?

dont you ever consider and think that i take this side, i act this hard for you just because i care, love, and really want you to be strong and good? just because i want you to have a gut to deal with problems that you make.

oh, well, Tuhan, aku meletakkan koperku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: