still such a ‘september ceria’ no matter what :)

sebentar, sebentar, biarkan saya kembali mendarat di bumi dan mengisi pasokan O2 yang sudah benar-benar menipis sebelum melanjutkan ketikan dalam rangka mengapdet jurnal ini.

*doing reiki for a moment*

ok, i’m fine now.

this week is such a bloody hell week for me *phew!*. yah, berkaitan dengan kerjaan siyh ya (sekedar bocoran, dan ritme seperti ini setidaknya akan bertahan hingga lebaran. oh, tidak!). banyak membudidayakan telepon, email, fax, sms, lalu juga wira-wiri dari satu meja ke meja yang lain.

minggu-minggu biasanya mungkin intensitas kesibukan juga sama tetapi tidak sampai wira-wiri kesana kemari, cukup duduk di meja lalu mengerjakan semuanya. beda dengan (setidaknya) 2 minggu ini.

bener-bener sudah menjelma jadi miss super sibuk deyh.

untuk pressure-nya sama aja yah. mau dianggep pressure juga berasa banget, mau tidak dianggep pun bisa saja. hanya saja, sesuai dengan penyakit gila nomor dua puluh dua hingga dua puluh empat, pressure justru jadi lebih berasa (rasanya memang salah mengambil kerjaan ini 😀 ).

semuanya serba sudden death, serba on a last 1 minute! bahkan ketika tinggal satu detik terakhir pun masih besar kemungkinan perubahan yang terjadi. dan hal seperti itu benar-benar membuat pompaan jantung jadi balapan sama F1 racing gitu.

eike stress deyh 😛

tapi kalau sekarang siyh sudah berasa, “IT WAS FUN!” meskipun sudah terbayang jelas minggu-minggu depan justru lebih sibuk lagi gegara ada tamu-tamu experts berdatangan dengan beberapa proyek saling tumpang tindih.

duit 10 juta pun jadi tidak berasa apapun. yang dulunya hanya dengan modal 10 juta bisa bertahan hidup selama 3 minggu, sekarang ini 10 juta bisa habis dalam hitungan 2 hari. hihihihihihihi… *berasa kaya*

and then come this story:

on a last weekend yak 🙂

+ bla…bla…bla… (terpaksa disensor yak secara nasehat yang bener-bener hanya untuk konsumsi pribadi *berasa penting*)

– thanks, but no, thanks.

+ yaolo, jangan egois kamu! pikirkan perkataanku tadi. bagaimanapun perkataanku tadi adalah hal terbaik yang bisa terjadi buatmu. jangan egois dan memikirkan diri sendiri begitu!

– still, no.

+ aduh! pikirkan dulu! jangan keras hati gitu.

– oh, well, it seems you dont take any “no” answer yak?

+ karena apa yang kuminta itu adalah pemikiran paling matang demi dirimu sendiri dan permintaanku itu adalah hal terbaik untukmu.

– jadi bener, kamu sangat berharap aku mengiyakannya?

+ ya, aku sangat sangat berharap kamu bilang iya atas usul dan permintaanku itu.

– baiklah, aku bilang “ya”. ya, aku masih tidak bisa menerima usul dan permintaanmu tersebut.

+ …

yes, it ended that way.

yes, i hurt their heart and feeling.

yes, they still think that i’m such a selfish girl ever.

yes, deep inside my heart i still say “NO!”

but now, i allow them doing whatever it needs to push me on their way.

bagaimanapun aku tidak bisa mengubah persepsi, pendapat, pemikiran mereka tentang apa yang aku ambil, apa yang aku putuskan (sebagaimana mereka tidak bisa memaksaku mengamini langkah-langkah mereka).

meskipun aku sudah menceritakan dari A hingga Z semua hal yang ada (bukan hanya sebatas yang diperlukan oleh mereka).

meskipun juga aku sudah mendengarkan semua rencana A hingga Z dari mereka.

tapi aku tidak bisa memaksa mereka dan mereka tidak bisa memaksaku. karena sejelas dan sedetail apapun aku menceritakannya, mereka tetap memakai standard diri mereka untuk menyikapinya, sebagaimana juga aku terhadap mereka.

semisal kasus pencuriaan yang dilakukan seorang anak kecil.

aku bilang, “bukan masalah nominalnya tetapi etika si anak, kelakuan si anak, ‘keberanian’ si anak untuk mencuri adalah hal yang aku permasalahkan.”

sementara orang lain menanggapinya dengan, “ah, hanya 5rb ajah. maafkan sajalah lalu lupakan.”

jadi, seberapapun keras aku berusaha membuat mereka mengerti apa yang aku maksud.

seberapapun keras aku berusaha membuat mereka bisa membayangkan apa yang aku maksud.

seberapapun keras usaha tersebut, output-nya tetap beda jauh.

dan di titik ini, aku menyerah.

sudah tidak mau berusaha lagi.

que sera sera. dengan tetap a big NO di dalam hati siyh ya 😛 *keukeuh*

aku kurang keras berusaha? dan digituin saja sudah menyerah?

ahahaha… terserah juga siyh kalo dianggap demikian.

rasanya, fase di mana seorang imas dicap jelek dan buruk lalu dimasukkan ke golongan-golongan jahat pun sudah pernah aku rasakan.

semua julukan buruk yang i’m not sure anyone could bear it 🙂 . i already there.

jadi ya sud, que sera sera sambil tetep berusaha mewujudkan that NO.

anyway, kalo vidclip yang di entry sebelum ini kan bisa dibilang soundtrack untuk kasus you-know-who tersebut sedangkan untuk vidclip berikut ini bisa dibilang soundtrack si mas 10 hari tuwh 😀 .

secaranya dulu pas kasus dengan si mas 10 hari, bisa langsung nangis bombay setiap dengar lagu ini nee…

yang lirik lagunya:

Have you ever felt some kind of emptiness inside
You will never measure up, to those people you
Must be strong, can’t show them that you’re weak
Have you ever told someone something
That’s far from the truth
Let them know that you’re okay
Just to make them stop
All the wondering, and questions they may have

I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come

Have you ever seen your face,
In a mirror there’s a smile
But inside you’re just a mess,
You feel far from good
Need to hide, ‘cos they’d never understand
Have you ever had this wish, of being somewhere else
To let go of your disguise, all your worries too
And from that moment, then you see things clear

I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come

Are you waiting for the day
When your pain will disappear
When you know that it’s not true
What they say about you
You could not care less about the things
Surrounding you
Ignoring all the voices from the walls

I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come
I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come

Still we don’t know what’s yet to come
Still we don’t know what’s yet to come

~~

si jeng ini ke mana yak? sudah lamo tak basuo…

well, segloomy apapun, bulan ini tetep september ceria, rite? 🙂

cheers kawans…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: