The Dark Knight

The Dark Knight?

The Dark Knight poster 1
  • The Dark Knight poster 2
  • kata apa yang maknanya lebih dari keren?

    Magnificient! Superb! Great! Awesome! Mungkin empat kata tersebut bisa sedikit menggambarkan pilem tersebut.

    Duwh, pilemnya AWESOME sampai spicles kudu bercerita gimana lagi 😛 .

    What I believe, jika aku menongtong pilem ini lagi dan lagi serta lagi (at least lebih dari 10 kali dalam jangka waktu yang berurutan) lalu hocus focus ke tokoh The Joker, aku bisa benar-benar terintimidasi lalu tercuci otakku dan bisa benar2 become what he becomes, bisa-bisa kadar kesinisan dan keskeptisanku melunjak drastis hingga lebih dari over.

    The Dark Knight ini fokus antara BatmanThe JokerHarvey Dent a.k.a Two FaceJames Gordon.

    Ya, okay… it’s about good versus bad, angel versus devil but between those mainstream good and bad, angel and devil tersebut justru motif baik dan buruk tersebut yang dipertanyakan, justru motif yang membuat seseorang (dalam hal ini that 4 musketeers) memutuskan untuk being good or being bad yang dipertanyakan.

    Dalam skala 1 sampai 10, TDK bisa aku beri 20 😀 , gag dink 9,5 deyh 🙂

    it’s a very superb movie walopun bagiku tetep ada beberapa hal yang kurang nendang dan menjadikan kelemahan tersendiri dari TDK but thanks to The Joker. That 9.5 stars rate tersebut, 3 stars disumbang personally oleh The Joker.

    Ok, move on to each character ya…

    Batman/Bruce Wayne Christian Bale

    Huhuhu… bibirnya kissable kalo pake topengnya Batman tapi kalo jadi Bruce Wayne, kesan kissablenya kok ilang ya? Based on my preference aja, efek heroism-nya, atau memang something wrong dengan bibirnya Christian Bale??

    (note to my self: daripada membahas karakter Bruce Wayne versi Christian Bale, kenapa aku langsung cerita tentang kissable ini yak? Hihihihihihihihihi 😛 )

    Tidak terlalu banyak mengenal pilem-pilemnya beliau ya, hanyalah Batman Begins, The Prestige, 3:10 to Yuma dan kalau melihat 3 pilem beliau ini ditambah dengan The Dark Knight, rasanya I should put him on my next idol list 😀 .

    Dalam TDK and as the main character, Christian Bale bisa menginterpretasikan konflik rasa/hati a.k.a psikologis yang dialaminya sebagai orang yang mempunyai 2 kepribadian yang sama-sama kuatnya, as a super milyuner Bruce Wayne, and as a superhero Batman.

    Sebagai penonton dan peminat, aku sukses digiring Christian Bale untuk deg-deg-an serta curious menanti keputusan Christian Bale untuk memilih kepribadiannya yang mana, Bruce Wayne or Batman, yang akan dimenangkannya. Christian Bale juga sukses menunjukkan how confuse he was when he realized that nomatter how hard he tried to be a superhero, still he could not avoid in losing persons, friends. Dan bahkan ke-superhero-annya tersebut bisa jadi adalah alasan utama kenapa beberapa orang dekatnya tersebut meninggal.

    Christian Bale sukses ngasih kesan how human Batman is. Keren!

    Ada satu scene di mana pesan kesedihan, kesendirian dari seorang Bruce Wayne and Batman tertangkap adalah ketika pagi hari di mana Alfred berniat memberikan surat terakhir dari Rachel Dawes. Rasanya pas waktu itu si Bruce Wayne really really need a hug (ini siyh doyan kali ya bu? 😛 )

    Lalu ketika Bruce Wayne berkeluh kesah kepada Alfred, dan Alfred bilang that he should endure,

    And Bruce said, “Well today I found out what Batman can’t do. He can’t endure this. Today you finally get to say ‘I told you so.’”

    Alfred said, “Today, sir, I don’t want to” (paused) “but I did bloody tell you.”

    Hm… kesan lemah dan kesan manusiawinya tertangkap banget. *sedih*

    Shortly, Christian Bale sukses memerankan Bruce Wayne dan Batman. Dia sukses menginterpretasikan konflik yang dialami sosok Bruce Wayne as Batman and sosok Batman as Bruce Wayne.

    The Jokermendiang Heath Ledger.

    Hiks… kok sudah meninggal? *sedih*

    Referensi pilem yang dimainkan almarhum pun tidak banyak yang sudah kutongton. Hanyalah 10 things I hate about you as Patrick Verona dan Gunung Punggung Patah as Ennis Del Mar. dan dari 2 pilem itu saja, sosok alm yang terbentuk di benakku adalah sosok yang tidak banyak omong, hobi berpikir, introvert, bersuara berat, jarang dan hampir tidak pernah tertawa, dan benar-benar berbeda 180 derajat dibandingkan The Joker.

    Oh my God, I don’t know what to say about this character. He did a very very very great job in playing this role, superb!

    Suara tertawanya, tone suaranya yang cempreng lalu kegemarannya untuk licking the scars, it is, oh, so scary! Serius ya, the way he laughs maniacally lalu setiap kamera meng-shoot wajahnya dan dia menjilati luka di bibirnya tersebut, it’s a freaky yet scary thing I’ve ever seen. Lalu ketika adegan dia menyamar sebagai nurse dan keluar dari rumah sakit dan meledakannya, cara dia berjalan… haha! Seram!

    The Joker is far from funny, I guess. Ya, he’s the joker and he gives a lot of jokes, joke in a cynic-skeptic-scary-way not a funny-huwahahahaha-way, know what I mean?

    Mari, mari… saya kopikan beberapa kalimat yang diucapkan The Joker yang bisa membuat penggambaran yang lebih akurat akan betapa psiko-nya dia…

    His first joke in this movie: “I believe whatever doesn’t kill you simply makes you… stranger”

    Yes, yes, it’s “strAnger” not “strOnger”

    And then ketika adegan merampok di bank,

    A: “I’m betting The Joker told you to kill me soon as we loaded the cash.”

    The Joker: “no, no, I killed the bus driver.” (sambil bergeser untuk memposisikan si A dengan benar)

    A: “what bus driver?”

    (yada, yada… mendadak ada bis sekolah mendobrak dinding bank yang menabrak mati si A, lalu si sopir keluar bis dan ditembak mati oleh si joker)

    Lalu…

    “You see, nobody panics when things go according to plan, even if the plan is horrifying. If I told people that a gangbanger was going to get shot, or a busload of soldiers was going to get blown up, nobody would panic, because it’s all part of the plan. But tell people that one tiny little mayor is going to die and everyone loses their minds!”

    Dan ketika The Joker bilang, “you see, madness, as you know, is like gravity. All it takes is a little…push.”

    Huwaaa… ketika kalimatnya disengaja menggantung beberapa saat dan ditutup dengan “push” dan The Joker tertawa, itu bener-bener bikin merinding dan ketakutan gitu.

    Juga setiap The Joker mengucapkan, “Why so serious?”

    Suaranya itu lhoh… serem!

    Lalu gaya tertawanya, postur tubuhnya, bahasa tubuhnya, all in a scary way. Tuob!

    Heath Ledger brings The Joker as a character which is really really really dark yet terrifying but in a beautiful way. Can’t you believe, setiap tokoh The Joker muncul, aura gelap-sakit jiwa-takut-tidak nyaman selalu menguasai tetapi begitu dia hilang dan cerita fokus ke tokoh lainnya, justru deg-deg-an menanti kapan The Joker ini muncul lagi. Yup, sampai segitunya.

    Two Face/Harvey DentAaron Eckhart.

    Two tumbs up untuk make upnya sebagai Two Face, bener-bener sesuai dengan yang aku bayangkan mengenai how the bad side of Two Face looks like 🙂 .

