fast update

senin, 15.09.2008 setengah siang.

adalah pertama kalinya merasakan lapar hingga perut bunyi kukuruyuk di bulan puasa ini, padahal sedang tidak puasa dan hari-hari sebelumnya bener-bener bisa berpuasa dan ikutan berpuasa hingga waktu berbuka masih sama sekali tidak merasa lapar.

selasa, 16.09.2008 malam.

bete jadi penjaga kost sementara yang lainnya sedang tarawih dan tebar pesona di masjib komplek kost-kostan sini.

rabu, 17.09.2008 malam.

having a very! very! very nice and amazing conversation dengan seorang teman *waving hands ke nunz*. oh my, semoga semua isi obrolan kita kemaren itu hanya BENAR-BENAR terjadi di shitnetrong indonesia aja ya, bu? gag jadi kenyataan di temen loe itu. amien!

kamis, 18.09.2008 siang hingga sore.

sedikit obrolan santai sama nunz via email and suddenly came this idea.

bahwa (sepertinya) aku adalah pribadi yang sulit.

kenapa? karena sejauh otak dan memoryku bekerja dengan baik dan benar, aku tidak pernah menjawab satu pertanyaan dengan singkat sesingkat pertanyaan tersebut dan sesingkat jawaban yang seharusnya aku berikan. bahkan untuk yes or no question. selalu jawabanku tipikal seperti, “ya, tapi…” atau “enggak siyh, tapi…”

sebagaimana ketika jam makan siang dan nitip beli makanan ke OB, tidak pernah titipanku sesimple ini, “nitip nasi rames ya?” tetapi selalu, “nitip nasi rames ya. nasinya separuh aja, tanpa sambel, mienya diganti sayur aja, krupuknya ditambah. plus jus wortel jeruk ya, es dan gulanya sedikit saja, gag perlu pake susu kental manis segala.”

atau ketika melihat reality show di ind*siar, yang entah apa yang salah satu jurinya adalah om Helmy Yahya (oh tidak! aku hampir menuliskan Hedy Yunus padahal yang kumaksud adalah Helmy Yahya! ada apa dengan otakku? *tercekat*) , si om ini menanyai kontestan dengan pertanyaan tipikal fast respond (semisal, lebih cakep siapa antaraย  yana yulio dengan harvey malaiholo? – hah?!) pada saat tanya jawab tersebut, secara imaginary aku juga menjawab pertanyaan-pertanyaan beliau tapi jika para kontestan bisa menjawab secepat-sependek “Yana Yulio” aku menjawabnya dengan panjang, “Yana Yulio tapi pas masih jadul, kalo sekarang siyh udah berasa banget om-om nya.”

lalu ketika chatting dengan Dinz dan kita bermain adu cepat mendaftar nama para cowoks cake up. selalu ada “tapi…” dalam semua pilihanku. “Pierce Brosnan tapi yang pas main di Remington Steele”. “Ferdi Nuril tapi pas jadi musisi bukan pemain pilem.”

pribadi yang sulit, bukan?

ketika sore menjelang malam.

gegara email nunz yang masih mengenai cerita shitnetrong wannabe di atas. ketika nunz bilang, “ceweknya orang B*njarm*sin!” (hihihihihi… sensor yang gag guna yak? ๐Ÿ˜› ). well, aku tau memukul rata dan bernegatif thinking itu gag boleh dan jelek tapi i cant help it! setelah membaca pemberitahuan tersebut, langsung di otak berkata, “no! no! shitnetrong pun bisa terjadi nyata di kehidupan sehari-hari!”

oh, no!

lalu ketika malam menjelang.

sepulang dari tarawih, pas jalan sama mba tien dan ngobrol, mendadak dari arah belakang ada mas-mas yang berjalan dengan kecepatan cahaya ( ๐Ÿ˜€ ) dan hampir menubrukku (untung reflekku masih sangat bagus. eh, mestinya buntung dink ๐Ÿ˜€ ). niat awal siyh mau pasang tampang judes karena ucapan maaf tidak segera aku dengar tapi pas aku memindai wajahnya, terpaksa setelan tampang judes harus aku tarik dan aku ganti dengan setelan tampang mupeng-manis-jaim-ajaib karena si masnya itu cake up, huwahahahahahahha…

rasanya waktu berjalan melambat dan terjadi S.L.O.W. M.O.T.I.O.N. suara debu melayang pun terdengar jelas sekali. dunia seolah hanya berisi aku dan si mas cake up tersebut.

but then, he walked away silently without saying sorry padahal dilihat dari jakarta maupun dari papua jelas sekali si mas itu yang salah.

cannot apologize? yah, secake up apapun tapi kalo tidak bisa bilang maaf, minus dua deyh ๐Ÿ™‚ .

and that bring me to the next step which is thinking and try to remember kenapa aku selalu lebih suka menjadi secret admirer terhadap mereka para vitamin mata tapi ketika akhirnya garis kehidupan saling bertumpang tindih, biasanya kedudukan mereka dari idola menjadi casual friend aja. padahal aku tau konsep “teman khayalan adalah hal yang membahayakan”.

masih di malam yang sama.

apa ini tandanya penuaan dini ya? atau masih gegara depresi gag jelas juga?

mendadak sangat sulit untuk mengingat kata! padahal kata yang aku perlu ingat waktu itu adalah “amnesti” (yang baru terpecahkan tadi pas sahur) dan satu kata lagi yang hingga sekarang blom aku temukan adalah kata yang bermakna “kemampuan mengingat peta/wilayah”.

tanda-tanda penuaan dini ya?

padahal masih 26! belom tua kan ya?!

jumat, 19.09.2008 dini hari pas santap saur.

lagi nikmeh2nya menikmati es cincau aseli, mendadak hp bergetar pertanda ada sms masuk. dan ketika aku buka, dari nomor asing yang isinya picture message, gambar ilustrasi entah cewek atau cowok (gag jelas) lalu ada hati dan tulisan “Rindu Padamu”.

d’oh! d’oh! d’oh! hari gini gituuu! at first siyh merasa bete gitu karena emang gag suka ada nomor asing nyasar tokh. tapi trus lama-lama, keselnya ilang dan jadi rasa takjub. takjub gegara isi picture messagenya ngingetin aku atas segala tulisan ajaib yang biasa ada di body-nya truk. “Kutunggu jandamu”, “doa ibu” dll dkk dsb. dan yah, aku membalasnya karena bagaimanapun harus dihargai tokh (plus juga aku lagi kurang kerjaan siyh ๐Ÿ˜€ ). aku balas, “thank you.”

kalau ngeliat nomornya siyh nomor daerah Jatim (Malang tepatnya). siapa ya?

Jumat, 19.09.2008 siang ini.

apa aku punya kecenderungan mempersulit hidup dan diriku ya?

gegara satu kejadian baru saja di mana di depanku ada jalan yang lebih mudah, lebih mulus, lebih enak bagi kelangsungan masa depanku tapi menurutku jalan itu salah, jalan yang gag benar, dan aku males ambil jalan tersebut. so i say “no!” tapi diprotes oleh mereka-mereka yang katanya menyayangiku, mereka-mereka yang mentasbih diri mereka sendiri sebagai my guardian angels. jadi aku tidak frontal bilang “Tidak” hanya saja aku juga tidak mempermudah cara dan jalanku untuk menuju jalan yang mereka maksud tersebut.

karena ini hal prinsip bagiku.

analoginya seperti kasus suap menyuap. dengan menyuap, jalanku lebih mudah, lebih mulus, lebih cepat untuk mencapai garis finish. tapi bagiku menyuap adalah hal yang salah so i say no. hanya saja mereka yang disekelilingku bilang bahwa dana untuk menyuap itu ada dan bisa so why not?

and due to my respect on them, kata “TIDAK” tidak keluar dari mulutku hanya saja aku pun tidak bergegas mencairkan dana yang dimaksud dengan berbagai alasan. yah, i make it hard.

ini namanya mempersulit hidup dan diriku kah? bahkan untuk hal yang amat prinsip juga bisa dibilang begitukah?

if yes… wow!

well then, such a fast update, rite?

have a blessed fasting day, kawans.

sudah bolong berapa hari?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: