mengenai N.A.T.O dan gila

bonjour, comment allez-vous? 🙂

akhir-akhir ini, sedang asyik fokus ke seorang teman yang punya kekerasan kepala dan kebandelan yang lebih akut dibanding aku 😛

ya, ya, seorang teman yang menekan tombol merah di otak dan hatiku dan membuat aku secara impulsive menuliskan entry ini ke jurnal ini, dan yah, gegara beberapa arsip dalam lemari kenangan yang mendadak terbuka 🙂 .

well, well it’s ok juga siyh dengan kekerasan kepala dan kebandelannya yang bermuatan akut itu, i can handle it dan justru seringnya malah bisa aku jadikan sebagai lelucon of the day, hihihihi… *maaph juragan 😛 *

yah, debat kusir itu tidak selamanya menyebalkan, believe me. setidaknya bisa lah diabadikan dalam otak dan ketika 5 menit kemudian setelah debat kusir tersebut berlalu, semua saraf dan otot di muka bisa berkolaborasi menciptakan ledakan tawa 😀 , hehehhehehehehehehhehe…

anyway…

just curious aja, bagaimana mungkin seseorang dengan begitu banyak pemahaman, pengetahuan, pengertian mengenai begitu banyak hal baik, hal benar, hal yang sesuai dengan semua norma bermasyarakat masih bisa melakukan hal-hal salah yang bertentangan dengan semua teori hidup dan bermasyarakat yang diketahuinya?

ya, ya… he’s not an angel just a common and ordinary human like me jadi wajar saja melakukan kesalahan-kesalahan tersebut.

tapi mengingat semua theories yang diketahuinya tentang baik dan benar, benar dan salah, still it amused me, a lot!

if he does not apply in his behavior what he knows, what he reads, what he learns, what he trusts, what he says, what he understands… he is as a blind man who, even with a huge-massive lamp in his hand cannot see the road.

jadi no matter how fun it is to have a chit chat, untuk berdebat kusir dengan beliau tapi begitu beliau membeberkan semua teori kebaikan sebagai dasar argumennya dan di saat yang bersamaan perbuatannya tidak mencerminkan tentang apa yang diucapkannya, sedikitpun! well… it comes to me that magic “SUCK!” word in mind 🙂 .

seperti ketika beliau berargumen mengenai menjaga silaturahmi tapi disaat yang bersamaan semua isi curahan curhat hatinya tidak mencerminkan sedikitpun mengenai teori tersebut. well, it sucks! 😐

tapi ya, pada saat seperti itu memang kapasitasku (yang diharapkannya) hanyalah sebatas pendengar dan tempat sampah saja, bukan?

begitulah.

no, no… bagaimanapun it’s only a reminder for myself bahwa teori akan menjadi sebatas teori saja dan jika tidak diterapkan dalam suatu tindakan, maka it’s all a bullshit dan jika aku tidak yakin bisa menerapkannya, it’s better for me to keep my mouth from being talking and talking.

like right now 😛

by the way, mendengar, membaca, mengikuti berita tentang sang homoseksual yang memutilasi para korbannya lalu melihat, mendengar lagi dan lagi pilem “batman unmasked: the psychology of the dark night”, jadi kepikiran tentang teori gila dalam ranah psikologi dan rasanya semakin pingin tahu tentang transpersonal psychology. *belajar lagi*

have a hardrocking day, guys 😉

sudah mencoblos untuk Pilkada Jatim hari ini kah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: