Archive for July, 2008

The Dark Knight

The Dark Knight?

The Dark Knight poster 1
  • The Dark Knight poster 2
  • kata apa yang maknanya lebih dari keren?

    Magnificient! Superb! Great! Awesome! Mungkin empat kata tersebut bisa sedikit menggambarkan pilem tersebut.

    Duwh, pilemnya AWESOME sampai spicles kudu bercerita gimana lagi 😛 .

    What I believe, jika aku menongtong pilem ini lagi dan lagi serta lagi (at least lebih dari 10 kali dalam jangka waktu yang berurutan) lalu hocus focus ke tokoh The Joker, aku bisa benar-benar terintimidasi lalu tercuci otakku dan bisa benar2 become what he becomes, bisa-bisa kadar kesinisan dan keskeptisanku melunjak drastis hingga lebih dari over.

    The Dark Knight ini fokus antara BatmanThe JokerHarvey Dent a.k.a Two FaceJames Gordon.

    Ya, okay… it’s about good versus bad, angel versus devil but between those mainstream good and bad, angel and devil tersebut justru motif baik dan buruk tersebut yang dipertanyakan, justru motif yang membuat seseorang (dalam hal ini that 4 musketeers) memutuskan untuk being good or being bad yang dipertanyakan.

    Dalam skala 1 sampai 10, TDK bisa aku beri 20 😀 , gag dink 9,5 deyh 🙂

    it’s a very superb movie walopun bagiku tetep ada beberapa hal yang kurang nendang dan menjadikan kelemahan tersendiri dari TDK but thanks to The Joker. That 9.5 stars rate tersebut, 3 stars disumbang personally oleh The Joker.

    Ok, move on to each character ya…

    Batman/Bruce Wayne Christian Bale

    Huhuhu… bibirnya kissable kalo pake topengnya Batman tapi kalo jadi Bruce Wayne, kesan kissablenya kok ilang ya? Based on my preference aja, efek heroism-nya, atau memang something wrong dengan bibirnya Christian Bale??

    (note to my self: daripada membahas karakter Bruce Wayne versi Christian Bale, kenapa aku langsung cerita tentang kissable ini yak? Hihihihihihihihihi 😛 )

    Tidak terlalu banyak mengenal pilem-pilemnya beliau ya, hanyalah Batman Begins, The Prestige, 3:10 to Yuma dan kalau melihat 3 pilem beliau ini ditambah dengan The Dark Knight, rasanya I should put him on my next idol list 😀 .

    Dalam TDK and as the main character, Christian Bale bisa menginterpretasikan konflik rasa/hati a.k.a psikologis yang dialaminya sebagai orang yang mempunyai 2 kepribadian yang sama-sama kuatnya, as a super milyuner Bruce Wayne, and as a superhero Batman.

    Sebagai penonton dan peminat, aku sukses digiring Christian Bale untuk deg-deg-an serta curious menanti keputusan Christian Bale untuk memilih kepribadiannya yang mana, Bruce Wayne or Batman, yang akan dimenangkannya. Christian Bale juga sukses menunjukkan how confuse he was when he realized that nomatter how hard he tried to be a superhero, still he could not avoid in losing persons, friends. Dan bahkan ke-superhero-annya tersebut bisa jadi adalah alasan utama kenapa beberapa orang dekatnya tersebut meninggal.

    Christian Bale sukses ngasih kesan how human Batman is. Keren!

    Ada satu scene di mana pesan kesedihan, kesendirian dari seorang Bruce Wayne and Batman tertangkap adalah ketika pagi hari di mana Alfred berniat memberikan surat terakhir dari Rachel Dawes. Rasanya pas waktu itu si Bruce Wayne really really need a hug (ini siyh doyan kali ya bu? 😛 )

    Lalu ketika Bruce Wayne berkeluh kesah kepada Alfred, dan Alfred bilang that he should endure,

    And Bruce said, “Well today I found out what Batman can’t do. He can’t endure this. Today you finally get to say ‘I told you so.’”

    Alfred said, “Today, sir, I don’t want to” (paused) “but I did bloody tell you.”

    Hm… kesan lemah dan kesan manusiawinya tertangkap banget. *sedih*

    Shortly, Christian Bale sukses memerankan Bruce Wayne dan Batman. Dia sukses menginterpretasikan konflik yang dialami sosok Bruce Wayne as Batman and sosok Batman as Bruce Wayne.

    The Jokermendiang Heath Ledger.

    Hiks… kok sudah meninggal? *sedih*

    Referensi pilem yang dimainkan almarhum pun tidak banyak yang sudah kutongton. Hanyalah 10 things I hate about you as Patrick Verona dan Gunung Punggung Patah as Ennis Del Mar. dan dari 2 pilem itu saja, sosok alm yang terbentuk di benakku adalah sosok yang tidak banyak omong, hobi berpikir, introvert, bersuara berat, jarang dan hampir tidak pernah tertawa, dan benar-benar berbeda 180 derajat dibandingkan The Joker.

    Oh my God, I don’t know what to say about this character. He did a very very very great job in playing this role, superb!

    Suara tertawanya, tone suaranya yang cempreng lalu kegemarannya untuk licking the scars, it is, oh, so scary! Serius ya, the way he laughs maniacally lalu setiap kamera meng-shoot wajahnya dan dia menjilati luka di bibirnya tersebut, it’s a freaky yet scary thing I’ve ever seen. Lalu ketika adegan dia menyamar sebagai nurse dan keluar dari rumah sakit dan meledakannya, cara dia berjalan… haha! Seram!

    The Joker is far from funny, I guess. Ya, he’s the joker and he gives a lot of jokes, joke in a cynic-skeptic-scary-way not a funny-huwahahahaha-way, know what I mean?

    Mari, mari… saya kopikan beberapa kalimat yang diucapkan The Joker yang bisa membuat penggambaran yang lebih akurat akan betapa psiko-nya dia…

    His first joke in this movie: “I believe whatever doesn’t kill you simply makes you… stranger”

    Yes, yes, it’s “strAnger” not “strOnger”

    And then ketika adegan merampok di bank,

    A: “I’m betting The Joker told you to kill me soon as we loaded the cash.”

    The Joker: “no, no, I killed the bus driver.” (sambil bergeser untuk memposisikan si A dengan benar)

    A: “what bus driver?”

    (yada, yada… mendadak ada bis sekolah mendobrak dinding bank yang menabrak mati si A, lalu si sopir keluar bis dan ditembak mati oleh si joker)

    Lalu…

    “You see, nobody panics when things go according to plan, even if the plan is horrifying. If I told people that a gangbanger was going to get shot, or a busload of soldiers was going to get blown up, nobody would panic, because it’s all part of the plan. But tell people that one tiny little mayor is going to die and everyone loses their minds!”

    Dan ketika The Joker bilang, “you see, madness, as you know, is like gravity. All it takes is a little…push.”

    Huwaaa… ketika kalimatnya disengaja menggantung beberapa saat dan ditutup dengan “push” dan The Joker tertawa, itu bener-bener bikin merinding dan ketakutan gitu.

    Juga setiap The Joker mengucapkan, “Why so serious?”

    Suaranya itu lhoh… serem!

    Lalu gaya tertawanya, postur tubuhnya, bahasa tubuhnya, all in a scary way. Tuob!

    Heath Ledger brings The Joker as a character which is really really really dark yet terrifying but in a beautiful way. Can’t you believe, setiap tokoh The Joker muncul, aura gelap-sakit jiwa-takut-tidak nyaman selalu menguasai tetapi begitu dia hilang dan cerita fokus ke tokoh lainnya, justru deg-deg-an menanti kapan The Joker ini muncul lagi. Yup, sampai segitunya.

    Two Face/Harvey DentAaron Eckhart.

    Two tumbs up untuk make upnya sebagai Two Face, bener-bener sesuai dengan yang aku bayangkan mengenai how the bad side of Two Face looks like 🙂 .

    Tapi secara karakter? Hiks…bagus siyh, karena bisa menggambarkan white knight turn into dark knight dan betapa madness is like gravity. All it takes is a little…push.

    Ya, Two Face sukses menggambarkan betapa teori The Joker adalah benar adanya bahwa the fact that innocent can destroy means that there is no innocent, so your life is a joke. Why so serious?

    Tapi ya itu, karakter Batman dan The Joker terlalu menguasai pilem ini, sehingga Aaron tidak terlalu bisa menyumbang bintang di pilem ini. Apalagi Two Face ada karena dia adalah boneka ciptaan dari The Joker, dia ada sebagai pembuktian teori bahwa sebenernya tidak ada kebaikan dalam diri manusia apalagi ketika manusia tersebut telah crossed the line.

    Tapi make upnya keren!

    James Gordon Gary Oldman

    He’s the good guy. He’s the human here. Dan yah, gegara sepanjang pilem hanya fokus ke Batman dan The Joker, Gordon pun terlupakan walopun kalau dari sisi konflik, justru Gordon juga berperan besar dalam cerita ini.

    Secara keseluruhan?

    ANJR*TT! Pilemnya super duper mega ultra keren banget!

    Dulu kupikir, barometer tokoh jahat dalam semua pilem Batman adalah PenguinDanny DeVito in Batman Returns (1992). Jika tokoh jahat bisa lebih berkesan dibandingkan Penguin, maka pilem Batman tersebut sukses (menurutku). Tapi sekarang?

    Hohoho… jika tokoh jahat dalam next movienya Batman tidak lebih super duper mega ultra keren dibanding The Jokernya alm. Heath Ledger, maka they are fail.

    Masalahnya lagi, setelah ada The Dark Knight dengan The Jokernya, pilem superhero berikutnya jika tidak bisa lebih hebat lagi dari mereka, maka pilem-pilem superhero tersebut juga gagal.

    The Dark Knight menjadikan barometer persaingan pilem superhero menjadi melunjak lebih berat lagi.

    Tapi sesuper duper mega ultra keren apapun pilem ini, ada beberapa kelemahannya. Satu aja yang bener-bener aku kehilangan hal yang khas dari semua pilem Batman adalah markasnya yang used to di gua alami, penuh kelelawar, dan gelap. Markas (err… gag ada kata lain yang lebih keren ya bu? 😀 ) Batman dalam TDK ini mengingatkan aku akan pilem James Bond dan any other superhero movies.

    Satu hal lagi memaksa aku dengan penuh sukarela dan sukacita adalah bahwa menurut trivianya, ” To prepare for his role as the Joker, Heath Ledger lived alone in a hotel room for a month, formulating the character’s psychology, posture and voice (the last one he found most difficult to do). He started a diary, in which he wrote the Joker’s thoughts and feelings to guide himself during his performance. He was also given Alan Moore‘s comic “Batman: The Killing Joke” and “Arkham Asylum: A Serious House on Serious Earth” to read. Ledger also took inspiration from A Clockwork Orange (1971)’s Alex and Sid Vicious.”

    Keren yak? Sampai segitunya suatu observasi dilakukan hanya untuk satu karakter fiktif. Hebath! sayang, beliau meninggal dengan tragisnya 😦

    Well, well… sudah sepanjang ini euy, karena saking berkesannya pilem ini 😀 .

    So…

    Why so serious?

    semakin eksplisit semakin jujur, benarkah?

    nona cantik,

    sudahlah, jangan berteriak bahwa kamu sudah tidak sayang, tidak cinta lagi pada dia yang dulu sudah mengukir sederet luka di hatimu.

    sudahlah, tidak perlu berusaha keras meyakinkan aku dan siapapun temanmu bahwa kamu sudah melupakan dan memaafkan perbuatan jahatnya padamu.

    sudahlah, tidak perlu juga untuk bermuka datar tanpa air mata dan bahkan tersenyum ceria setiap kamu mendengar nama dia disebut.

    dan sudahlah, berhenti berusaha untuk bisa menyapanya dengan bersemangat.

    sudahlah, hentikan semua itu, lalu jujurlah pada hati dan dirimu sendiri.

    lalu kamu tuan nan budiman,

    berhentilah juga berbohong padaku.

    berhentilah menyapaku dengan penuh senyum-how-happy-i-am-being-a-father.

    berhentilah pula bercerita dengan awalan, “hari ini aku bahagia sekali karena…”

    berhentilah juga dari dzikirmu setiap hari dengan, “gila ya bu, menikah adalah keputusan gue yang paling tepat yang pernah gue ambil, gue bahagia banget karena…”

    jika di lain kesempatan, pada orang yang beda…

    kamu hanya bercerita betapa terkungkungnya dirimu.

    betapa kamu merindukan geng norakmu dulu.

    betapa kamu masih tidak bisa menikmati peranmu untuk mengganti popok, dan membuatkan susu buat bayimu.

    betapa kamu merindukan rutinitas tidur-lagi-setelah-mandi-pagi-di-hari-minggu.

    betapa kamu kadang tidak mengerti akan pemikiran istrimu.

    betapa kadang kamu melupakan cinta yang dulu membuatmu bisa memutuskan untuk menikah.

    berhentilah berbohong dan menyuarakan “kebahagiaanmu” di depanku jika kamu masih belum bisa menerima resiko dari keputusanmu tersebut.

    nona cantik dan tuan nan budiman,

    kadang tidak diperlukan suatu suara keras dan tindakan eksplisit untuk menyuarakan kejujuran dan kebahagiaan atas pilihan hidup yang telah diambil. tidak dengan teriakan keras lalu raut muka merah meradang dan otot tegang sambil berucap, “AKU SUDAH TIDAK CINTA LAGI PADANYA, AKU CUMA MENGANGGAP DIA SEBAGAI TEMAN!” atau dzikir setiap lima menit sekali dengan kalimat, “gag nyangka ya bu, ternyata benar-benar menikah adalah keputusan yang paling tepat yang pernah gue ambil, sekarang gue bahagiaaaa banget karena…”

    karena sesungguhnya kejujuran dan kebahagian seperti itu malah bisa dinilai oleh orang lain dengan cukup melihat saja. tanpa kalimat. tidak diperlukan perbuatan eksplisit untuk meyakinkan mereka.

    beside of that, nona cantik dan tuan nan budiman, buat apa juga kalian keukeuh ingin memperolah penilaian orang lain atas perasaan-sudah-tidak-cinta-lagi dan atas kebahagiaan untuk pilihan hidupmu tersebut?

    kami hanya orang lain yang hanya bisa berkomentar dan bicara serta menilai. kami tidak menjalani hidup yang kalian jalani, bukan?

    oh, well, i know… it is still me, the cynic me who’s speaking.

    kata Joker dalam The Dark Knight,

    Why so Serious?

    mengenai N.A.T.O dan gila

    bonjour, comment allez-vous? 🙂

    akhir-akhir ini, sedang asyik fokus ke seorang teman yang punya kekerasan kepala dan kebandelan yang lebih akut dibanding aku 😛

    ya, ya, seorang teman yang menekan tombol merah di otak dan hatiku dan membuat aku secara impulsive menuliskan entry ini ke jurnal ini, dan yah, gegara beberapa arsip dalam lemari kenangan yang mendadak terbuka 🙂 .

    well, well it’s ok juga siyh dengan kekerasan kepala dan kebandelannya yang bermuatan akut itu, i can handle it dan justru seringnya malah bisa aku jadikan sebagai lelucon of the day, hihihihi… *maaph juragan 😛 *

    yah, debat kusir itu tidak selamanya menyebalkan, believe me. setidaknya bisa lah diabadikan dalam otak dan ketika 5 menit kemudian setelah debat kusir tersebut berlalu, semua saraf dan otot di muka bisa berkolaborasi menciptakan ledakan tawa 😀 , hehehhehehehehehehhehe…

    anyway…

    just curious aja, bagaimana mungkin seseorang dengan begitu banyak pemahaman, pengetahuan, pengertian mengenai begitu banyak hal baik, hal benar, hal yang sesuai dengan semua norma bermasyarakat masih bisa melakukan hal-hal salah yang bertentangan dengan semua teori hidup dan bermasyarakat yang diketahuinya?

    ya, ya… he’s not an angel just a common and ordinary human like me jadi wajar saja melakukan kesalahan-kesalahan tersebut.

    tapi mengingat semua theories yang diketahuinya tentang baik dan benar, benar dan salah, still it amused me, a lot!

    if he does not apply in his behavior what he knows, what he reads, what he learns, what he trusts, what he says, what he understands… he is as a blind man who, even with a huge-massive lamp in his hand cannot see the road.

    jadi no matter how fun it is to have a chit chat, untuk berdebat kusir dengan beliau tapi begitu beliau membeberkan semua teori kebaikan sebagai dasar argumennya dan di saat yang bersamaan perbuatannya tidak mencerminkan tentang apa yang diucapkannya, sedikitpun! well… it comes to me that magic “SUCK!” word in mind 🙂 .

    seperti ketika beliau berargumen mengenai menjaga silaturahmi tapi disaat yang bersamaan semua isi curahan curhat hatinya tidak mencerminkan sedikitpun mengenai teori tersebut. well, it sucks! 😐

    tapi ya, pada saat seperti itu memang kapasitasku (yang diharapkannya) hanyalah sebatas pendengar dan tempat sampah saja, bukan?

    begitulah.

    no, no… bagaimanapun it’s only a reminder for myself bahwa teori akan menjadi sebatas teori saja dan jika tidak diterapkan dalam suatu tindakan, maka it’s all a bullshit dan jika aku tidak yakin bisa menerapkannya, it’s better for me to keep my mouth from being talking and talking.

    like right now 😛

    by the way, mendengar, membaca, mengikuti berita tentang sang homoseksual yang memutilasi para korbannya lalu melihat, mendengar lagi dan lagi pilem “batman unmasked: the psychology of the dark night”, jadi kepikiran tentang teori gila dalam ranah psikologi dan rasanya semakin pingin tahu tentang transpersonal psychology. *belajar lagi*

    have a hardrocking day, guys 😉

    sudah mencoblos untuk Pilkada Jatim hari ini kah?

    gelap

    jauh sebelum malam benar-benar pekat

    lampu telah dinyalakan.

    dan sadarkah kamu bahwa kepekatan malam berbanding lurus dengan cahaya lampu

    semakin pekat malammu, semakin terang cahaya lampumu

    well, ok, it’s an artificial lights but it is still a light, right?

    so why do you afraid of darkness?

    kunang-kunang pun semakin terlihat indah dan terang ketika malam semakin gulita.

    Kedamaian : Tohpati feat Terry

    Tohpati. ada yang meragukan keindahan musik racikannya?

    petikan gitarnya itu lhoh… has the same effect with Jubing’s *shivering*

    i admire Tohpati and Jubing. so much!

    kalau Tohpati selalu hadir saat hujan rintik nan gloomy di mana benak dipenuhi ide akan segala kepenatan dan kepekatan and slow but sure he asks me to dance with him. selalu bersahabat erat dengan novel romantis yang berliku-liku, segelas coklat panas atau secangkir teh cammomile dan beberapa potong cakes. selalu semakin meresap ketika sedang hening. dan sesedih serta se-gloomy apapun keadaan, perlahan tapi pasti akan semakin cerah dan yup, the sun will rise, always! nice!

    sedangkan Jubing, rasanya seru sekali berjalan-jalan tak tentu arah menjelajahi wilayah preman sebelah dengan bertemankan Jubing. menyapa wajah-wajah baru. bercanda dengan anak-anak dari kompleks sebelah. bercerita tak habisnya mengutuki jaman yang semakin edan dengan ibu warung penjual nasi bungkus yang baru saja dikenal. rame!

    baru-baru ini dapat satu paket dari “penggemar setia” yang berisikan beberapa pilem dan beberapa MP3, salah satunya adalah satu folder lagu barunya Tohpati. i love it! so much! thanks to you! 🙂

    i copied all in my mp3 player and yes, got lost many times whenever i listened to it while i was on my way to my office, hihihihi…

    entah ya, listen to Tohpati’s and Jubing’s selalu membuat mata melihat segala sesuatu yang biasa menjadi tidak biasa. seolah hidup dalam dunia penuh ilusi. daun jatuh, terasa indah. tiupan angin terasa nyaman sekali. gelak tawa anak kecil terdengar merdu. semua yang biasa dan sering aku temui seolah menjadi hal-hal luar biasa dan indah serta meaningful.

    seolah diingatkan bahwa there is no tomorrow. nikmati perjalananmu saat ini juga, dont think and dont worry too much.

    anyway, searching di you tube, blom ada satupun video muncul dari album barunya ini, jadi dipamerin sederetan lirik lagu dari albumnya tersebut yang bukan hanya sekedar instrumentalia ya…

    ada beberapa lagu yang tidak sekedar instrumentalia siyh dan sebenernya naksir berat sama yang featuring iwa k, “dancing kids”. luuuvv… that kid’s voice setiap menirukan hentakan musiknya. toott! 😀

    tapi mau pamer lagu yang ini saja yak. tanpa maksud apapun 😉

    ~~

    dalam hati slalu kusebut namamu
    setiap saat hatiku slalu merindukanmu
    kugantungkan jiwa ini kepadamu

    secerah mentari
    seindah pelangi
    hasratku padamu
    oh, Tuhanku

    cintai aku
    slama hidupku
    bawalah aku kedalam surgamu
    temani aku
    setiap langkah ini
    kuingin kedamaian sampai akhir nanti

    jangan tinggalkan aku hidup sendiri
    ampunilah sgala kesalahan yang terjadi

    secerah mentari
    seindah pelangi
    hasratku padamu
    oh, Tuhanku

    cintai aku
    slama hidupku
    bawalah aku ke dalam surgamu
    temani aku
    setiap langkah ini
    kuingin kedamaian sampai akhir nanti

    ~~

    well, i miss the rain already 🙂

    Menjaga Silaturahmi? oh, really?

    kata Rihanna:

    “Don’t tell me you’re sorry ’cause you’re not, Baby when I know you’re only sorry you got caught…”

    lately, begitu sering ucapan/excuses “menjaga silaturahmi” aku dengar. bukan, bukan bermaksud tidak setuju, menentang, dan mengutuknya. malahan setuju, dan suatu hal yang baik serta benar adanya. tapi entah ya, rasanya kok frase “menjaga silaturahmi” tersebut terlalu diada-adakan oleh mereka yang mengucapkannya padaku.

    ah, terasa sekali how cynic i am ya? when it came to an open ended movies or books, i used to choose a romantic side to end it but now i become a cynic person, hihi… gag tau deyh, yang salah apa dan kenapa ada perubahan begini 😛 .

    ok, back on the case yak.

    akhir-akhir ini ada banyak orang yang mengucapkan hal-hal seperti, “maafin aku, imas. bla…bla…bla… tapi jangan marah ya? kan wajib hukumnya untuk menjaga silaturahmi bla…bla…bla…bla…”

    oke, point untuk “menjaga silaturahmi” adalah satu hal yang benar dan harus banget untuk dilakukan. no comment dan memang aku setuju. tapi jika “menjaga silaturahmi” ini adalah hal sepenting yang mereka ucapkan ketika meminta maaf atas kesalahan mereka, kenapa tidak dari awal mereka menjaga diri dan menjauhi hal-hal yang membuat mereka jadi merasa bersalah padaku?

    oh, tolong… jangan berpikir bahwa ini perasaanku sahaja karena aku berani posting (untuk postingan kali ini) setelah mengamati beberapa kasus, menelaah sikap, kata, perbuatan, dan tindakan mereka semua padaku. dan tanpa dendam, tanpa sakit hati.

    itulah… aku hanya tidak mengerti saja, jika memang hal untuk menjaga silaturahmi telah mereka pahami sedemikian rupa hingga mendalam sekali, jika mereka paham betapa pentingnya hal untuk menjaga silaturahmi tersebut lalu kenapa mereka melakukan satu kesalahan yang bagiku impossible sekali jika mereka beralasan bahwa kesalahan tersebut tidak mereka sadari telah mereka lakukan.

    karena kejadian dan kesalahan yang terjadi adalah bukan satu hal yang bisa dikelompokkan ke golongan “by accident”. justru kejadian dan kesalahan yang terjadi sangat menyertakan akal, otak, hati, dan rasa didalamnya and how old are they untuk tidak memberdayakan akal, otak, hati, dan rasa hingga satu-satunya tameng yang bisa dikedepankan padaku adalah “menjaga silaturahmi”. dan bukankah mereka adalah amat berpengalaman jika dibandingkan denganku jika dalam hal tersebut?

    sebenernya gag masalah juga mereka mau beralasan apapun dihadapanku tapi yang menggoda nafsu amarahku adalah kenyataan kesimpulanku bahwa betapa orang-orang tersebut meringankan makna “menjaga silaturahmi” tersebut. seolah dengan adanya “menjaga silaturahmi” telah melegalisasikan apapun kesalahan yang telah dan akan mereka lakukan baik padaku maupun pada orang lain.

    bukankah seharusnya “menjaga silaturahmi” dimaknai dengan kontinyuitas untuk menjaga persaudaraan, hubungan baik dan BUKAN HANYA dikedepankan ketika kita terjebak suatu kesalahan yang beresiko merenggangnya hubungan?

    walopun tidak salah juga jika memperlakukan “menjaga silaturahmi” tersebut ketika terjebak dalam suatu permasalahan tapi ketika justru dijadikan tameng perlindungan, benarkah tindakan tersebut?

    eits, sekali lagi aku ingatkan bahwa aku bisa bilang ini setelah melewati proses pengamatan sekian lama terhadap orang lain dan diri sendiri. mengumpulkan tindakan, perbuatan, respon, kata, dan pemikiran dari beberapa banyak orang dan bukan hanya kesimpulan emosional semata.

    aku benar-benar tidak mengerti atas tindakan tersebut. menjadikan “menjaga silaturahmi” sebagai legalitas atas kesalahan dan kemanusiawiannya untuk alpa dan silap atas suatu kesalahan yang sebenarnya tidak perlu terjadi jika saja dari awal otak, akal, hati, rasa, dan pikiran telah diberdayakan dengan sejalan dengan pemahaman yang benar atas “menjaga silarurahmi” tersebut.

    yuk kita telaah dari sisi etimologinya.

    menjaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring adalah men·ja·ga v 1 menunggui (supaya selamat atau tidak ada gangguan): mereka selalu ~ kampungnya dng baik; 2 mengiringi untuk melindungi dr bahaya; mengawal: ajudan itu selalu ~ atasannya; 3 mengasuh (mengawasi anak kecil); 4 mengawasi sesuatu supaya tidak mendatangkan bahaya; mencegah (bahaya, kesukaran, kerugian): tugas mereka ialah ~ bahaya api; 5 mempertahankan keselamatan (orang, barang, dsb): pemerintah memperkuat pasukan yg ~ pantai; 6 mengikhtiarkan (supaya); mengurus (supaya): kita harus ~ agar pemasukan tidak lebih besar dp pengeluaran; 7 memeliharakan; merawat: ia ~ baik-baik neneknya yg sakit;

    silaturahmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring adalah si·la·tu·rah·mi n tali persahabatan (persaudaraan)

    bisa berpikir, bukan? dapat menyimpulkan, tokh? dari penjabaran makna di atas?

    bahwa SEHARUSNYA MENJAGA SILATURAHMI DILAKUKAN DARI AWAL titik ketika garis kehidupan kita bersinggungan dengan garis kehidupan individu lain BUKAN HANYA DIJADIKAN TAMENG SERTA PENGINGAT UNTUK LEGALISASI KESALAHAN SAJA. walopun bukan suatu kesalahan juga jika mengingatkan untuk menjaga silaturahmi tersebut.

    tapi ketika berucap, “sorry, aku salah. dari awal pun aku tidak bermaksud mempermainkan imas, jadi jangan marah dan jangan membenciku ya? kita harus menjaga silaturahmi, bukan? karena jika tidak kita berdosa. kita tidak mau berdosa, bukan?”

    maaf tuan, yang bisa memutuskan siapa yang berdosa, siapa yang bukan dan berapa besar dosanya bukankah HANYA Tuan Hakim yang di atas sana? tuan tidak berhak sedikitpun, bukan?

    dan ya, pada akhirnya juga aku tidak menyimpan dendam kepada mereka. marah siyh iya, untuk satu jam di awal lah tapi setelahnya juga sudah asyik aja, paling tidak untuk kasus berat hanya beresiko aku jadi sama sekali tidak bisa menghargai mereka dan sama sekali tidak bisa menganggap mereka ada. itu saja, jika seandainya sampai detik ini ada yang tetap aku diamkan, juga bukan atas pertimbangan dendam, benci, ataupun terluka tapi lebih ke arah untuk menjaga diri, diriku dan dirinya, serta juga bahwa aku sudah tidak respect padanya dan tidak bisa menganggap dirinya ada di dunia ini.

    karena melihat sifat dan sikapnya (lagi-lagi, berdasarkan pengamatan pribadi yak) it’s useless juga untuk berteman dengan orang tersebut. walopun tetep bisa banget siyh untuk tersenyum tulus dan bercanda secara juga gag menyimpan dendam tapi ya with no respect at all aja.

    dan akibatnya mereka menganggapku sebagai pihak yang TIDAK MAU DIAJAK KERJASAMA UNTUK MENJAGA SILATURAHMI? ah, like i care 🙂

    haha… the cynic me yak? 😛

    dan ya, sangat, oh maksudku amat sangat teramat super duper mega ultra gemas sekali, kalau orang jawa bilang, “mentolo ngeplak ndhase!” terhadap dia dan dia yang menjadikan “menjaga silaturahmi” sebagai their last bullet untuk terselamatkan dari cemoohanku dan protesku.

    kenapa ya, rasanya kalau dalam skala luas juga bisa disimpulkan betapa agama, islam in this case, juga sering dijadikan legalitas semata. seenak hatinya diambil ajarannya sejumput demi sejumput tanpa pemahaman yang amat mendalam dan berani meneriakkannya. iya kalau benar? kalau salah? akibat noda setitik, rusak susu sebelanga kan?

