Archive for January, 2009

selalulah bersikap sopan.

oke, setelah tanggal 13 januari kemaren, menyusul adalah tanggal 15 januari juga harus diabadikan dan dicatat dengan tinta merah nan tebal 😛 .

tapi belajar banyak dari 2 hari tersebut.

bahwa sikapku harus selalu sopan dan ramah, no matter what.

bahkan terhadap nomor-nomor asing yang hobi memiskolku tanpa melihat waktu dan moodku. bisa saja nomor asing itu adalah dari seorang yang amat sangat teramat penting sekali bagiku.

mungkin dari orang yang mau memberikan aku uang 1 trilyun.

atau orang cakep yang punya petunjuk di mana uang 1 trilyun itu bisa aku temukan, seperti yang termaktub (halah! 😛 ) dalam wish listku.

atau…

gag kalah pentingnya…

dari calon ibu mertua.

ehm……

my wish

too many emotion inside, hehe…

bukan, bukan emosi gelap gulita yang penuh berisikan hawa pembunuhan dan berhiaskan golok bertuah serta altar bersimbah darah dengan kemenyan di sana sini. yah, beberapa sisi siyh.

and that put my mind set on this wish…

“hari jumat, segeralah datang, tolong!”

ah, waktu… kenapa minggu ini kamu sangat bermalas-malasan untuk segera cepat berlalu? bergegaslah!

on a different subject, yes, tgl 10 kemaren harus diabadikan. diawali dengan kekonyolan, dipenuhi dengan kekonyolan tapi anehnya i feel so relax doing those stupid thing. malu? iya tapi semua berasa bisa ditolerir.

in fact, tgl 10 januari bener-bener berisikan beberapa kejadian penting.

terima kasih untuk keterbukaan, kejujuran, dan rasa percayanya *wink to my dearie*

dan sebagai imbas dari semua kekonyolan tgl 10 tersebut, tgl 13 pun harus dimasukkan ke daftar hari-hari bersejarah, hehe…

anyways, jumat, segeralah menjelang, tolong!

Nuansa Bening – Vidi Aldiano

ehm…

*pinjam dehem penuh wibawanya si bapak*

sedang seneng sama lagu ini (tapi ya tetep seneng versi aseli dan versi jadoelnya lah)

silakeun…

oh, tiada yang hebat dan mempesona / ketika kau lewat di hadapanku / biasa saja.

waktu perkenalan lewatlah sudah / ada yang menarik pancaran diri / terus mengganggu.

mendengar cerita sehari-hari / yang wajar tapi tetap mengasyikan.

reff:

kini terasa sungguh / semakin engkau jauh / semakin terasa dekat.

akan kukembangkan / kasih yang engkau tanan / di dalam hatiku.

oh, tiada kejutan pesona diri / pertama kujabat jemari tanganmu / biasa saja.

masa pertalian terjalin sudah / ada yang menarik bayang-bayangmu / tak mau pergi.

dirimu nuansa-nuansa ilham / hamparan laut tiada bertepi.

back to reff.

menatap nuansa-nuansa bening / tulusnya doa bercita.

back to reff.

~

memang pada dasarnya merupakan lagu bagus yah? jadi mau diaransemen dan ditambahi rap pun tetep bagus.

seorang teman yang kualitas otak dan instingnya tak terbantahkan berasumsi bahwa aku suka lagu ini (versi baru ini) gegara aku sedang jatuh cinta.

emang gitu yak?

etapi… siapa yang sedang jatuh cinta?! *denial mode on*

*balik mendengarkan versi jadul dan versi baru*

termentahkan

dahulu kala, saat di mana momentum itu masih bener-bener berada di dunia antah berantah nun jauh di awang-awang sana, benakku justru sudah menciptakan satu konsep ideal dan aku yakin bakal mempesonah semua orang.

dress codenya apa? mengenai tema? susunan acara? hal A hingga hal ZZZ, pilihan puisi-puisi yang bakal aku cantumkan (tentunya “aku ingin” dari Bapak Sapardi donk, atau “the gardener”-nya Rabindranath Tagore, atau “soneta XVII”-nya Pablo Neruda?)

semua hal itu sudah terkonsep jelas, ada blue print-nya di benakku.

tidak bisa ditawar lagi, dan harus aku wujudkan. once in my life time.

tapi untuk sekarang, semua hal itu rasanya menjadi tidak penting lagi.

di benakku hanya ada garis besar, “Apa siyh esensi acara ini?”

dan garis besar tersebut membuat semua details yang jauh hari sebelumnya sudah aku pikirkan matang2, hasil dari pengamatan beberapa peristiwa yang menyerupainya, hasil dari pembelajaran untuk acara2 yang sama, semua jadi termentahkan.

tidak, aku tidak menyesalinya pun tidak terkecewakan.

aku hanya merasa dulu itu aku salah jalan banget, dan alhamdulillah sekarang insyaALLAH sudah balik ke jalan yang bener, hihihihihihi…

tapi untuk sampai ke titik itu rasanya masih jauh, masih ada jeda waktu beberapa saat lagi. doakeun saya selamat sampai tujuan tersebut, amien.

haha… yah inilah penyakit gila yang ke nomor sekian 😀

harap dimaklumi aja 😛

thanks to you :)

my first entry on 2009 😛

and it will be nothing, only gibberish just like always.

nothing new, and really nothing at all.

bahkan hampir lupa kalau besoknya itu tahun baru (waktu malam pergantian tahun), karena memang diniatin untuk tidur cepat mengingat tgl 1 januari 2009 yang berencana pergi ke Malang untuk besuk adik sepupunya temennya temenku sembari ngobrol dan mematangkan rencana. and we did it! semua akhirnya matang dan pas banget, thanks God 🙂 .

berawal dari tanggal 25 desember sore, dan berlanjut hingga sekarang. satu hal yang tidak pernah aku pikir bisa terjadi secepat, semudah, seringan, dan seiya ini, ternyata malah kualami, and i’m ok with it.

yah begitulah, untuk reminder maka perlu aku catat beberapa tanggal bersejarah di penghujung tahun 2008 dan awal tahun 2009 ini.

25 desember, awal mula segalanya.

31 desember, tindak lanjut pertama.

1 januari 2009, rencana udah bener-bener mantab, gag ada lagi keraguan, dan jalan serta langkah pun rasanya ringan (alhamdulillah).

2 & 3 januari pun sekedar pengulangan kematangan dan pemantaban plans aja.

4 januari, pembelajaran utk bersabar yang pertama kalinya dengan sikon yang totally berbeda 😛 and we both are ok with it 🙂 .

mungkin tgl 10 januari besok baru ada hal baru yang bisa dicatat lagi.

lalu planning utk bulan februari (tanggal berapa ya tepatnya? inform me asap, please 🙂 )

bayangkan, hanya butuh 1 minggu!

seetelah masa-masa pencarian, penolakan, penerimaan, semua naik turunku, semua lika-likuku, justru yang sekarang hanya perlu waktu 1 minggu and we’re deal with it.

bukan, bukan hanya dengan dasar logika dan asas rasional aja, but pure from my heart also. rasanya semua sudah pas dan mantab dan aku gag nemu alasan untuk menunggu hal-hal lain, maupun untuk menolak hal tersebut.

rasanya nyaman dan aman.

diawali oleh keterbukaan dan kejujuran serta kepolosannya, maka aku bisa bener-bener ikut arus kejujuran, keterbukaannya and it solved a lot of things 🙂 . thanks to you 🙂 .

yah, intinya siyh tunggu kabar selanjutnya aja. yang pasti, ya, aku nanti akan berada dalam dunia yang bener-bener berbeda dan totally gag aku sangka sebelumnya.

apakah aku siap?

karena ada dukungan darinya, dan pengertian darinya bahwa masa penyesuaianku bakal lama dan berat, maka aku berani melangkah sejauh ini.

again, thanks to you 🙂 .

jadi, resolusi 2009-ku?

that M thing, definitelly.