Posts Tagged ‘definitely heart’

*spicles melihat ke langit*

Siyal!

Kupikir hari ini pun akan berjalan dengan aman, tenang, damai dan tidak ada sapaan serta gangguan sama sekali seperti beberapa hari yang telah berlalu ini setidaknya jadi semakin mantab.

Tapi tidak, TUHAN tidak berniat mempermudah jalan hidupku.

 

TUHAN, YOU know what… tidak lucu! Amat sangat teramat super duper mega ultra tidak lucu sekali banget.

oo, aku ketahuan… :P

seorang teman bertanya melalui yahoo messenger,

“baca jurnal loe, loe lagi-lagi sedang diverting dan lari dari masalah hati lagi yak?”

huehehehehehehehehe…

sepertinya kemampuanku untuk berpura-pura dan menutupi sesuatu sudah mulai menurun drastis 😛

*berniat bertapa brata di gunung kawi lagi*

segitu parahnya yak?

sudah ok!

horee… aku bisa berjalan-jalan ke masa lalu tanpa terkapar!

*seneng 😛 *

eh, sumpah gag penting! bener bener gag penting deyh! 😀

*cuek*

tapi seneng lhoh, karena bisa dan mampu berjalan-jalan ke belakang tanpa muatan emosi berlebih dan tanpa terkapar 🙂

honestly ok!

i just want to feel safe in my own skin
i just want to be happy again
i just want to feel deep in my own world
but im so lonely i dont even want to be with myself anymore
on a different day
if i was safe in my own skin
then i wouldn’t feel lost and so frightened
but this is today and im lost in my own skin
and im so lonely i dont even want to be with myself anymore
i just want to feel safe in my own skin
i just want to be happy again

honestly OK! – Dido

semoga memang sudah ok untuk seterusnya, amien… 🙂

bisa lhoh :)

dan dulu aku pernah bisa bikin tumpukan kata penuh makna dan berbunga-bunga seperti di bawah ini dan waktu itu aku inget aku fokus banget ke satu orang 😀

*kagum*

~

untuk cinta yang setia menemaniku
dengarlah detak jantungku
yang selalu menyebutkan namamu

untuk kasih yang bersemi mewangi
bahkan ketika malam menjelang
sinarmu tetap menghangati ruangku, menerangi langkah kakiku

dan teruntuk dirimu, kehidupanku dan kekuatanku
kutitipkan salam penuh rindu seiring fajar menyapa dunia kita

‘aug 06

~

huehehehehehe… bisa yak 😛

*mencoba fokus lagi*

trois

kenapa malam gelap?

jika bulan bersinar penuh.

bintang pun berkedip

dan binar wajahmu tertera jelas di mataku

tapi kenapa malam gelap?

jika jalan di depanku terpampang jelas

jika tikungan di ujung sana bisa terlihat

jadi, kenapa malam gelap?

manusia yang aneh.

~~

itu adalah kehendakmu

dan ini adalah harapanku

mari, kita berdua, saling bertarung.

antara kehendakmu melawan harapanku

biar, biar alam yang memutuskan

dan biar Dia yang merestui.

~~

pekat ini serupa sayangku.

merah ini serupa sayangku.

gelap ini serupa sayangku.

debar ini suara sayangku.

tangis ini suara sayangku.

dan kamu…

tetap dalam diam.

~~

hiks…gloomy lagi… 😦

malam terakhir ini.

gamang. kosong, sendiri.

sudah malam. waktunya memasuki sisi kehidupan yang laen. tapi langkah masih terhenti.

akhir bulan yang buruk. tapi demi bulan baru yang lebih baik, aku rela merendahkan standardku dan merevisi kesimpulan di atas dengan bilang “akhir bulan yang tidak terlalu buruk.”.

sudah malam. waktunya menutup sisi kehidupan ini dan membuka sisi kehidupan yang lain tapi angan masih terpaku. dan langkah masih belum beranjak dari titiknya. diam.

jemari gemetar. hanya karena satu asa. tergugu. dan terpaku menatap satu titik tanpa bisa berbicara. hanya diam. bersatu nafas dengan asa. dan tetap terdiam.

gelap. tertutup. sendiri. kosong.

di mana lilin itu berada? apakah aku memadamkannya? kenapa aku memadamkan satu-satunya cahaya keemasan penerang jalanku? takutkah aku akan terbakar? bukankah aku sudah terbakar? kenapa aku masih takut?

aku tidak mengerti. benar-benar tidak mengerti.

dan kamu. yang menertawakan aku.

apa yang lucu? aku tidak sedang melucu.

kamu tertawa atas apa? kegamanganku? kenapa kamu menertawakannya? bukankah kamu sedang gamang pula? kegamangan yang sama denganku. bahkan melebihiku.

lihatlah tali ini. tali yang berusaha kamu samarkan untuk mengikatku. bukankah ini bukti kegamanganmu? dan kamu tetap menertawakan aku.

aku tidak mengerti. dan benar benar tidak mengerti.

sudahlah. otakku terlalu penuh hingga untuk mengetikkannya pun aku kesulitan. semua kata itu bercampur aduk di otakku dan mereka kesulitan untuk menemukan pintu keluarnya.

aku bingung dan kamu tidak membantuku sama sekali dengan semua kebingunganku ini.  semakin lama aku hanyalah semakin merasa pekatnya egomu dan aroma egomu menyesatkan dan menyesakkan aku.

and i already give up for everything in you.

tahukah kamu, bagi aquarians kata “menyerah” adalah haram. tapi kamu sukses membuat aku menelan mentah kata haram tersebut.

malam ini, lagi-lagi aku menyadari keterpurukanku.

sadar untuk yang kesekian kalinya.

terima kasih untuk kamu. yang selalu membuat aku merasa sebagai manusia tanpa sayap.