Posts Tagged ‘review books’

CHARNA’S GUTS!

yes!

CHARNA’S GUTS!

Bloody hell!

please, don’t you ever dare read any books of “Cirque du freak”! oh, sorry, i already recommended that book? really? is it me? IS IT REAL ME WHO RECOMMENDED THOSE BOOK?! ugh!

it sucks! it really is.

huwahahahahahahahha…

it is often happened that i cried after finish reading a novel or watching a movie.

it is often happened that i have something in mind and have a serious think after reading a book.

it is rarely happened that i feel so angry, upset, curious, sad, “aha!” thought combined in my mind after reading a book or watching movie. it is very rarely happened for having a lot of feeling at a very same time like that.

but i feel it last night after finishing volume 9 of “Cirque du freak”.

oh my God!

baru kali itu aku bereaksi lompat-lompat bete plus gemes, dan teriak “sebel! sebel! sebeel!”

ugh!

ok, ok, i’ll tell you in a short way.

this book, “Cirque du Freak; Darren Shan – Killers of the Dawn”, is still telling us about the hunting of Master of Vampaneze and as Mr. Destiny already told both of vampire and vampaneze that they will have opportunity to kill their enemy only in 4 chances. in volume 8, they already passed 2 chances, rite?

and yes, on this book the real Master of Vampaneze reveal (who is he?).

actually, since the first time when the concept of Master of Vampaneze and Darren Shan should fight appear, i accused one of its character who will reveal as the real Master of Vampaneze. but in volume 8, i have a doubt whether i accused a right character. while in volume 9, it is still on and off. sometimes it felt “yes! it should be him!” and sometimes it felt “er… it could not be him. it feels so wrong if it is him.” and reading volume 9, when i dig deeper, i was getting not sure more and more.

but in the end, yes! it’s him! *CHARNA’S GUTS!* 😦

in a beautiful way, Darren Shan was giving me hope that this volume will end happily but it is just a hallucination! *sigh*. he gave un unreal hope that the good side is always win, eventhough it is not over yet and he gave a phantasm that life could not be that cruel and worst by giving an end to one of nice and luvly character in that book, hiks… i hate it! why him!

but no, life is cruel, life could be that worst and yes, he killed one of the main character (why him?!) *CHARNA’S GUTS!* 😦

yes, he killed one of the main character without giving any substitution! well, the killing would not be this worst if at that time the good side win, at least i can think that the killing is a sacrifice, it’s worth it for a world peace. but no, it is for nothing at that time! why him?! 😦

yes, the killing for nothing, dead without gaining something good, that’s upset me so much! my emotion blended into undefined emotion ever! that makes me react so…er…funny(?) last night. *CHARNA’S GUTS!*

phew!

in the end, no matter how sad they are, no matter how upset i am, no matter how suck it is… we all know that there is still hope on it.

hey, volume 10 is available now and it is not “the end” yet.

will it end happily ever after? it doesn’t matter anymore for me since he killed my luvly character on volume 9, CHARNA’S GUTS!

so if you really like this kind of tension, if you really like this kind of emotion…yes, definitely it is highly oh, i mean super duper mega ultra highly recommended to read, a must-read-book-ever for you.

but if you don’t like it, then don’t!

by the way, do you know in which volume will i read and see “the end” mark?

i’m heading to volume 10, will it still far away from volume-that-has-“the end”-mark-on-the-last-page?

and still, why him?!

selamat datang bulan juni :)

selamat datang bulan juni… 🙂

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

humm… telat ya? maaf 😛 .

selamat berulang tahun, semoga panjang umur, sehat selalu, tetap bergandengan erat dengan sang bahagia, masih dalam dekapan erat dan perlindunganNYA, masih terhangatkan oleh kasihNYA, tetap berhobi menarik garis lengkung di bibir ke arah atas… ya, bon anniversaire, joyeux anniversaire, tanjoubi omedetou, happy birthday, alles gute zum geburtstag, wilujeng milang kala, selamat berulang tahun 🙂

karena bulan juni ini di agendaku penuh oleh daftar mereka yang berulang tahun. para temans, sodaras, keponakans, sepupus yang beraneka ragam 🙂 .

rasanya akan menjadi bulan yang menyenangkan entah karena apa tapi setidaknya diawali dengan semangat tinggi dan penuh optimisme meskipun keadaan sedang lagi banyak kekacauan dan sering berdarah 😀 .

trus kenapa soundtracknya musikalisasi puisi “hujan bulan juni”? mellow kan?

karena memang bulan ini merencanakan untuk membunuh seseorang, haha… hanya pembunuhan karakter aja siyh tapi tetep aja rencana dibuat sematang dan se-fix mungkin untuk meminimalisir kemungkinan gagal 😀 . dan rasanya juga tidak akan disiarkan secara langsung motif, cerita dan kronologis pembunuhan karakter tersebut 😛 .

hm… minggu yang sedikit agak menyedihkan karena asumsi, pikiran buruk, prasangka yang dengan susah payah berusaha dibunuh, dimatikan, dilupakan, diubah menjadi sisi positif ternyata malah mendapatkan bukti akan betapa benarnya asumsi dan prasangka tersebut. dan itu membuat keinginan untuk tetap berpikir positif, memandang dunia (dalam lingkup aku dan oknum itu) dengan warna-warna indah karena diisi oleh kepercayaan dan kejujuran, gagal total.

sebagai orang yang mempunyai pemahaman, dan kelebihan dalam sifat, sikap, otak, rasa, emosi, tanggung jawab, dan segala kelebihan lainnya, tentu beban lebih banyak berada di pundakku tapi ketika bukti yang disodorkan adalah justru berlawanan dan membuat apa yang kutanggung menjadi lebih berat, membuat harapan terpatahkan, aku memutuskan untuk menyerah.

yoih, aku menyerah.

kalah? hm… itukah istilahnya?

kalo aku melihatnya lebih ke arah, “tidak peduli”.

sebenernya aku lebih salah lagi kalau bersikap tidak peduli tapi (here we go! defensif lagi!) susah kalau keinginan dan kemauan untuk menjadi lebih baik dan berubah bukan berasal dari yang bersangkutan, kalau datang dari outsider seperti aku, gag ngefek kali kalo aku sampai jungkir balik berusaha memperbaikinya.

selain itu, ada yang lebih berwenang menanggung beban dan tanggung jawab tersebut dan pihak tersebut tidak kalang kabut maupun tidak berkesan ingin SEGERA memperbaikinya. kalau aku mau kejump, aku malah sudah menyimpulkan bahwa pihak tersebut tidak menganggap ada satu hal yang salah.

so, why me?

why bother trying to fix it?

they dont care gitu lhoh.

haha… walopun seolah aku benar-benar tidak peduli, walopun seolah aku berteriak “pihak yang lebih bersangkutan aja tenang-tenang aja, kenapa aku bingung?!” tapi tetep aja di otak dan hatiku hal ini bener-bener dipikir dan membebaniku.

well, i’m deep thinker, life observer, and a caring person.

jadi ini semua adalah kutukan sepanjang aku hidup 😛 .

anyway, sekarang tahapan membaca “Cirque du freak” sudah sampai di buku 6, setelah beberapa saat sempat jeda untuk fokus ke hal lain yang lebih lebih penting. ya, baru saja tamat membaca buku 6.

ada pesan moral dalam buku enam yang aku pikir pas sekali kalau diterapkan pada saat ini.

ketika vampir*) dan vampaneze**) mulai bersinggungan lagi. ada vampir yang mempunyai ide dan pikiran yang berbeda mengenai perpecahan, permusuhan, dan pertentangan antara vampir dan vampaneze, serta penyikapan yang berbeda sekali terhadap ramalan dari Mr. Tiny, Desmond Tiny a.k.a Mr. Destiny.

dan karena pemikiran dan idenya tersebut membuat adanya kontak antara vampir dan vampaneze. ya, kedua golongan tersebut berperang, masih dalam taraf kecil.

dan karena Master Darren Shan adalah tokoh yang memergoki keberadaan vampaneze di lingkungan vampir, karena Master Darren Shan adalah tokoh yang beride jenius untuk menyergap dan mengalahkan 38 vamapneze yang sedang bersembunyi tersebut. dan karena pihak vampir menanggapinya dengan membabi buta tanpa cekbeibicek terlebih dahulu dengan pihak vampaneze maupun dengan sang pengkhianat, maka 38 vampaneze tersebut terbasmi, perang kecil tersebut dimenangkan oleh pihak vampire.

tapi… what’s good about war?

kenapa harus langsung menyerang dan menyergap vamapneze dengan membabi buta seperti itu? kenapa membunuh vampaneze berkesan menyenangkan? kenapa para vampir tertawa gembira setiap berhasil menikap vampaneze? kenapa tidak mencoba berbicara dan menanyakan apa mau mereka terlebih dahulu sebelum menyerang vampaneze?

that’s what Master Darren Shan asked.

dan ketika semua pihak vampaneze serta sang pengkhianat diinterogasi, terbukalah alasan mereka.

bahwa mereka hanya berpikir untuk merebut batu darah supaya mereka bisa mencegah kelahiran penguasa vampaneze (yang sayangnya mereka sudah yakin 100% bahwa dia sudah bangkit) bukan untuk tujuan membasmi habis pihak vampire seperti yang selama ini mereka takutkan.

so? pesan moralnya apa?

bahwa kekerasan tidak harus dihadapi dengan kekerasan.

bahwa tubuh ini dikaruniai semua hal hebat untuk menyelesaikan permasalahan. just listen, hear, ask, see, talk, watch and you will never need to do some violence.

all we need is sit and talk. talk and listen. listen and talk. and that will solve a lot of problem.

tidak harus dengan baku hantam, tinju, senjata, hantaman.

there is always a story behind everything.

buku enam masih dalam tingkat ketegangan dan adukan emosi yang masih tetap bagus.

so now i’m heading to 7, “hunters of the dusk”.

di rental buku tersedia hingga buku 10, tapi katanya belum tamat? *pingsan*

so folks, have a hardrocking weekend! 🙂

bon courage!

catatan:

*) menurut wiki adalah: mythological or folkloric revenants, who subsist by feeding on the blood of the living. dan vampire di cerita ini adalah bisa dianalogikan sebagai masyarakat umum, manusia pada umumnya. adalah vampire yang baik (ergh…ambigu yak? 😛 )

**) adalah vampire jahat (euh… 😀 )

P.S. I love you

haha… what so funny is, everything goes to that way and definitely with him. and yet, i’m not sure! is it what i really want? is it my best way? do i really want it for the rest of mylife?

karena sesuai kecenderunganku, aku menolak semua ide yang di-amin-i orang banyak, aku selalu mempertanyakan hal yang dianggap “memang sudah sewajarnya”.

si*l!

eniwei, currently reading, “P.S. I love you” by Cecelia Ahern. ada pilemnya siyh tapi sepertinya sudah tidak tayang lagi di 21 di surabaya (males nge-cek).

ttg sang istri (Holly-Hillary Swank) yang ditinggal mati suaminya (Gerry – Gerarld Butler, iya si bapak yummy itu 😛 ) gegara kanker otak dan setelah 2 bulan masa iddah (halah! 😛 ) si istri baru tau kalo alm. suaminya meninggalkan 9 (cmiiw) surat yang wajib dibuka sesuai bulan yang tertera dalam masing-masing amplop tersebut.

isi tiap amplop adalah instruksi/daftar yang wajib diwujudkan oleh si istri.

so sweet siyh tapi aku membayangkan betapa menyedihkan hidup seperti itu. okelah, setidaknya 9 bulan kedepan masih ‘berasa’ ditemani oleh sang suami, tapi kan it just a letter. and then what after that sweet nine months? masa berkabung kedua kalikah?

terbayang setiap tgl 1 dini hari, membuka satu amplop hanya untuk membaca beberapa baris tulisan tangan si suami yang selalu ada kata P.S. I love you. hati teriris-iris enggak? kalo aku rasanya bakal kolaps beneran karena bagaimanapun setelah satu bulan berjuang membiasakan diri dengan kesendirian dan mendadak di awal bulan baru diingatkan lagi bahwa there used to be a luvly one who hold me tight and kiss me gently. sedih kan? *maksa!*

jadi, membaca 418 halaman dari total 632 halaman selama beberapa jam semalam, sudah tidak terhitung berapa kali aku menangis dan tersedu-sedu merasakan semua yang dialami Holly, sang istri.

gag tau siyh bakal highly recommended book atau enggak krn blom tamat, tapi nona cecelia yang ternyata adalah putri dari perdana menteri irlandia (yaolooo… kenapa ada cewek yang diciptakan sesempurna dia 😀 ) lumayan pinter membuat alur cerita, walopun rasanya ending sudah cukup ketebak dari halaman 200-an dan juga bukan tipikal buku yang membuat kening berkerut-kerut dan a lotta surprise inside.

ringan walopun menyedihkan.

ngalir walopun bikin bete.

some parts rasanya konyol dan menyegarkan

tapi tetep! garis besarnya adalah sedih!

salah satu kalimat manis yang dituliskan oleh Gerry di suratnya untuk Holly,

Ingatlah semua kenangan manis kita, tapi jangan takut menciptakan kenangan-kenangan baru.

uuuuuu……. benar-benar si bapak Gerald Butler ini yummy yaaa…

jadi pingin makan es krim chocolate.

😛

*Updated:

sepertinya kudu dan fardhu ‘ain untuk melihat pilem ini! bukan karena bukunya soooo amazing tapi gegara si bapak Gerald Butler dan ada Harry Connick Jr juga! *gag berhenti drooling* 😀

ternyata ngeliat pics doang itu masih kurang nendang, must see them! *lhoh?!* 😛