    Tapi secara karakter? Hiks…bagus siyh, karena bisa menggambarkan white knight turn into dark knight dan betapa madness is like gravity. All it takes is a little…push.

    Ya, Two Face sukses menggambarkan betapa teori The Joker adalah benar adanya bahwa the fact that innocent can destroy means that there is no innocent, so your life is a joke. Why so serious?

    Tapi ya itu, karakter Batman dan The Joker terlalu menguasai pilem ini, sehingga Aaron tidak terlalu bisa menyumbang bintang di pilem ini. Apalagi Two Face ada karena dia adalah boneka ciptaan dari The Joker, dia ada sebagai pembuktian teori bahwa sebenernya tidak ada kebaikan dalam diri manusia apalagi ketika manusia tersebut telah crossed the line.

    Tapi make upnya keren!

    James Gordon Gary Oldman

    He’s the good guy. He’s the human here. Dan yah, gegara sepanjang pilem hanya fokus ke Batman dan The Joker, Gordon pun terlupakan walopun kalau dari sisi konflik, justru Gordon juga berperan besar dalam cerita ini.

    Secara keseluruhan?

    ANJR*TT! Pilemnya super duper mega ultra keren banget!

    Dulu kupikir, barometer tokoh jahat dalam semua pilem Batman adalah PenguinDanny DeVito in Batman Returns (1992). Jika tokoh jahat bisa lebih berkesan dibandingkan Penguin, maka pilem Batman tersebut sukses (menurutku). Tapi sekarang?

    Hohoho… jika tokoh jahat dalam next movienya Batman tidak lebih super duper mega ultra keren dibanding The Jokernya alm. Heath Ledger, maka they are fail.

    Masalahnya lagi, setelah ada The Dark Knight dengan The Jokernya, pilem superhero berikutnya jika tidak bisa lebih hebat lagi dari mereka, maka pilem-pilem superhero tersebut juga gagal.

    The Dark Knight menjadikan barometer persaingan pilem superhero menjadi melunjak lebih berat lagi.

    Tapi sesuper duper mega ultra keren apapun pilem ini, ada beberapa kelemahannya. Satu aja yang bener-bener aku kehilangan hal yang khas dari semua pilem Batman adalah markasnya yang used to di gua alami, penuh kelelawar, dan gelap. Markas (err… gag ada kata lain yang lebih keren ya bu? 😀 ) Batman dalam TDK ini mengingatkan aku akan pilem James Bond dan any other superhero movies.

    Satu hal lagi memaksa aku dengan penuh sukarela dan sukacita adalah bahwa menurut trivianya, ” To prepare for his role as the Joker, Heath Ledger lived alone in a hotel room for a month, formulating the character’s psychology, posture and voice (the last one he found most difficult to do). He started a diary, in which he wrote the Joker’s thoughts and feelings to guide himself during his performance. He was also given Alan Moore‘s comic “Batman: The Killing Joke” and “Arkham Asylum: A Serious House on Serious Earth” to read. Ledger also took inspiration from A Clockwork Orange (1971)’s Alex and Sid Vicious.”

    Keren yak? Sampai segitunya suatu observasi dilakukan hanya untuk satu karakter fiktif. Hebath! sayang, beliau meninggal dengan tragisnya 😦

    Well, well… sudah sepanjang ini euy, karena saking berkesannya pilem ini 😀 .

    So…

    Why so serious?

    3 responses to this post.

    1. Posted by leenoe on August 17, 2008 at 6:52 pm

      menurut gw siyh lbh kissable pas jd bruce wayne, scara klo pake topeng… i don’t know…there’s something wrong with his mouth… jdnya efek kissable-nya ilang… 😛
      yg pasti siyh, suaranya bowww…. sekseeeehhhh…. hehehehe… 😀

    2. yoih, yoih… suaranya seksih abis 😀
      huehehehehehe…
      bukannya gegara pakai topeng, samting wrong di mulutnya jadi tertutupi, buw? 😛
      ah, mau bertopeng maupun kagak, suaranya teuteub seksih! hihihihihihihihi…
      retongtong hyuukk… 😀

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: