tafsir mimpi :D

wiken kemaren, aku bermimpi! setelah sekian lama tidak pernah bermimpi. dan mimpiku boleh dimasukkan ke golongan mimpi aneh 😀 .

jadi begini, hari sabtu dan minggu kemaren adalah hari termalasku. karena selepas sholat subuh, langsung tidur hingga jam 10-an, bangun dan bebersih kamar serta melakukan pembersihan mingguan, hingga jam 4 lalu tidur lagi hingga menjelang maghrib, berbuka dan tarawih lalu tidur lagi dan aktivitas diulang lagi walhasil hari seninnya badan ini rasanya malah berasa sakit dan hawa males terus menerus 😀 .

dan pastinya juga karena porsi tidur yang amat tidak normal tersebut akibatnya jadi dianugerahi mimpi yang aneh ini karena tokoh2 yang bermain di dalamnya dan gag nyangka aja kenapa ada beliau di dalam mimpiku ini yak? hihihihi… sudah gitu, pas bangun dan tersadar that it just a dream reaksi pertamaku adalah bengong lalu meringis sambil menepok jidat, hihihihihihi…

(tapi curiga juga, sepertinya mimpi ini timbul juga terimbas dari kerjaan di kantor)

jadi antara aku dan si mistah X itu yak, in a real life hubungan kami siyh ya ala kadarnya, respect each other dan rasanya gag aneh2 lah (dari akunya juga gag kepikiran apapun ke si mistah tersebut), apalagi beliau fokus di hutan rimba jakarta dan aku di kebun surabaya. as normal as a partner could be.

tapi dalam mimpi ini, kita berdua berhubungan sebagai teman, teman main, teman gontok-gontokan, teman caci memaki, dan sama sekali bukan rekan kerja.

entah kenapa di mimpi tersebut si mistah X ini menjelma menjadi sosok yang kereeen banget! *super duper mega ultra keren banget!* tapi aku tetap mengenalinya sebagai mistah X dan sosok serta penampakannya adalah mistah X banget (jangan tanya sisi kerennya dari mana karena aku juga bingung bagaimana menjawabnya 😀 ).

dan waktu itu kita berdua nemuin satu tantangan yang sama, yaitu adalah menuruni dinding!

dan ini tipikal dinding yang muluuuuus ada tangganya tapi kecil dan curam trus sudut melengkungnya itu gag wajar dan sama sekali tidak ada pegangannya.

mengingat aku sangat benci berurusan dengan segala sesuatu berbau tangga, jelas sekali aku yang emosi tinggi dan ketakutan sekali dibanding si mistah X tersebut sementara diana ketawa ketiwi gag jelas karena dia mantan komandan mapala (jangan tanya lagi dari mana aku dapat info ini, it just pops  up on my mind. namanya juga mimpi! 😀 ).

yah, in the end perkara menuruni tangga tersebut sukses aku tempuh dan kita berdua disambut dengan upacara megaaah sekali sewaktu berhasil menuruninya. dan kupikir it’s over (ya, ya, di mimpi tersebut pun aku menyimpulkan satu hal yang imajiner ini 😛 ) ternyata si EO pesta penyambutan kami berdua ngasih tau kalau tugas kami selesai jika kami bisa menaiki dinding tersebut.

no, without rope or anything just our hands and feet. nothing more. seperti waktu menuruninya.

dan menaiki dinding tersebut adalah justru jauh sangat sulit dibanding menuruninya (walopun ada tangga tanpa pegangan). kenapa? karena sudut dindingnya gag bisa untuk dinaiki (aku kesulitan menggambarkannya). karena jika dinaiki pasti akan jatuh jika tidak ada tali atau berpegangan.

pastinya aku yang ketakutan dan pesimis gitu. tetep menaiki tangga siyh tapi sudah yakin banget bahwa di anak tangga kesekian aku bakal stuck dan gag bisa naik serta hanya bisa turun.

si mistah X? meskipun mantan komandan mapala ternyata dia sadar diri atas ketidakmungkinan menaiki tangga tanpa alat bantu. jadinya, kesan dari si mistah X pun tidak kalah pucat dibanding aku. tapi aku tidak terlalu fokus ke diana dan hanya fokus ke satu persatu anak tanggaku.

eh, ketika aku sudah tiba di titik anak tangga tertinggi yang bisa kucapai dan aku mencari si mistah X tersebut, dia sudah duduk manis serta senyam senyum dengan manisnya padaku di anak tangga tertinggi.

sudut lengkungan dinding yang amat sangat super duper mega ultra sulit sekali untuk dilalui tanpa alat bantu telah sukses dia taklukkan tanpa aku melihat proses penaklukannya tersebut.

dan entah somehow juga, si mistah X menolongku juga untuk bisa melalui sudut lengkung jahanam tersebut (entah bagaimana caranya).

dan sudah, mimpi itu berakhir bahagia karena kami berdua sukses menaklukkan dinding yang bagiku berkesan sangat menakutkan dan impossible to be beaten. dan mendadak di mataku, si mistah X ini berkesan superhero banget.

aneh kan? sangat mimpi banget, bukan?

tapi jadi penasaran, tafsir mimpinya apa coba? ada yang tau?

hihihihihi 😀

anyway, senin-selasa-rabu, bener-bener tidak ada kejadian penting yang mengaduk-aduk emosi sehingga membuat aku secara impulsive menulis sesuatu di jurnal ini tapi walopun begitu rasanya otak penuh sekali dan satu-satunya yang terpikir adalah bahwa aku harus menuliskan sesuatu di jurnal ini untuk mengurangi load di damaged brain ini. jadi ya, diceritakanlah mimpi di atas 😀 .

lalu-lalu, dapat satu quote bocoran dari teman (yang masih terlalu malas untuk aku googling sendiri demi sebuah link tertulis di entry ini 😛 ).

How people treat you is their karma, how you react is yours.

-Wayne Dyer-

sudah ya kawans, balik ke kerjaan lagi supaya segera selesai semuanya 🙂

have a hardrocking fasting day…

P.S.: i’m craving for pizza! argh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: