Posts Tagged ‘not so important talk!’

my resignation letter

already sent this letter to all the board of directors on monday…

Dear Sirs/Madame,

Hereby I would like to submit my resignation from my employment with PT. MTS Indonesia effective as of May 27th, 2009.

Leaving PT. MTS Indonesia is not an easy decision, my 4 years as staff with the company have been both personally & professionally rewarding, and I really appreciate the interest you have shown in my career since I joined the company. I wish PT. MTS Indonesia will become the best and greatest company in the future. I will always be proud to say that I ever became a part of PT. MTS Indonesia.

Therefore, please accept my request for resignation effective on the May 27th, 2009.

Once again, I would like to thank each of you for everything and wish the company a whole lot of success for its business in the future.

Sincerely yours,
Imas

accept a lot of response, nice and err..”nice” lah πŸ™‚

yes, it’s true. i’m going to leave Surabaya at the end of May, and become a full time housewife?

housewife itu gimana siyh pengertiannya? tidak kerja kantoran? if it is, then i’ll say “Yes”, tidak kerja kantoran tapi ikut belajar ke mertua untuk ngehandle kerjaan keluarga besar dari my future better half.

haha, rasanya semua unbeliavable aja. cepet sekali dan ada aja jalan yang memudahkan semua ini, pas lagi ada masalah dan rasanya hopeless eh, mendadak ada jalan keluar yang muncul dengan tiba-tiba. alhamdulillah, emang kali ini rasanya semua dimudahkan dan semoga untuk seterusnya juga dimudahkan, amien.

ok, since “i’m going to get married, yippie!” sudah bukan rahasia lagi, jadinya aku gag perlu nahan diri lagi untuk menceritakan hal-hal yang membuat aku takjub dan bersyukur banget atas semua ini, hal-hal yang aku perlu bantuan dari segala penjuru semesta untuk mengingatnya.

pertama adalah kronologisnya:

among a lot of people we both see each other dan dari awal ketemu lagi hingga prosesi lamaran, it took only a month. prosesi lamaran hingga akad nikah nanti, insyaALLAH sekitar 5 bulan.

cepet ya? banget!

tapi entah kenapa, semua rasanya mengalir mulus dan lancar. bohong jika aku bilang selama ini tidak pernah ada masalah di antara kami, tapi semua masalah-rintangan-cobaan itu terselesaikan dengan cepat dan tanpa kami harus jungkir balik nyari pintu keluarnya…

kedua adalah sifat:

mungkin emang 2 orang gila ya kami ini? karena dari awal ketemu pun tidak ada jaim-jaimnya, pertemuan kedua pun sudah saling buka kartu bahkan untuk hal-hal yang orang lain (cowok terutamanya) akan tutup-tutupi dengan seluruh kemampuan mereka, si mas ini dengan gamblangnya bilang ini dan itu ke aku lalu menyerahkan semua keputusan di tanganku.

yup, i’m impressed dengan kejujurannya. ini satu hal terpenting yang langsung terbaca dari diri si mas.

haha! sudahlah, yang aku tau dan aku rasa, kami berdua sudah merasa paaaas banget. keluarga besar juga begitu dan sekarang sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan segala sesuatu untuk akad nikah nanti.

tidak ada undangan, hanya pemberitahuan dan jika berkenan hadir, harap memberitahu aku jauh hari sebelumnya supaya nanti tidak aku cuekin.

ya, hanya sebatas akad nikah, mungkin selama 2 jam saja, tidak ada acara temu ataupun resepsi, bahkan kami berdua menolak untuk dipajang dan duduk di kursi singgasana. akad yang sakral itu saja sudah sangat cukup bagi kami.

kesannya simple ya? tapi ya tetep aja ribet πŸ˜› .

but i’m having fun dealing on it. we’re having fun πŸ™‚

eh, what date? hehe… nanti aja kalau sudah mendekati hari H akan diberitahukan kok, tunggu aja πŸ™‚ *sok penting*

tentang dunia maya

hmm…

hmm…

sebenernya tidak dalam kapasitas yang baik dan bener untuk bicara hal ini krn semua hanya sebatas pengamatan sendiri yang disesuaikan dengan parameter diri sendiri…

jadi ya, harap maklum jika mungkin ada yang terasa menyinggung yes? πŸ™‚

those facebook thing, plurk, microblogging, blog, jurnal, dengan kata lain “internet” sudah benar-benar bukan lagi dunia maya ya? sekarang sudah real, mengalahkan dunia (dalam artian dunia nyata).

memang memudahkan hidup siyh ya… karena ketika kita membutuhkan informasi/bantuan apapun, kita tinggal “teriak-teriak” asking for help to om gugel atau just say it out loud as our status in our facebook, maka voila! dalam hitungan detik satu atau dua orang akan meresponsnya.

menyenangkan yah?

tapi tak ubahnya dengan hidup bermasyarakat… ada beberapa hal yang pastinya juga mengganggu atas kemudahan yang disediakan oleh satu hal bernama “internet” tersebut.

bagi banyak orang, mungkin adalah hal yang ringan dan not a big thing untuk menuliskan kegiatannya atau pun apapun yang dirasakannya and the most updated one lhoh ya, sebagai status mereka dalam wall di facebook.

06:00 am “imas sedang antri kamar mandi di kost.”

07:30 am “imas mau berangkat ke kantor.”

dll

dst

dsb

etc

bo’… mungkin memang hal remeh temeh dan gag pentiiiiing banget! tapi having people over there knowing exactly what you did at the same exact time, people that you dont even know them very well… doesnt it scare you?

for me? it does!

atau…

12:01 pm “imas is marah-marah. Anj*ng! guys, bagi yang tau di mana keberadaan si anj*ng berinisial XX tolong kasih tau ke saya ya? dia sudah pinjam uang saya sebesar 10M, jatuh tempo 30 tahun yang lalu! “

yes indeed, it helps a lot. karena berasa punya perpanjangan tangan dan mata all around the world.

jika kasusnya seperti di atas. tapi jika tidak?

hanya karena esmosi sesaat dan karena kesalahpahaman serta tidak adanya komunikasi yang baik, dan langsung secara impulsive meng-anjing-anjing-kan orang lain, it’s not a good manner tokh?

walopun bisa dimaklumi siyh ya?

but still, i dont think that it’s a good manner.

it’s not a proper action to do to deal with those internet thing…

dan juga karena i dont have that artist-wannabe-spirit. jadinya having these spying-my-life-thing is kinda disturbing for me πŸ™‚ .

yah, lagi-lagi semua ini case per case siyh ya? ndak isa dipukul rata untuk semua kasus. tapi ya kesimpulan akhirku siyh tetep…

“it helps a lot but it’s scary too.”

nah kan, bener-bener berdasarkan parameter pribadiku aja? πŸ™‚

anyway, akhirnya jurnal ini terupdate lagi. dan aku jadi belajar satu hal baru lagi…

terlalu lama hiatus dan tidak menjaga hobi menulis, ternyata bener-bener menyulitkan *sigh*

yah anyway, i’m back!

may i?

dear baby blue,
may i put a little pink on you?
only a little on you,
to help you rise and smile.

oalah aguus… agus!

another story to tell…

bukan cerita penting (i’ve warned you lhoh ya)

jadi gini, bu…

rumah orang tuaku di desa, diapit oleh sebuah masjid di sisi baratnya dan sebuah jembatan di sisi timur. jarak antara masjid ke jembatan itu sekitar 500 meter.

antara rumah orang tua ke masjid mostly adalah rumah kosong yang sudah setengah menjelma menjadi kebon tak terawat.

antara rumah orang tua ke arah jembatan penuh berisi rumah-rumah yang padat dan tanpa jeda.

itu semua terletak di pinggir jalan raya yang super rame (karena merupakan jalur alternatif rute madiun – malang).

terbayang tokh? rame lalu lalang kendaraan tapi sepi manusia.

tetep terbayang kan ya?

aku tau “dunia lain” itu ada, dan dari jaman kuda gigit besi dulu pun sudah sering terdengar cerita ini itu. i know dan gag komplain.

hingga beberapa hari yang lalu…

“ya memang ada, daerah kuasanya dari masjid hingga jembatan timur itu. bukan jenisnya jin tapi gendruwo. kalau mau siyh bukan diusir tapi dipindah rutenya.”

eh bo’! gag perlu dibilang sejelas itu mah sini udah ngerasa banget ada “sesuatu” yang hobi nemenin kita di situ. “sesuatu” yang so far masih sebatas usil, iseng, hobi becanda gag jelas, hobi “bersuara” gag jelas pula…

dimulai dengan kenyataan bahwa semua orang penghuni rumahku (kecuali aku, dan gag minta!) yang pernah melihat (selalu dikasih lihat dari sudut pandang mata yang minim dan gag terlalu jelas) di rumah sisi depan dan mondar-mandir dari kamar tidur barat ke kamar tidur timur.

dimulai dengan kenyataan bahwa setiap kami memerlukan sesuatu yang pada saat itu bener-bener urgent dan mendadak barang tersebut gag tau di mana padahal kemaren di tempat A yang lalu keesokan harinya mendadak barang tersebut tergeletak dengan manisnya di tempat A (yang sudah berulang kali ditelusuri).

dimulai dengan kenyataan bahwa hampir semua tetangga kami (tetangga belakang rumah) pernah “ditemui” sosok tinggi besar berbaju putih rambut panjang yang mendadak menghilang masuk menembus tembok rumah kami dari arah barat.

dimulai dengan suara-suara berisik gag jelas setiap malam ketika masih ada yang begadang.

dimulai dengan kenyataan bahwa 2 keponakansku pernah nangis gag berhenti-henti dan baru berhenti begitu dibacakan ayat kursi.

dimulai dengan merinding disco setiap di rumah sendirian di malam hari dan dengan sok beraninya berkutat di area rumah yang bagian depan.

dimulai dengan riak-riak gag jelas di bak kamar mandi pas malam hari.

hna… sudah cukup bukan bukti-buktinya? ndak perlu diperjelas begitu donk…

trus ditambahi dengan pandangan mata yang mendadak terfokus ke satu arah dan memberi kesan ada “sesuatu” yang sedang “ada di tempat itu padahal gag ada siapapun yang terlihat mata manusiaku.

oalah aguuuusss… agus…

demi toutatis! :D

hihihihihihihi… iseng ah πŸ˜€ *deep bow to masbro untuk info situs di bawah ini* dari http://www.ki-demang.com saingannya primbon tapi minus iklan-iklan gag jelas itu πŸ™‚

Perwatakan Weton


1. Dino : SΓͺtu
Membuat orang merasa senang, susah ditebak.
2. Pasaran : Kliwon
Pandai bicara dan bergaul, periang, ambisius, urakan, kurang bisa membalas budi, setia pada janji, ceroboh memilih makanan, banyak selamat dan doanya.
3. Padewan : RudrΓ₯

4. Sadwara : TunglΓ©
( Daun ) Bertanggung jawab namun suka membantah.
5. Padangon : Tulus
( Air )Tekun, dermawan, dikagumi, lemah lembut.
6. Pancasuda : Tunggak SΓͺmi
Rejekinya selalu ada, akan habis tetapi mendapatkan lagi.
7. Rakam : Sanggar Waringin
Teduh hatinya, suka memberi perlindungan.
8. Paarasan : Lakuning Bumi
Melindungi, mengasuh, sabar, mengalah.

a-shorty-short-story-of-this-day

dua manusia duduk berdampingan di bangku di depan kios rokok yang masih blom buka di sebuah terminal bis bayangan.

satu orang dengan mimik muka serius yang membayang kegelisahan dan sikap yang tidak tenang. mulut yang tidak berhenti membuka dan menutup tanpa sepatah katapun yang terucap.

satu sosok lainnya yang hanya diam menunggu sambil mengamati sosok yang terlihat sangat gelisah.

“kenapa? lagi mikir apa?”

“enggak. er… gag ada kok.”

“enggak ada. enggak ada??”

beberapa menit pun berlalu dalam diam dan satu sosok yang tetap sabar menanti adanya suatu pertanyaan dan pernyataan.

“mas, jangan ketawa ya? aku sedang berpikir tentang ~itu~ “

“haa? itu? itu apa?”

“mas tau, itu?Β  that thing!”

“itu?”

“aduuh, itu…”

“oh, maksud adik ~itu~?”

“iya, ~itu~…aku takut.”

” πŸ™‚ , kenapa takut? kuncinya cuma satu, adik percaya sama mas. dan ndak mungkin mas tidak mendengarkan adik. trust me, ok?”

“sungguh, itu aja?”

“iya, gag usah dipikir dan khawatir. mas tau apa yang harus mas lakukan, jadi percaya sama mas. ~itu~ kan ada ilmunya sendiri, adik. mas tau kok.”

“bener ya?”

“iya, πŸ™‚ “, lembut mas mengecup ubun-ubun, menenangkanku.

2 minggu terakhir ini

“dunia hanyalah selebar daun kelor”

huhu… bener banget! πŸ˜›

weekend ini ke acara nikahannya kakak sepupunya mas, masih di seputaran Kediri juga, deket-deket gunung kelud sana deyh πŸ™‚ . and guess what!

minggu kemaren ketemu sama mba En, kakaknya mas and guess what!

apparently, temen eh, sahabat gank ceriwis-ku di SMA adalah temen satu kostnya mba En dulu pas di Malang, maka dari itu ketika mas dan para keluarga yang lain heboh cerita ke mba En mengenai aku, mba EnΒ  yang merasa familiar dengan namaku. begitu pula pas ketemuan di stasiun kertosono sewaktu aku nemenin si mas untuk menjemput mba En, mba En juga sudah merasa familiar dengan penampakanku. ternyata…

lalu kemaren ketika live menyaksikan acara temu pengantennya mba Maya. dari awal ketika diceritani si mas rute rumah Pakpuh Arif, aku yang sudah merasa “kayaknya tau rute ini deyh”. dan pas dengan mulusnya berbelok masuk ke gang rumahnya pakpuh, aku juga langsung berpikir, “aku bener-bener sudah pernah ke sini kok”. puncaknya adalah ketika temanten wanitanya keluar dari rumah untuk dipajang di singgasananya, aku yang langsung gedubrak dan monolog “lhoh, ini kan temen kuliahku dulu?!”

gag yakin donk, jadinya confirm ke si mas, “mas, mba Maya ini apa nama lengkapnya NH?” dan mas bilang, “lebih tepatnya ANH.”

haha! bener-bener dunia selebar daun kelor saja, yes? πŸ˜›

yah, jadi makin cepet akrab aja siyh karena ternyata lingkup sosial kita juga banyak nyambungnya πŸ™‚

nervous ndak bu? karena kemaren dikenalin ke keluarga super besarnya si mas?

πŸ˜€ ya enggak lah! hihi… boong dink πŸ˜›

nervous banget!

tapi untungnya si mas ini tipikal cowok yang mengerti dan selalu keep an eye on me. kalo dilihat aku sudah nyambung, si mas akan melepas aku sementara dia balik ke tugasnya sebagai kacung di resepsi itu (hihihi…piss, gan! πŸ˜› ). tapi kalo aku yang masih celingak-celinguk gag jelas, dan senyumku masih nahan, ya si mas tetep setia duduk di sebelahku, kalo ndak gitu, si mas nganterin aku ke tempat mba en berada dan dia balik bertugas lagi.

tapi kupikir proses “penyambungan” kemaren lantjar djaja dan fine-fine aja, walopun aku beberapa kali juga mati gaya tapi rasanya masih undercontrol gitu. karena tipikal keluarga mas yang rame dan amat sangat welcome ke aku, karena mas yang juga amat sangat ngerti kalo aku sudah mati gaya (:P ) dan juga karena gosip hubungan kami sudah jadi rahasia umum ya jadi setiap mas ngenalin aku, tanpa mas bilang pun para sanak sodara itu (mostly) bilang, “oh, calonnya Fendi ini tokh?”

haha!

gag nyangka aku bisa sehebat ini. dari yang sama sekali tidak berhubungan dengan si mas, trus berhubungan dengan sirius, perkenalan pertama juga dengan bapak ibu yang langsung dalam konteks “kami sirius”, cuma 1x aja dan aku gag pernah lagi main ke rumah ibu πŸ˜€ , kontak kedua langsung meningkat ke “keluarga super besar”.

and i made it! yay!

πŸ˜€

masalah bertingkah konyol dan mati gaya siyh terjadi beberapa kali lah ya, tapi yaa… saking seringnya jadi mati rasa mau diketawain juga terserahlah πŸ˜€

walopun si mas keukeuh sureukeuh bilang bahwa aku ndak pernah terlihat mati gaya maupun bertingkah laku konyol ketika dia ajak masuk ke lingkup keluarga dia, bahkan dia melihat kalo aku luwes banget buat nge-blend ke keluarganya dan itu membuat keluarganya pun mudah untuk menerimaku.

rasanya itu hanya bualan semata deyh?

setuju?

πŸ˜›