    *sigh*

    ada seorang teman yang jika dia berpikir dalam skema pikiranku sekarang, dia akan dengan gagah berani menutup postingan ini dengan…

    “MENJAGA SILATURAHMI? EAT THAT SH*T!

    menjaga silaturahminya siyh bener dan harus tapi jika hanya dijadikan sebagai tameng perlindungan, i’d probably love to say this too…EAT THAT SH*T!

    *sigh*

    dan maaf, correct me if i’m wrong… but you’re telling me you’re sorry just because you’ve got caught by me, bukan?

    aha!

    oh wait! i dedicated this entry to…hm… wait, to two persons. yes, it could be you.

    yada, yada… the cynic me has spoken.

    The Call – Regina Spektor

    baiklah, saya akui bahwa pada dasarnya saya itu cengeng. itu adalah bukti akan kelembutan hati saya. *maaf, stok plastik maupun ember serta baskom saya habis, jadi tidak boleh muntah!*

    oke, let’s play this game:

    1. prepare any kind of your audio kit. as we’re talking about MP3 here, so i suppose you understand to prepare a suitable kits tokh? hanya ada tape recorder? halah, please deyh!

    2. you need to have a low and down mood not a high and super power mood 😀

    3. put a “don’t disturbed” sign on your forehead. a DENSE-CAPITAL-DON’T DISTURBED-SIGN ya.

    4. get an aromatherapic candle on 😀

    5. and then put you earphone on your ear (ya, of course on ear lah! 😛 ) and listen to this song

    6. focus on it, hear every single word, listen to each rhythm. and see/feel what’s going on on you.

    the effect on me: i’m bursting on tears!

    in a silent way siyh.

    i dont know, but i think it’s a very sad song plus Regina’s voice gives a sad effect, suaranya tipikal suara menyayat hati dan mengiris-irisnya sampai berasa miris dengernya.

    i did not say that it is not a beautiful voice yaaa… in fact, it is beautiful indeed. beautiful but sad.

    and my tears still rolling down my face right now.

    anyway, i did listen to another soundtrack of this movie, called “this is home” by switchfoot.

    and yes, i cried too! (tapi tetep aja denger dan denger dan denger serta denger lagi 😛 )

    tapi kupikir aku tidak secengeng ini lah. well, ok, i’ve had a very gentle and warm heart tapi tidak secengeng ini lah maka dari itu, aku coba dengar lagu lain dari Regina Spektor ini, lagu dalam albumnya beliau yang “Begin to Hope” dan kesimpulannya adalah bahwa memang suara beliau tipikal suara menyayat dan mengiris begitu juga musik beliau.

    jadi?

    ya bolehlah aku dibilang punya hati yang lembut tapi cengeng? yakin masih berani menyimpulkan kalo aku cengeng? bener yakin? serius?

    *mengasah golok*

    oh, ok… bonus liriknya lagu The Call – Regina Spektor, Original Soundtrack dari pilen The Chronicle of Narnia: Prince Caspian (cakeub! 😛 )

    It started out as a feeling
    Which then grew into a hope
    Which then turned into a quiet thought
    Which then turned into a quiet word

    And then that word grew louder and louder
    ’Til it was a battle cry
    I’ll come back
    When you call me
    No need to say goodbye

    Just because everything’s changing
    Doesn’t mean it’s never been this way before
    All you can do is try to know who your friends are
    As you head off to the war

    Pick a star on the dark horizon
    And follow the light
    You’ll come back when it’s over
    No need to say goodbye

    You’ll come back when it’s over
    No need to say goodbye

    Now we’re back to the beginning
    It’s just a feeling and no one knows yet
    But just because they can’t feel it too
    Doesn’t mean that you have to forget

    Let your memories grow stronger and stronger
    ’Til they’re before your eyes
    You’ll cone back
    When they call you
    No need to say goodbye

    You’ll come back
    When they call you
    No need to say goodbye

    ~

    nangis kan? iya kan?

    *keukeuh* 😀